Another Person Life

Another Person Life
Merindukanmu


Alpha yang masih menemani gadis itu ikut tertidur, beberapa jam berlalu, mata gadis itu pun terbuka "Ugh, tanganku terasa berat sekali" batin gadis itu


Saat gadis itu ingin menarik tangannya, tiba-tiba pintu ruangan terbuka, terlihat beberapa perawat dan seorang dokter masuk keruangan


Dokter dan para perawat mendekat kearah tempat tidur, dan mata mereka semua tertuju pada Alpha yang sedang tertidur pulas


"Heemm?, Apa aku harus membangunkannya sekarang?" batin dokter terus menatap sambil menaikkan kedua alisnya


"Ah sudahlah, aku jadi merasa tidak tega karena dia seharian penuh menjaga gadis ini tanpa istirahat" batin dokter lagi lalu menatap ke arah sepasang tangan yang sedang berpegangan


Melihat mata sang dokter, gadis itu ikut melirik kearah yang sama, ia melihat Alpha tertidur dengan posisi duduk sambil menggenggam tangannya dengan tangan kanan, bahkan kepalanya hanya di alaskan dengan tangan kiri


Merasa kasihan dengan Alpha, gadis itu melirik dokter dan kembali melirik ke arah Alpha, dokter yang melihat gerak gerik mata gadis itu langsung mengerti


"Hei, bangunlah" ucap dokter sambil mengguncang tubuh Alpha


"Emmmmggghhhh" Alpha bangun dengan gaya khas bangun tidur, mengusap wajahnya lalu merenggangkan kedua tangan dan memijat lehernya karena terasa pegal


Perawat wanita yang melihatnya sangat terpesona


"Apa kau sudah sadar sepenuhnya?" ucap dokter kepada Alpha


Mata yang tadinya masih terasa berat karena kantuk, kini tersadar setelah mendengar suara dokter untuk kedua kalinya, ia menatap dokter dengan tatapan sedikit kesal


Namun, tiba-tiba Alpha langsung memalingkan pandangannya kearah samping sang dokter, terlihat beberapa perawat yang sedang melihatnya memasang tatapan memuja, ia pun langsung merubah ekspresinya dengan tersenyum ramah, kemudian melihat ke arah tempat tidur, wanita yang di tunggunya telah membuka mata


"Kau sudah bangun?" ucap Alpha


"Hei, kau ini kenapa?, kau melihat sendiri kalau matanya sudah terbuka, dan kau masih bertanya dia sudah bangun?, ternyata memang benar, bahwa orang yang baru bangun tidur itu nyawanya masih mengambang" ucap dokter sambil terkekeh pelan


Alpha tersentak kemudian ia memikirkan perkataan dokter "Ah, benar juga" gumamnya


"Bwahahahahahaha" tiba-tiba tawa dokter sangat kencang hingga menggundang gelak tawa para perawat juga yang ada di dalam ruangan


Gadis itu hanya bisa melihat interaksi didepannya


"Kau mengerjaiku?" tanya Alpha melirik kearah dokter


"Tidak, Eheemm... Oke, sekarang waktunya serius, aku ingin memberitahukan mu, hari ini sebenarnya perban nona sudah bisa di lepas, tapi aku malah melihatmu sedang tertidur pulas, tadinya aku tidak ingin membangunkan mu, tapi nona justru melirik karena ingin membangunkanmu, mungkin dia tidak tega melihatmu tidur dengan posisi itu, makanya aku langsung membangunkanmu" ucap dokter panjang lebar


"Benarkah?" tanya Alpha yang langsung melihat kearah gadis


Gadis itu hanya mengedip


"Aku sudah memberitahukan mu, sekarang minggir, aku ingin membuka perban nona ini" ucap dokter sambil mendekat kearah tempat tidur


"Jangan coba menyentuhnya, biar perawat yang membukanya" ucap alpha santai


"Astaga, anak ini" ucap dokter kesal


"Kalian, bantu nona ini melepas perbannya!" perintah dokter sambil menunjuk beberapa perawat


Perawat yang di tunjuk membangunkan gadis itu agar bisa duduk dengan nyaman, gadis itu hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan perawat, lalu perawat itu menyuruh gadis itu menutup matanya selama proses pembukaan perban


Gadis itu dengan patuh menutup matanya hingga memudahkan perawat itu membuka perban, perbannya pun dibuka dari bagian kepala dengan perlahan hingga sampai bagian leher, seketika itu pula tangan perawat terhenti


Karena pada saat itu semua mata tertuju pada sang gadis, mereka langsung terpesona ketika melihat wajahnya, rambut pendek dengan sepasang mata yang sedang tertutup hingga memperlihatkan bulu mata yang lentik sempurna


Alpha yang sangat antusias, ingin melihat dari awal proses pembukaan perban dan saat menatap wajah itu, Alpha bahkan tidak berkedip, begitu juga dengan dokter, mereka berdua seolah melihat wanita yang mereka kenal di masa lalu mereka


Gadis itu sebenarnya sudah merasakan bahwa perawat saat itu tidak melanjutkan membuka perbannya, namun ia hanya bisa tetap diam seperti patung


"Apa wajahku yang sekarang tidak enak dipandang?, hingga dia bahkan tidak sanggup untuk membuka perbanku?" batin gadis itu sedih sambil terus memejamkan matanya


Ruangan seketika sunyi, namun saat tiba-tiba jendela ruangan yang semula terbuka, dihempas oleh angin hingga menimbulkan suara yang sangat keras, mereka semua terkejut, termasuk gadis itu


Gadis itu bahkan sangat terkejut karena mendengar suara keras dari jendela yang sekarang sudah tertutup rapat


Saat Alpha menyadari bahwa posisi gadis itu hanya mematung, ia langsung melihat kearah dokter dengan tatapan tajam


Namun, sang dokter malah terus-terusan menatap gadis itu dengan menganga, ruangan pun menjadi terasa kekurangan udara, semua perawat merasa sesak


"Bisakah kau berhenti sekarang?, awas jika kau sampai menyukainya!" bisik Alpha sambil menatap tajam dan meremas pundak sang dokter


"Kau harus mengingat perkataanmu" ucap Alpha sinis sambil melepas pundak dokter


Dokter yang berdigik ngeri melihat tatapan itu, langsung memecah kecanggungan "Ayo semua keluar!, biar perawat yang membuka perbannya, kau tidak mungkin membiarkan aku melihatnya kan" ucap dokter sambil menarik Alpha


"Kalian!, segera selesaikan tugasnya dengan cepat" perintah dokter


"Baik dokter" ucap semua perawat


Dokter dan Alpha berjalan ke arah pintu


Gadis itu perlahan membuka sebelah matanya perlahan karena pergerakan para perawat terhenti lumayan lama


Melihat gadis itu mencoba membuka sebelah matanya, salah satu perawat membuka suara "Nona, tolong jangan membuka mata nona sekarang, kami akan menyelesaikan pekerjaan kami dulu baru nona boleh membuka mata" ucap salah satu perawat


Setelah semua perban telah terbuka "Nah, sekarang nona boleh membuka mata" ucap perawat senang


Saat membuka mata, gadis itu melihat tangannya yang putih mulus, kaki jenjang nan putih membuatnya tidak percaya, dan penasaran dengan bentuk wajahnya, ia meminta perawat membawa kaca, dan ia tidak percaya dengan bentuk wajahnya


"Wah..sangat cantik, apa ini aku?" bantin gadis itu sambil mencoba mengangkat tangannya perlahan


"Haa?, aku bisa bergerak" batin gadis itu


Gadis itu mengangkat tangannya dan mencoba menepuk-nepuk pipinya dengan pelan, ia takut itu semua hanya mimpi


Perawat yang melihat pun langsung memegangi tangan gadis itu "Nona, jangan menyakiti dirimu sendiri"


"Kenapa mereka berlebihan?, aku hanya menepuk pelan, bagaimana aku bisa menyakiti diri sendiri?" batin gadis itu sambil menaikkan alisnya dan terus menepuk pelan pipinya


Perawat yang lain merasa panik dan berlari keluar ruangan, begitu pintu terbuka, dokter dan Alpha yang menunggu sangat terkejut dan bertanya "Ada apa dengan wajahmu, kenapa sangat panik?"


"Nona memukul wajahnya sendiri" jawab perawat itu panik dan melebih-lebihkan


"Apaa?" Alpha dan dokter berteriak secara bersamaan


Alpha dan dokter melupakan kondisi gadis itu yang masih dalam proses pemulihan, mana mungkin bisa memukul


Karena ikut panik, Alpha langsung menerobos masuk kedalam diikuti dokter dan perawat untuk melihat keadaan gadis itu, gadis itu pun seketika menoleh saat mendengar pintu terbuka, ia melihat Alpha yang masuk dengan tergesa-gesa dan menghentikan aksi menepuk pipinya


Setelah masuk kedalam dan berada di samping tempat tidur gadis itu, Alpha terpaku sesaat, suaranya tercekat di tenggorokan, ia tidak bisa berkata-kata, wajah yang sangat ia rindukan kini ada dihadapan matanya, mata Alpha mulai berkaca-kaca


Dokter yang melihat sosok yang juga ia rindukan terpaku, hampir seluruh tubuh gadis itu menyerupai gadis yang mereka rindukan.


Alpha mendekati gadis itu dengan mata yang berkaca-kaca dan langsung memeluk gadis itu, gadis itu diam tidak bergerak namun juga merasa binggung


Para perawat yang melihat aksi Alpha justru membuat ekspresi yang berbeda-beda, ada yang menangis, terkejut, dan terharu


"Akhirnya aku bisa melihat mu lagi" ucap Alpha dengan suara bergetar


Gadis itu tetap diam dan tidak mengerti tetapi tangannya bergerak perlahan untuk membalas pelukan Alpha


Mereka melupakan perawat yang sudah melebih-lebihkan perkataannya barusan


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏