
Malam Terakhir
Setelah Kaname tahu tempat tinggalku ia pun segera pergi dan akan menjemputku 3 hari lagi.
Aku terus memikirkan kata-kata Kaname di caffe tadi.
Memang benar apa yang di katakan Kaname, kalau aku terus tinggal di sini Ryota akan terkena masalah dan aku tidak ingin hal itu terjadi, tapi entah kenapa aku merasa selalu ingin bersamanya. Aku tidak tahu perasaan yang aku rasakan sekarang, apa aku bernar-benar menyukai Ryota atau aku cuma menggapnya teman? sebelumnya aku belum pernah merasakan jatuh cinta, tapi jika perasaan ini cinta, aku tidak ingin membiarkan perasaan ini terus tubuh untuk sekarang, karena itu akan menghambat rencana balas dendamku, mungkin setelah selesai balas dendam aku akan memikirkanya lagi. untuk sekarang aku hanya ingin menikmati waktuku yang tersisa bersama Ryota, Ryota sudah sangat baik padaku, aku harus membalas kebaikanya.
Singakat waktu setelah selesai mandi aku segera memakai seragamku dan memasak makanan untuk Ryota. Setelah masakanya matang tak berselang lama Ryota pun pulang.
"Aku pulang."
"Selamat datang Ryota, aku sudah memasak untukmu, mau makan dulu atau diriku."
Mendengar candaan Miyuki membuat wajah Ryota langsung memerah.
"A-Apa yang kau katakan, jangan menjailiku seperti itu bodoh."
Kalau melihat sikap Miyuki seperti ini, entah kenapa kami jadi terlihat seperti pasturi saja. pikir Ryota.
"Apa yang sedang kau pikirkan Ryota-kun, apa kau sedang berpikir kalau kita seperti pasangan suami istri?" ledek Miyuki.
"Jangan asal menebak isi kepalaku bodoh."
"Ahaha...maaf.maaf kalau begitu ayo kita makan."
Saat aku melangkah tiba-tiba Ryota memegang tanganku, aku pun berhenti dan menatap Ryota. tiba-tiba dia memojokanku ke dinding.
"Miyuki jika tadi aku memilih dirimu apa kau tidak keberatan kalau aku menyetuhmu?"
"Ya itu.....??" jelas Miyuki sembari memalingkan wajah.
"Katakan yang jelas!" tegas Ryota, ia pun mendekatkan wajahnya.
"Aku tidak keberatan kok." jelas Miyuki, ia pun segera menutup mulutnya karena keceplosan. Ryota pun terkejut saat mendengarnya.
"T-Tolong lupakan kata-kataku barusan." Pinta Miyuki sembari berlari menuju ruang makan karena malu.
Apa maksudnya tadi? Ryota pun bertanya-tanya.
Saat makan kami pun menjadi sangat canggung.
Keesokan harinya kami sudah kembali seperti biasa lagi, Saat ini aku sedang nonton TV, semetara Ryota sepertinya sedang kesulitan memberishkan telinganya. mungkin lebih baik aku membantunya.
"Ryota-kun, sepertinya kau sedang kesulitan, sini biar aku saja yang membersihkan telingamu."
"T-Tidak-tidak, itu tidak perlu Miyuki."
"Anggap saja ini adalah layanan khusus untukmu, cepat sini rebahkan kepalamu di pangkuanku."
"Apa kamu yakin Miyuki?"
"...umm, tentu saja."
"K-Kalau begitu baiklah."
Ryota pun membaringkan kepalanya di pangkuan Miyuki.
Aku bisa merasakan pahanya yang sangat lembut, dia hari ini juga sangat harum, tidur di pangkuan Gadis cantik seperti Miyuki seperti ini sungguh sanggat menenangkan, ditambah dia memberiskan telingaku, entah kenapa aku ingin selalu seperti ini. pikir Ryota.
Setelah lama membersihakan akhirnya selesai juga.
"Ryota-kun sudah selesai."
Karena terlalu nyaman tidur di pangkuan Miyuki membuat Ryota tidak sadar kalau Miyuki sudah selesai membersihkan telinganya.
"Ryota-kun!"
Ryota pun baru sadar ketika mendegar Miyuki memaggilnya dua kali. ia segera mengangkat kepalanya.
"Maafkan aku Miyuki, karena terlalu nyaman jadi aku tidak mendengarnya."
"Tidak apa-apa kok, mau tiduran lagi, aku tidak keberatan kok."
"Tidak-tidak Miyuki."
"Sudah jangan keras kepala."
Aku pun dengan paksa membaringkan Ryota kembali di pangkuanku.
Miyuki kenapa kau melakukan ini, akhir-akhir ini aku merasa kalau kita jadi semakin dekat, aku benar-benar menyukaimu Miyuki, aku tidak ingin kau pergi dariku. pikir Ryota.
Singkat waktu sudah 3 hari semenjak aku bertemu dengan Kaname, besok pagi Kaneme akan menjemputku pulang, tapi aku tidak mengatakan apa-apa pada Ryota tentang hal ini, selama 3 hari ini aku sangat menikmati hari-hariku bersama Ryota, entah kenapa kami jadi semakin dekat, waktu memang cepat sekali berlalu, mungkin malam ini aku akan memberikan hadiah yang tidak akan pernah ia lupakan sebelum kita berpisah.
Saat dia ingin pergi aku memegang tanganya.
"Ryota-kun, jangan pergi, malam ini tidurlah bersamaku."
Ryota pun terkejut mendegar kata-kata Miyuki.
"Miyuki apa kau sedang mengigau?"
"Tidak, aku serius malam ini tidurlah bersamaku."
"Tidak Miyuki, aku tidak bisa."
"Apa aku tidak menarik buatmu Ryota-kun? apa kau tidak ingin melakukan hubungan badan denganku?"
Tiba-tiba Ryota memegang kedua tanganku.
"Bukaan begitu! aku jelas-jelas tertarik padamu, aku juga ingin berhubungan badan denganmu, kamu sangat imut dan aku merasa seperti akan meledak, tapi melakukan itu tidak boleh dengan perasaan setengah-setengah, aku sangat menghormatimu Miyuki, jadi aku ingin melakukan itu jika kau sudah benar-benar mencintaiku."
Entah kenapa mendegar kata-katanya membuat Air mataku mengalir dengan sendirinya. tanpa ragu aku pun segera mencium bibirnya.
"Ehmmmmmppp."
Miyuki apa yang kau lakukan. ciumanya benar-benar hangat.
Miyuki pun melepaskan ciumanya.
"Ryota-kun mendengar kata-katamu barusan aku merasa sangat bahagia, apa kamu masih berpikir aku melakukan ini dengan perasaan setengah-setengah? aku memang tidak mengerti dengan perasaanku sekarang, aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi saat bersamamu aku benar-benar merasa nyaman dan sangat bahagia, aku ingin selalu bersamamu, itulah yang aku rasakan, apakah itu cinta Ryota-kun?"
"Mana ku tahu...mana ku tahu...." ungkap Ryota sembari menagis bahagia.
"Jadi apa sekarang kau ingin melakukanya?"
"Kalau memang kau menginginkanya Miyuki, aku akan melakukanya, walau ini adalah pertamakalinya untuku, aku berjanji akan berhati-hati agar kau tidak hamil."
"...ummm, aku mempercayaimu."
Setelah itu Ryota langsung mencium bibirku sembari memegang dadaku yang tidak memakai Bra dengan kecang, kemudian ia mencium leherku sembari membuka kaos olahragaku. kami berdua pun melakukan mantap-mantap.
Setelah selesai kami pun terbaring lemas di tempat tidur.
"Miyuki apa kau menikmatinya?"
"...umm, bagaimana denganmu?"
"Aku juga sangat menikmatinya, Miyuki ayo kita tidur."
"Baiklah."
Saat Ryota tertidur aku pun bangun untuk menulis surat.
Keesokan harinya aku bangun pagi-pagi sekali sebelum Ryota terbangun.
Aku segera memakai seragam sekolahku, setelah itu aku mengambil tas dan meletakan surat yang sudah aku tulis di meja.
Sebelum pergi aku mencium pipi Ryota.
"Ryota-kun, terimakasih."
Selamat tinggal, setelah semuanya selesai aku harap aku bisa bersama denganmu lagi, selamat tinggal Ryota.
Aku pun segera keluar dari apartemen Ryota dan Kaname teryata sudah menungguku di depan.
"Nona mari kita pulang."
"...umm, baiklah."
Kaname pun segera membukakan pintu mobil. Aku pun segera masuk ke dalam Mobil.
Dalam perjalanan Kaname pun terus memperhatikan Miyuki yang terus melamun dan terlihat sedih.
"Nona apa anda baik-baik saja."
"...umm, aku tidak apa-apa kok."
Melihat Miyuki yang bersikap seperti itu Kaname pun langsung memeluknya.
"Nona jika kau ingin menagis, menagislah."
Miyuki pun menangis sembari memeluk Kaname dengan erat.
Bersambung....