Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 63 pesan dari mas Surya


Satu minggu sudah warna dan anak anak nya tinggal di kampung , banyak yang memberi dukungan dan suport kepada warna , walau masih ada segelintir orang yang memberi cemooh dan kata kata pedas ke warna. Namun warna tak pernah menanggapi karena menurut warna yang penting keluarga intinya mendukung keputusan nya.


"gimana rasanya menjanda di usia muda dengan anak tiga na" tanya buk lek warna mengagetkan orang seisi rumah karena bulek tiba tiba datang dari pintu. Memang selama di kampung warna baru pertama kali ini bertemu bulek katini , saudara dari ibu warna


"makanya na urus badan dulu biar suami senang dan tidak tergoda dengan wanita lain, ini belum sempat berbenah diri udah brojol lagi , sekarang baru terasakan " ucap bulek pedas


"bulek tidak seharusnya bulek ngomong seperti itu , harusnya kita sama sama kasih kekuatan kepada mbak warna bulek bukan mencemooh dan menyalahkan mbak warna", ucap sari adik warna


" terus mau ngomong apa lagi, lihat tu si warna bisa nya cuma nyusahin bapak kalian saja, kalian kira gampang menghidupkan tiga orang anak masih kecil kecil, apa yang bisa ia lakukan sekarang kalau tidak dengan cara menyusai ayah kalian " jawab buklek katini


"Saya tidak pernah merasa di susah kan oleh anak dan cucu saya mbak, saya juga tidak pernah merasa berat menghidupkan cucu saya " ucap ayah warna pulang dari kebun


"Samsu Samsu, sekarang kamu yang ngomong nya gitu, tapi coba rasakan 3 sampai 4 bulan mendatang apa lagi sampai mereka sekolah ,masak iya kemarin kamu biayai anak kami warna sekolah , sekarang kamu pula yang biayai anak nya warna alias cucu mu, berfikir lah panjang Samsu" ucap bulek Katini terhadap ayah nya warna , yang bernama Samsu


" maaf bulek mungkin bulek salah mengartikan kehadiran saya dan anak anak disini, saya pulang kampung setelah perceraian saya selesai hanya karena saya ingin menenangkan hati dan fikiran saya dari semua yang terjadi kemarin" ucap warna ke bulek nya


"dan masalah kehidupan anak anak saya, bulek juga tidak usah kwatir saya juga tidak akan berpangku tangan bulek, saya juga tidak berniat bahkan tidak ada terfikir kan sama sekali oleh saya kehidupan kami di tanggung oleh ayah saya" ucap warna tenang dan dengan suara yang rendah karena tidak mau berdebat dengan bulek nya.


"hmmm pandai bicara sama saya, tapi sama suami sendiri nol besar" ucap bulek pergi


"ngak usah di pikirkan apa yang di bilang bulek mu na, kan kamu tau Beliau memang seperti itu" ucap ayah warna


"iya mbak bulek itu baik kok aslinya, cuma ya gitu mulut nya kadang tidak bisa di rem " ucap sari


"ngak apa yah dek, bulek benar kok , warna tau apa maksud bulek cuma cara penyampaian bulek yang kurang tepat tapi warna memaklumi kok yah dek" ucap warna


Ting, pesan masuk dari handphone warna, ada pancaran senyum di wajah warna setelah membaca pesan tersebut


✉️"Assalamualaikum ma, ini Niko minjam handphone nya papa kami rindu mama, kapan mama pulang ke kota karena kata bunda Kinara mama pulang kampung" itu isi pesan tersebut


✉️" waalaikumsalam anak mama yang ganteng, mama dek akbar Attar dan dek Zahira juga kangen banget sama Niko dan Chika yang manis, secepatnya mama pulang ke kota ya nak " balas warna


✉️" oke mama , nanti kabari Niko dan Chika ya ma" balasannya kembali


✉️"sip sayang" ucap warna , warna tersenyum membalas pesan tersebut


"Hem Hem senyum senyum ini kayak kasmaran aja" ledek sari


"kasmaran apa an sih, ini Niko kirim pesan, anak itu manis sekali dek" jawab warna


"papa nya manis juga ngak mbak" tanya sari iseng


"hmmm belum pernah coba dek" jawab warna tertawa


"ada rencana mau coba ngak" sari


"ngak tau kalau ngak di coba mbak" jawab sari


"udah ngak mau asal coba " jawab warna


"mau coba apa kalian" tanya ayah nongol dari kamar beliau, merek terdiam .di saat kesunyian bunyi pesan masuk lagi ke handphone nya warna dari nomor yang sama


✉️" sama papa ngak kangen ma" pesan dari handphone Surya


"hmmm Niko Niko ada ada aja kamu nak" gumam warna lucu


✉️" Niko 🙄🙄🙄" balas warna , karena ia ngak tahu mau balas apa ke Niko


✉️" Mama 😁😁😁" balasnya lagi


✉️" udah sana mandi, udah sore mama mau mandikan adek dulu ya , daaa" balas warna


✉️" oke mama manis" balasan dari handphone Surya


✉️" 🥰🥰😍" warna


✉️😍😍😍" Surya


"itu yang balas anak nya atau bapak nya tu mbak, kok aku ngak yakin si Niko ya" tutur sari ngintip handphone warna


"ya Niko la masak mas Surya , ada ada aja kamu dek" ucap warna meyakinkan walaupun ia sedikit ragu


" mbak aja ragu" ucap sari lari ke dalam kamar tempat Zahira tidur


"masak iya mas Surya " ucap warna penasaran


POV Surya


Hahahhaha hahahhahaah


ada untung nya juga si Niko minjam handphone untuk menghubungi warna. Awalnya aku cuma pengen tahu aja isi pesan mereka, eh ternyata ada isi kangen kangen nan nya. ya sudah saya kerjain dong selagi hati suka eh si warna ngira nya masih si Niko .


Masak iya warna ngak curiga aku balas pesan dia, mana mungkin si Niko nanya beginian " sama papa ngak kangen ma" hahaha tapi kok aku berharap warna kangen aku ya seperti aku merindukan nya eh. Mana lama lagi di kampung nya mama sama anak anak udah pada nanyain dia, kata sih Shindy masak iya si warna di kampung sampai Iddah nya habis.


Terimakasih telah mampir ..


jangan lupa like coment dan vote nya


terimakasih..