Anak Tak Diakui.

Anak Tak Diakui.
KEDATANGAN TIBA TIBA


Mendengar James terus memohon agar tidak membunuh nya, membuat Tian jengah dan kesal. "Kau menguji kesabaran ku?" tanya Tian. "Cepat katakan, kalau tidak akan ku bunuh kau sekarang juga." ancam Tian.


"Baik baik." ucap James gemetar


.


.


Beberapa tahun sebelum nya......


Seorang laki laki muda datang menemui James yang berada di kediaman nya. Dan di saat itu Navita juga ada di kediaman George. James merupakan kakak tiri Navita.


Pemuda itu datang tiba tiba kediaman George tanpa di undang. Pemuda itu bersama dengan 4 orang lainnya, mungkin seorang pengawal fikir James.


Pemuda itu menawarkan kerja sama terhadap Navita dan James. Mereka akan memberikan imbalan yang sangat besar dengan syarat mereka harus membuat Renata menderita dan akhirnya mati secara perlahan.


Mereka membuat rencana agar Navita masuk kedalam hubungan Haris dan Renata, merebut Haris dari tangan Renata. Setelah berhasil merebut Haris, Navita menjalankan misi selanjutnya, memberikan racun kepada Renata. Renata yang saat itu berada di rumah sakit tidak menyadari jika Navita memberikan racun kepada nya. Secara perlahan semua berjalan dengan lancar. Navita berhasil merebut Haris dari tangan Renata, dan dia juga berhasil membunuh Renata secara perlahan dengan racun yang di suntikkan ke tubuh Renata.


Selain uang yang di dapat dari orang yang tidak di kenal nya itu, Navita juga di untungkan karena bisa masuk ke keluarga Anderson dan dapat menikmati semua harta milik Haris.


..


..


..


Tian yang mendengar menjadi marah, ternyata Mama nya sakit sakitan adalah karena ulah dari Mereka.


"Bajingan, dasar manusia biadab." umpat Tian.


"Katakan, siapa yang memerintah kalian berdua?" tanya Tian marah sambil mencengkeram pipi James.


"Sa..saya tidak tahu, dan saya tidak mengenal nya." ucap James


"Bohong." ucap Tian dengan nada membentak


"Ti..tidak, sa..saya tidak bohong. Saya mengatakan jujur. Saya benar benar tidak mengenal nya, bahkan saya tidak tahu dia berasal dari mana. Dia hanya meninggalkan itu pada ku bersama dengan uang yang dia berikan, dan dia juga mengatakan akan melindungi saya jika terjadi sesuatu dengan saya." ucap James.


"Dasar tidak berguna." ucap Tian. "Bunuh dia Sam." perintah Tian meninggalkan mereka berdua.


James yang mendengar melotot. "Tuan ampuni saya." ucap James memohon.


"Tidak ada kata ampun untuk mu, karena kalian telah berani membunuh Mama tuan ku. Dan inilah balasan yang bagus untuk mu." ucap Samuel menodongkan pistol nya ke arah James


Door...Door...Door.


Samuel menembak kepala James berulang ulang, hingga membuat James mati di tempat.


Setelah membunuh semua penghuni rumah itu, Tian dan Samuel memerintahkan anak buah nya untuk membuang mayat mayat itu di hutan agar di makan oleh binatang buas.


Setelah selesai.


Tian dan Samuel pergi meninggalkan tempat itu. Tian tidak kembali ke markas, melainkan dia kembali ke Rumah nya.


Tian membersihkan tubuh nya yang sangat lelah, setelah itu merebahkan tubuh nya di ranjang. Tian menyalakan handphone nya dan di lihat nya banyak pesan masuk.


Tian membuka satu persatu. Dan yang terakhir pesan dari Ceril.


"Kenapa tidak membalas pesan ku? apakah kau sangat sibuk?"


"Kau tahu? Semua orang di rumah bertanya kepada ku, dengan apa yang kau lakukan pada ku. Apalagi Papi, Papi bertanya dengan hubungan kita saat mengetahui kau masuk ke kamar ku."


"Aku pusing menjawab pertanyaan mereka. Dan akhirnya aku pun menjawab, jika kita memiliki hubungan sebagai kekasih."


"Aku merindukan mu. Tian sayang, jawab aku😠😠"


Tian yang membaca pesan itu tersenyum. Tian hendak menghubungi Ceril, namun sebuah panggilan lain masuk.


"Tuan Alexander"


"Ada apa Tuan menghubungi ku?" batin Tian


Tian pun mengangkat nya. "Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Tian.


"Bisakah kita bertemu? Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan kepada mu." ucap Marx


"........Baiklah, kapan kita akan bertemu Tuan." tanya Tian.


"Besok, aku akan pergi ke negara C. Setelah aku sampai, temui aku." ucap Marx


"Baik tuan." jawab Tian


Setelah itu panggilan pun berakhir.


..


..


..


Pagi hari.


Setelah mandi, Tian nampak lebih segar. rambut nya yang basah membuat Tian semakin Waw, apalagi dengan tubuh nya yang belum memakai pakaian nya, membuat Tian semakin bertambah Sexy.


Hari ini Tian berencana akan datang ke perusahaan Anderson, sudah waktunya David harus mengganti semua kerugian nya.


Tian menunggu kedatangan Samuel untuk menjemput nya. Sambil menunggu, Tian menghubungi Ceril.


Tut...Tut...Tut....


Panggilan tidak di angkat.


"Kemana dia?" gumam Tian


"Tuan." sapa Samuel.


"Ayo, kita ke perusahaan David sialan itu. Sudah waktunya dia harus membayar kerugian ku." ucap Tian.


"Baik tuan." jawab Samuel.


Tian berjalan menuju mobil, Samuel seperti biasa membukakan pintu untuk tuan nya. Setelah itu mereka pergi menuju perusahaan Anderson. Tian memandang keluar jendela dengan diam, namun dalam otak nya dia berfikir apa yang akan di lakukan nya setelah ini.


Beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di gedung perusahaan Anderson. Tian keluar dan berjalan masuk ke gedung yang memiliki beberapa lantai itu, Samuel setia mengikutinya dengan membawa tas kerja tuan nya.



Banyak mata menatap kagum ke arah dua pria tampan yang baru saja masuk. Mereka semua seakan terhipnotis dengan ketampanan mereka berdua. Bagaimana tidak! Tian berjalan dengan gagah nya dan dengan wajah cool nya. Setiap karyawan wanita yang melihat seakan tidak ingin mengalihkan pandangannya dari wajah dua lelaki tampan itu.


Tian sama sekali tidak memperdulikan tatapan lapar setiap wanita kepada nya. Dia terus berjalan masuk menuju lift setelah mengatakan ke pihak resepsionis bahwa dia memiliki janji tamu dengan Presdir mereka.


Ting.


Tian dan Samuel keluar, berjalan menuju ruangan David. Sampai di depan Sekertaris David, Samuel bertanya. "Apakah tuan David ada?"


"Apakah anda sudah membuat janji dengan Presdir?" tanya Mila.


"Sudah." jawab Samuel seperti jijik dengan wanita di depan nya.


Ya, Samuel dan Tian tahu apa yang di lakukan Mila. Berhubungan dengan dua lelaki, David dan Dani. Saat meretas CCTV perusahaan Anderson untuk mencari perbuatan bejat adik kakak itu, Tian dan Samuel tidak sengaja melihat kelakuan wanita yang ada di depan nya.


Benar benar menjijikkan.


"Beliau ada di dalam, mari saya antar." ucap Mila sedikit cari perhatian melihat dua lelaki tampan di depan nya dengan sedikit menunjukkan bentuk tubuh nya. Berjalan melenggak lenggok layak nya cacing kepanasan.


Tian yang melihat sangat jengah, ingin sekali dia melempar wanita di depan nya keluar dari gedung itu.


Ckleek.


"Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda." ucap Mila.


"Siapa?" tanya David.


"Aku." ucap Tian dari arah belakang Mila.


Tian masuk tanpa meminta persetujuan dan duduk di kursi tanpa di minta oleh David.


David yang melihat Tian dan Samuel datang tentu saja kaget. Dia tidak menyangka bahwa Tian akan datang secara tiba tiba tanpa memberitahukan kepada nya terlebih dahulu.


David langsung berdiri dari kursi nya dan menghampiri Tian.


"Tuan Tian, kenapa anda datang secara mendadak dan tidak mengatakan kepada ku terlebih dahulu?" ucap David.


"Apakah itu perlu?" tanya Tian menaikkan satu alis nya. Tian menyilang kan kaki nya sambil mata nya menatap David.


".....Setidak nya saya bisa menjamu anda dengan baik." ucap David.


"Benarkah?" tanya Tian.


Tian melirik Samuel untuk segera mengatakan maksud kedatangan nya. Samuel yang tahu arti tatapan itu berkata. "Tuan David tanpa basa basi saya akan mengatakan maksud kedatangan kami. Kami menagih janji dengan apa yang sudah di sepakati, mengambil hak kami. Apakah semua nya sudah anda persiapkan?"


.......David diam, dia memang sudah tahu maksud kedatangan Tian. "Bolehkan saya meminta waktu sedikit lagi?" tanya David


Tian yang mendengar langsung mengerutkan kening nya. "Apakah anda ingin macam macam dengan saya?" tanya Tian. "Jangan bermain main dengan saya tuan David. Saya sudah memberikan waktu kepada anda terlalu lama, jika anda tidak membayar ganti rugi itu, saya akan melaporkan anda ke pihak berwajib." ucap Tian dengan nada penekanan.


"Tapi saat ini saya....." belum selesai David berbicara.


"Saya tidak mau tahu dengan permasalah anda. Yang saya inginkan pengembalian milik saya." ucap Tian.


"Tolong berikan saya waktu lagi." ucap David


"Tidak bisa." jawab Tian dengan cepat


David merasa geram, dia mengepalkan tangan nya. Marah itu lah yang dia rasakan.


"Jika anda tidak melunasi dalam waktu siang ini, saya akan melakukan sesuatu yang dapat menghancurkan mu." ancam Tian.


"Ayo pergi." ucap Tian kepada Samuel. Tian keluar membiarkan David yang menahan Amarah.


Setelah Tian pergi.


Aargh....


Prang....


David memecahkan meja kaca. "Bajingan kau Tian." ucap David.


David menghubungi Aron, namun sial nya nomor itu sudah tidak bisa di hubungi.


Sial..


"Apa yang harus ku lakukan. Ah..Mama, ya Mama. Aku harus meminta bantuan kepada Mama." ucap David


.


.


.


💞💞💞💞💞💞💞


Selamat membaca


Jangan lupa like nya dan komen nya, agar Autor semangat update nya.