Another Person Life

Another Person Life
Para Pemegang Saham


"Ma...maaf tuan muda, sebenarnya ini juga menyangkut kerja sama kita, saya akan terus menanam saham di perusahaan tuan muda, tetapi dengan satu syarat, tuan muda harus mau menjadi suami dari putri saya" ucap pria tua yang sedikit gemuk dari keluarga Oswald dengan sedikit ketakutan namun memberanikan diri


Pria tua keluarga Percy yang mendengar langsung berbicara lantang "Apa katamu?, tidak bisa, tuan muda akan menjadi menantuku"


Sedangkan kepala keluarga Vermilion hanya diam dan duduk dengan tenang, ia sedikitpun tidak memiliki niat untuk menjodohkan putrinya dengan tuan muda, karena ia ingin putrinya bahagia dengan membuat pilihan sendiri


Mendengar perdebatan itu, Xeno yang berdiri di samping Zee, mulai melangkah ke depan, iya sangat marah hingga ingin melontarkan beberapa kata yang bisa membungkam mulut para penanam saham


Namun, Zee yang sedang duduk di samping Xeno langsung menghentikannya dengan memberi isyarat menggunakan tangannya, seketika Xeno pun mengangguk lalu mundur satu langkah kemudian diam di tempat


"Kalau kalian sengaja memanggilku dan putriku ke sini hanya untuk membicarakan masalah perjodohan, aku dan putri ku tidak keberatan untuk segera angkat kaki dari sini!" ucap kepala keluarga Vermilion dengan marah sambil menunjuk para pemegang saham


Mulanya, rencana yang keluarga Vermilion ketahui adalah hanya untuk melanjutkan kerja sama mereka saja


Ketika keluarga Oswald menelponnya, Oswald menyuruhnya untuk membawa anak gadisnya, namun tanpa pikir panjang, ia menyetujuinya karena ia mengira mereka mendapatkan undangan untuk makan bersama dari perusahaan Zee, ia tidak tau bahwa ada 1 alasan lain yang direncanakan tanpa sepengetahuannya


"Maaf tuan muda, saya akan tetap menanam saham di perusahaan ini, namun saya tidak tertarik menjual putri saya, saya izin undur diri" lanjutnya lagi yang mulai berdiri kemudian membungkuk diikuti oleh putrinya


Xeno yang melihat kebenaran dari mata pria itu dan mendengar semua ucapannya yang tulus, langsung tersenyum hangat kearah mereka, ternyata matanya memang tidak pernah salah menilai orang


"Keluarga Vermilion ini memang sangat unik, setelah nona ternyata masih ada orang yang tidak tergiur dengan ketampanan dan kekayaan Zee" batin Xeno tersenyum


Saat putri Vermilion mendongakkan sedikit kepalanya, matanya tertuju pada satu orang, ia terkesima melihat Xeno yang saat itu sedang tersenyum kearahnya, setelah selesai memberikan hormat, mereka berdua berdiri, namun tanpa sadar ia kembali menatap Xeno


"Apa-apaan dia" batin putri Vermilion


Saat itu, tampak sedikit rona merah yang mulai terlihat dipipi nona Vermilion, ia bahkan sempat salah tingkah sambil beberapa kali mengusap pipinya


Zee yang menyadari bahwa putri itu tiba-tiba menjadi salah tingkah saat melihat kearahnya, ia merasa aneh dan mencoba melirik ke samping, seketika Zee melihat Xeno yang sedang memberikan senyum hangat kepada orang yang baru mereka lihat hari ini


Saat Xeno sadar bahwa putri Vermilion melihat kearahnya, ia langsung merubah ekspresinya menjadi datar kembali


Di waktu yang sama, ketika mata mereka saling bertemu, putri Vermilion tiba-tiba jongkok, mencoba mencari sesuatu di lantai yang bahkan ia sendiri tidak tau apa yang sedang ia cari, tangannya meraba lantai di sekitarnya


Vermilion yang melihat itu merasa bingung, tentu saja Zee, Xeno dan orang-orang yang ada di ruangan juga kebingungan melihat tingkah nona dari Vermilion


"Ada apa nak?, kau kehilangan sesuatu?" ucap tuan Vermilion sambil ikut mencari


"Anting" jawabnya singkat sambil membuang antingnya ke arah pintu keluar namun tanpa melihat, ia merasa malu untuk mengangkat wajahnya karena rona yang terlihat jelas dipipinya


Mendengar ucapan putri Vermilion, semua orang ikut mencari dengan melihat sekeliling mereka, namun mereka tidak beranjak dari tempat duduk masing-masing


Zee dan Xeno hanya berdiri, mereka berdua mengambil kesempatan untuk menilai dan melihat kerjasama para pemegang saham


"Apa kau tadi memang memakainya?, beritahu kami warnanya" ucap putri keluarga Percy sambil ikut mencari


"Emas" jawabnya singkat sambil terus mencari


"Kira-kira ukurannya sebesar apa?" tanya putri keluarga Percy yang terus mencari


"Choco chip" jawabnya sambil terus meraba karena benar-benar merasa kehilangan, rona di wajahnya mulai menghilang karena panik akan anting kesayangannya


Beberapa menit berlalu, hanya putri dari keluarga Percy yang ikut mencari sambil berdiri mengitari ruang meeting, sebenarnya ia sudah menemukan anting itu, namun ia sengaja menggesernya ke pinggiran karpet hingga tidak dapat dilihat oleh siapapun


"Hey, kau lupa memberi tau bentuknya, apa aku harus menanyakan semuanya?" ucap putri keluarga Percy seakan ia benar-benar perduli


"Bunga mawar" jawabnya sambil berdiri dengan mata yang masih mencari-cari, melihat ke sekeliling lantai


"Oh, kau berdiri, artinya kau sudah menemukan antingmu kan?" ucap putri keluarga Percy untuk mencuri perhatian Zee


"Belum, tapi tidak apa-apa, aku tidak tau dimana antingku jatuh, maaf sudah merepotkan" ucap putri Vermilion sambil tersenyum kemudian membungkuk


"Nak, terima kasih sudah mau membantunya" ucap tuan Vermilion pada putri Percy


"Heheh, iya tuan" ucap putri Percy dengan senyum palsunya


Melihat kesopanan keluarga Vermilion, Xeno kembali tersenyum, senyumnya lagi-lagi membuat putri Vermilion terpaku


"Mereka bahkan memiliki sopan santun" batin Xeno sambil tersenyum kembali


".... Percy, untuk apa kau membantunya?, dia adalah sainganmu untuk mendapatkan Zee, apa kau lupa?" ucap ayah Percy dengan berbisik


"Bukankah kecerobohannya terlihat mirip dengan anak tiri ayah yang telah tiada?, aku hanya merasa kasihan" ucap putri Percy santai dengan suara pelan


"Kau ini... masih saja kekanak-kanakan, benar-benar tidak bisa membaca situasi" ucap ayah Percy geram


"Hehe, maaf" ucap putri Percy sambil memainkan ponselnya


"Kau ingin menikahi Zee atau tidak?" tanya ayah Percy sambil melotot geram


"Tentu saja, hanya aku yang berhak mendapatkannya" ucap putri Percy dengan suara lantang


"Apa katamu?, bukan kau yang berhak menentukan" ucap putri Oswald sambil melempar pulpen yang ada di atas mejanya


"Beraninya kau...!" ucap putri Percy geram sambil melempar kembali pulpen itu


"Sudahlah, melihat tingkahmu yang seperti ini, jangan terlalu banyak berharap" ucap papa Oswald dengan angkuh


"Jangan pernah meremehkan putriku! kau dengar?" ucap ayah Percy sambil meninggikan suaranya


Perdebatan dimulai kembali, meraka saling mengeraskan suara masing-masing, kepala keluarga Vermilion dan putrinya hanya bisa bertukar tatapan


"Kau bisa duduk di sini sebentar lagi, dan melihat drama spektakuler" ucap Zee, ia melihat kearah dua pasang orang tua dan anak itu sambil terus mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja


Awalnya, kepala keluarga Vermilion dan putrinya merasa binggung dengan ucapan Zee, namun mereka tetap menuruti apa yang di perintahkan Zee tanpa membantah


"Baik tuan muda" ucap tuan Vermilion dan putrinya itu bersamaan dan duduk kembali di kursinya


Para pemegang saham lainnya tidak mendengar ucapan mereka karena sibuk berdebat, mereka diam saat nafas mereka mulai tesengal-sengal


"Sudah selesai berdebatnya?" tanya Zee dingin dengan lirikan yang tajam


Mendengar ucapan dingin dan menusuk itu, mereka melihat kearah Zee dan mulai menyadari sikap mereka terlalu agresif, dan saat itu mereka langsung merubah sikapnya


"Maa..maaf tuan muda" ucap mereka bersamaan dan langsung membungkukkan sedikit badannya


"Kau mengajukan syarat?" ucap Xeno yang berdiri tegak di samping Zee dan melihat dengan tatapan tajam


"Iya sekretaris Xeno" ucap keluarga Oswald dengan sombong


"Kau juga mengajukan yang sama?" tanya Xeno lagi pada Percy dengan tatapan yang sangat marah


"untuk apa aku takut dengannya, dia hanyalah sekretaris" batin keluarga Percy


"Iya" jawabnya keluarga Percy lantang karena yang bertanya hanyalah sekretaris Xeno


"Apa kalian tidak mengenal tuan muda Zee? tanya Xeno yang sudah menggeretakkan giginya


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏