Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga

Aku Dimadu Saat Hamil Anak Ke Tiga
Bab 36. Bukti perselingkuhan


" Hallo, Assalamualaikum yah " warna sedang menelfon ayah nya dalam kamar anak anak selagi Arsya lagi di luar rumah bersantai dengan handphone milik nya


"waalaikumsalam nak, kenapa nak" jawab ayah warna di sebelah sana


"Yah, maaf yah warna ngak bisa lagi mempertahankan rumah tangga warna sama mas Arsya lagi yah, maaf warna bikin ayah malu yah, sungguh yah warna sudah ngak sanggup lagi yah, cukup sekali warna memberi kesempatan dan ternyata kesempatan yang warna kasih di sia siakan mas Arsya yah" tutur warna dengan sedih


" Nak, kenapa ayah harus malu nak, ambillah keputusan yang membuat mu bahagia nak, karena kamu ber hak bahagia nak bersama cucu cucu ayah nak, ayah dan semua keluarga kita disini, semua saudara saudara mu mendukung apa pun keputusan yang kamu ambil nak" ucap ayah warna


"makasih ya yah, na mintak doa ayah ya yah" balas warna


"ayah akan selalu mendoakan mu nak, doa ayah akan mengiringi disetiap langkah mu " ucap ayah mengakhiri panggilan.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, palin tidak disaat saya seperti ini, saya tidak sendirian, saya di masih di kelilingi orang orang baik, sahabat sahabat saya, ayah dan keluarga saya yang selalu men suport saya, serta senyum dari anak anak yang membuat saya kuat seperti ini, semoga jalan untuk mendapatkan bukti mas Arsya selingkuh dipermudah" gumam warna dalam kamar anak anak


Anak anak sudah tidur, dan Arsya masih di depan rumah.


"saat nya obat tidur yang di beri bunda Shasha tadi beraksi " ucap warna dalam hati " syukur bunda Shasha pulang nya cepat, jadi sebelum isya obat ini udah di tangan ku " sambung nya dalam hati sambil membuat kan Arsya minum


"mas ini di minum" ucap warna lembut


"hmm o makasih dek, sudah lama mas tidak merasakan minuman buatan adek" ucap Arsya girang "mungkin warna sudah mulai berubah dan mau seperti dulu kala" ucap Arsya dalam hati lalu meminum air yang di buat warna tersebut


"sama sama mas" balas warna tersenyum.


Tak berselang lama, Arsya merasakan pusing dan mengantuk


"dek, kepala mas pusing dan sangat mengantuk, mas mau tidur dek" ucap Arsya sambil menguap


"iya mas, tapi jangan tidur disini mas, dalam kamar aja gih" balas warna "repot juga nanti kalau tidur di luar " warna dalam hati


"cepat juga obat yang di kasih bunda Shasha bekerja nya " gumam warna sambil masuk dalam kamar


"waww udah ngorok aja kamu ya mas Arsya" sambil mengambil handphone Arsya dan tentu saja handphone terbuka dengan jempol Arsya


Warna mulai melihat semua foto di galeri, tapi nihil tidak ada foto foto yang aneh, malah isinya cuma foto anak anak . Lalu warna membuka aplikasi berwarna hijau dan melihat semua pesan , juga sama hasilnya nihil ,tidak ada chatinggan yang mencurigakan.


"Hebat kamu mas, menyembunyikan semuanya dari aku, sampai sampai chattingan kamu pun bersih mas " ucap warna


Warna, membuka dan melihat semua kontak dari aplikasi hijau tersebut. Tidak ada yang aneh, tapi tangan warna berhenti ketika melihat nama kontak pak satpam


"pak satpam, pak satpam siapa ya, tapi kok pict profil nya gambar lukisan wajah perempuan gini ya, masak iya laki laki pakai pict ini " ucap warna penasaran


Ting, pesan dari pak satpam


"Iya mas kenapa P , kangen ya? heheh mas sich aneh aneh aja, masak bikin peraturan kita ngak boleh chattingan atau komunikasi kalau mas udah di rumah , kan aku kangen mas" balas dari pak satpam


Deg, " OOO jadi kontak pak satpam ini selingkuhan kamu mas, mas mas niat banget bikin kontak" ucap warna "aku balas lagi ah" sambung warna


"Pak satpam" klik terkirim , tentu saja ini nomor Wati selingkuhan Arsya


" Iya aku tahu mas, Pak satpam yang jaga hati kamu kan hehehe, kan udah aku bolehin nama aku pak satpam di handphone kamu supaya istri tua kamu ngak tahu" balas Wati


"kurang ajar kamu mas, istri tua? Dan perempuan ini bahkan sudah tahu kalau Arsya sudah punya istri, Ya Allah " ucap warna sedih " ah ngak usah sedih bagus aku manfaatin gundik ini " sambung warna


"sayang, kirim dong foto foto mesra kita" balas warna ke wati


"kenapa mas, bukannya kamu ngak mau simpan foto foto mesrah kita takut nanti istri mu tau" balas wati


"aku rindu sayang" balas warna


dan Ting Ting Ting Ting, semua di foto di terima dan terbuka.


"waw, mas mas memang kamu ngak akan berubah" ucap warna dan mengirim semua foto foto tersebut dan kontak satpam ke handphone nya


"makasih sayang , ya udah kamu tidur lagi ya, jangan balas chatting ku lagi, nanti ketahuan sama istri tua ku" balas warna


"dah satu lagi chatting malam ini, ngak usah di bahas ya, soalnya aku malu membahasnya karena mengingkari peraturan yang ku buat, i love u sayang" balas warna lagi


"iya sayang , love you too, kamu gengsian deh, bye" balas kontak satpam alias Wati


warna menghapus semua bukti chattinggan dengan kontak satpam beserta dengan foto foto yang telah tersimpan.


"akhirnya dapat juga bukti bukti perselingkuhan mu mas" ucap warna , lalu berusaha memejamkan mata yang lelah..


Hallo semuanya .


terimakasih ya atas suport nya..


mohon like dan vote nya. ..


Terimakasih