
Bright memutuskan dirinya untuk berangkat sekolah bersama win, karena kalau bian yang datang dia harus pura-pura lupa ingatan soalnya dia gak tau apa yang bright lakukan selama dia tidak ada.
Namun akhir-akhir ini bright seperti menyibukan dirinya sendiri dan dia merasa gelisah walaupun bright ada didekatnya.
"Hei??" Panggil win dan bright langsung nengok sambil mengelus pipinya lembut.
"Ada apa?" Tanya bright.
"Jangan jauh-jauh aku khawatir." Win menautkan tangan mungilnya dengan tangan bright yang berurat.
Bright cuma tersenyum dan memegang erat tangan yang sudah win tautkan di sela-sela jarinya.
Gun dan Mike terdiam sejenak melihat keakraban mereka, mereka masih diambang kebingungan karena persoalan si kembar, apalagi gun yang akhir-akhir ini khawatir tentang bian yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.
"Woy bian?? Bukannya Lo mau ikut nyanyi di panggung?? gue belum liat Lo latihan akhir-akhir ini, gimana kalau Lo nyanyi di depan??" Tanya salah satu teman sekelas mereka.
"Gue??" Bright nunjuk dirinya.
"Iya elo lah masa win, apa win juga mau ikut nyanyi??" Tanya mereka.
Gun panik apalagi Mike, soalnya mereka gak tau kalau itu bukan bian, apa bright bisa nyanyi?? Setelah di pikir lagi memang bright mirip dengan bian tapi kepribadian mereka ternyata berbeda.
"nggak lah, bian lagi gak enak badan jadi jangan dulu." Ucap Mike karena dia tau gun gak bakalan bisa ngomong ke mereka.
"It's okey, gue bisa ko." Ucapnya.
"Beneran??" Tanya win.
"Gitarnya mana??" Tanya bright.
"Bian mau nyanyi woy, ambilin gitarnya." Teriak mereka kesetanan.
Ntah kenapa semua orang mau mendengarkan bian menyanyi, satu hal yang mereka tahu, bian gak bisa nyanyi bahasa Inggris, tapi....
"Gue mau nyanyiin lagu barat, Taylor Swift judulnya enchanted." Ucap bright sambil duduk di depan dan membenarkan gitarnya.
Semuanya diam soalnya mereka gak mau berkomentar, mungkin bian udah bisa nyanyi bahasa Inggris?? Mungkin dia udah latian dari kemarin-kemarin??
Kamera untuk rekaman pun di mulai, bright awalnya mengetes gitarnya dan jarinya makin bergetar, dia menatap win yang sedang menatapnya dengan tatapan berbinar.
Win menunggu bright menyanyi dan memainkan gitarnya, dia tahu bright masih belum sembuh total.
Bright yang awalnya gugup dan tangan yang Tremor sekarang kembali normal, dia mau menyanyikan lagu ini untuk win, hanya untuk dia.
This is me praying that,
This was the very first page..
Not where the story line ends...
My thoughts will echo your name, until I see you again...
These are the words I held back, as I was leaving too soon.....
Win merasa hatinya retak saat mendengar suara bright dan lirik lagu terakhir meskipun dia agak bego bahasa Inggris tapi dia tahu arti lirik lagunya karena pengucapan bright sangatlah jelas untuk di dengar.
I was enchanted to meet you...
mata win mulai berair, ntah kenapa, tapi dadanya mulai sesak saat dia menatap seseorang yang dia cintai.
Please don't be in love with someone else
Please don't have somebody waiting on you,
Please don't be in love with someone else
Please don't have somebody waiting on you...
Meskipun hanya beberapa detik mengeluarkan suara tapi mereka langsung bersorak saat bright berusaha tersenyum dan menatap win.
"GILA BIAN, LO HEBAT BANGET, SEJAK KAPAN LO BERKEMBANG BIAK." Teriak satu kelas.
"Lu kira dia hewan berkembang biak." Mike menampol salah satu temannya.
"Bukannya suara bian terlihat beda??" Tanya salah satu cewek.
"Kenapa?? Lo jatuh hati??" Tanya gun.
"Diiihhh, kan dia punya win?? Gue yang kaya gembel mana bisa jadi saingannya??" Merendah untuk menjadi ketua ship mereka.
Tapi win hanya terdiam saat bright selesai memainkan lagunya, tiba-tiba win berdiri dan pergi keluar kelas, untungnya jam pertama kosong gak ada guru cuma tugas tambahan.
"Win?? Win??" Teriak bright menyusulnya.
"Win kamu mau kemana?" Teriak bright menyusulnya.
"Win please!!! Berhenti, win??" Bright berhasil memegang tangan win dan membalikan badannya.
"Ada apa??" Tanya bright.
Win menutup wajahnya dengan kedua tangannya, bright mencoba melepaskan kedua tangannya dan melihat win menangis.
"Kamu kenapa?? Hmmmm??? Ada yang sakit??" Tanya bright panik.
Win menggeleng karena dia gak bisa bicara, suaranya hilang karena dia lagi menahan tangisan yang membuat dadanya sesak.
"Apa ini sakit??" Tanya win suaranya mulai keluar.
Dia menempelkan tangannya ke dada bright dimana detak jantungnya masih berdetak kencang, win menyukai irama detak jantung bright, win suka tatapan bright yang sangat mencintainya.
"Nggak sakit sama sekali." Senyum bright sambil mengecup kening win dengan lembut.
Mereka malah duduk berdua di UKS dan ijin kalau bian lagi sakit jadi gak bisa ikut kelas, ntah apa yang akan terjadi sama bright kalau win terus membebaninya.
"Bian Lo mau videonya gak??" Tanya mereka.
"Nggak, hapus aja kalau bisa." Ucapnya dingin.
"So keren bangsat." Ucap mereka.
"Kirim gue aja, nanti gue yang kirim ke dia." Ucap win.
"Okey win." Ucapnya.
"Btw tadi gue siaran langsung di insta, terus ada yang komen, bukannya bright udah lulus SMA?? tapi dia pake b.inggris Katanya gitu, Lo punya kembaran bi??" Tanya nya.
"Mungkin mukanya mirip gue, tapi tetep gantengan gue lah." Sombongnya.
"Gak bisa di biarin ini, lu lama-lama ikutan daftar ke agensi biar jadi model atau aktor." Ucap mereka terus mereka pada ketawa.
Win juga sejenak melepas stressnya karena orang yang dia khawatirkan sedang tertawa bersamanya.
•°•
Jam pulang sekolah mereka langsung ke arah parkiran untuk menaiki motornya, bright memang memilih untuk membawa motor biar lebih merasa bebas dan win juga menyukainya.
Ting, notif hp masuk.
"Ban gue bocor, Lo dimana??"
Pesan itu dari gun dan win langsung mengadu sama bright.
"Kirim alamatnya, nanti kita kesana." Ucap bright dan win cuma ngangguk.
Setelah beberapa lama mereka sampai dimana gun yang lagi berdiri di depan mobilnya, win turun dan mengecek keadaan gun.
"Lo gak papa kan??" Tanya win tapi dia melihat baju gun sedikit kotor.
"Mundur!!" Bright menyembunyikan win dan gun di belakangnya.
Win melihat beberapa orang yang keluar dari belakang mobil gun, meskipun gun anak SMA tapi dia emng udah punya SIM dan bisa bawa mobil sendiri.
"Siapa yang nyuruh kalian??" Tanya bright.
"Lo tau keadaan Drake kan?? Gara-gara elo semua, gue jadi bahan tertawaan kakaknya si Luke bangsat." Dia melempar kayu yang dia bawa.
"Gue udah nungguin Lo masuk sekolah buat ngehajar Lo, karena semenjak Lo gak sekolah gue susah nemuin Lo bian." Ucapnya.
"Panggil yang lain." Ucapnya.
Mereka memanggil yang lain, jalan itu di tutup lagi dengan alasan perbaikan jalan, jadi tidak akan ada yang berani masuk ke area mereka.
"Gue juga ngerasa aneh, kenapa akhir-akhir ini Lo agak beda dari biasanya?? Apa karena Lo udah lama gak ngeluarin carak Lo dan sekarang jadi tumpul??"
Bright ingin menghajar lelaki yang di depannya, dia muak bertemu orang asing, mereka beneran asing baginya dan baru melihatnya, mungkin?
"Gue gak tau Lo siapa tapi kalau alasan Lo nyakitin win, maju sini." Ucap bright.
"Bri?? Lo lagi sakit kan??" Tanya gun.
"Sakit?? Liat gue?? Apa gue kelihatan sakit??" Tanya bright.
Urat lehernya terlihat jelas, bright kalau udah marah juga emng menyeramkan, win juga yang mau menenangkannya tidak bisa karena cowok yang ada di depannya keras kepala.
Gun juga tidak bisa berkata-kata, dia waktu itu melihat bright kesakitan seperti orang yang tidak akan selamat dan mati begitu saja, tapi sekarang melihat sosok bright yang mau melindungi win merasa bright memang pantas untuk menjaganya.
"Pukul dia sampai sekarat." Ucapnya.
Sebelum mereka menyerang bright maju duluan dan mukul seseorang yang dari tadi ngomong terus memakai helmnya sampai dia terjungkal.
"Bawa win pergi dari sini." Ucap bright sama gun.
"Gue bawa pergi win pake apa?? Pake motor gede Lo sedangkan gue??" Bright lupa kalau gun itu pendek dan mungil.
Persetan dia harus melawan mereka dulu untuk mengulur waktu, dia sudah kirim pesan sama Gulf untuk menemuinya karena chat yang gun kirim tadi merasa dia lagi di jebak, bright gak sebodoh itu untuk dijebak.
"Arghhhhhh, lepasin!! LEPASIN GUE." Teriak win.
Tamparan kuat dengan tangan besar membuat win terhempas dan terduduk diatas aspal, lengannya lecet, bibirnya terluka karena dia ditampar 2 kali yang membuat bright marah.
Bright datang dengan tendangannya membuat dia terjungkal dan langsung memukulnya dirahang dengan keras, hidungnya dia tonjok habis-habisan membuat mereka terdiam.
"Siapa Lo berani nyentuh dia?? HAH?? JAWAB??" Bright terus memukulnya sampai dia mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Kak udah!! KAK???" Teriak win karena yang di pukul sepertinya hampir sekarat.
Salah satu dari mereka lari dan memukul punggung beserta belakang kepala bright yang membuat win langsung berdiri dan mendorongnya tapi dia malah dipukul balik.
"Gue bilang jangan sentuh milik gue." Dia mengambil helm dan membantingkannya lagi, kepalanya berdarah dengan helm yang retak, semua orang maju mau memukul bright tapi suara gemuruh motor datang membuat mereka mundur lagi.
"Lo gak papa??" Gulf datang bersama teman-temannya.
"WOYY?? BIAN??" Teriak Gulf karena bright sedikit linglung.
"Gue gak papa, urus mereka, gue mau bawa win kerumah sakit." Ucap bright.
Gulf merengut aneh, yang harus mendapat perawatan bukan cuma win, tapi juga dirinya karena belakang kepalanya berdarah tapi dia masih bisa berdiri dan tersadar.
^^^**TBC➡️^^^
...Maaf telat update 😭😭😭❤️**...