365 Hari Brightwin

365 Hari Brightwin
Bian ada dua


Bright tidur di atas ranjangnya dengan perasaan gelisah dan dadanya yang masih sesak, ntah kapan dia akan menjalani donor jantungnya, tapi yang dia pikirkan adalah keselamatan win.


Meskipun dia baru mengenal win beberapa bulan, tapi rasa sayangnya sama win tidak berubah, dia yang sudah membuat bright sadar betapa pentingnya hidup orang lain di banding dengan dirinya.


Bright yang selalu menyia-nyiakan waktunya, bersenang-senang dengan cewek di bar, mabuk dan bermain tanpa mempedulikan kesehatannya karna dia sudah stress dengan hasil yang selalu sama.


Donor jantung itu adalah hal penting bagi bright, kuliah di Swiss juga prioritas pertamanya, namun setelah tinggal bersama win satu rumah, bright sadar, sehat itu penting dan mempunyai orang yang tersayang itu penting.


"Lo belum tidur??" Tanya Tay nyelonong masuk karna kamarnya gak ada pintunya.


"Lo percaya gak kalau gue bisa suka seseorang??" Tanya bright.


Tay duduk di kursi sambil menatap bright, tay juga baru datang hari ini, dia kesini langsung supaya bisa mengawasi bright pulang dengan selamat dan tidak keluyuran seperti di Amerika.


"Awalnya gak percaya, tapi liat ekspresi Lo sekarang gue tau kenapa Lo ngotot banget gak mau pulang." Ucap Tay.


"Hahaha, Lo tau win kan?? Pacarnya bian??" tanya bright


"Yg pernah Lo upload, lumayan cantik dan kayaknya baik." Ucapnya.


"Iya dia baik dan gue jatuh cinta sama win, pandangan pertama, gue gak pernah ngerasain jantung gue berdebar bukan karna sakit, tapi karna terlalu kesenengan." senyumnya.


"semoga aja win bisa tau apa yang Lo rasain, mungkin kalau dia suka sama Lo dan masih nganggap Lo itu bian, gue gak tau mau ngomong apa."


"masalah itu gampang, sekarang gue mau menyelesaikan masalah disini dulu, Lo mau kan bantu gue??" Tanya bright.


Tay belum pernah liat bright seprustasi ini, biasanya bright gak ada attitude nya, kasar dan blak blakan bikin dia stress, tapi sekarang lebih stress.


"Lo mau nangkep ayahnya win kan??" Tanya Tay.


"Itu juga iya, ada masalah lain, waktu gue pertama kali kesini, gue nntn balapan motor dan semua orang tau siapa bian."


"Bian yang mukannya polos gitu sering ke arena balapan??"


"Bukan gitu aja, bian mantan pembalap dan semua orang tau dia, dia sering menggunakan obat-obatan, mabuk dan menggila, setelah gue telusuri ternyata bian sama stressnya kaya gue, karna dia penyakitan juga jadi dia menghibur diri sendiri, tapi katanya dia berhenti pas kenal sama win."


"Win jago juga bisa luluhin dua cowok, mana sodaraan juga." Bright tertawa lepas.


"Jadi rencana Lo apa aja??" Tanya Tay.


"Gue mau bikin pelajaran sama orang yang udah mengganggu win, semua orang yang terlibat di arena balapan, bian bikin perjanjian kalau dia gak akan kembali ke arena dan kalau melanggar win yang akan jadi taruhannya."


"Jadi maksud Lo, pas Lo nntn balapan, mereka ngenalin Lo dan mengira kalau lu itu bian??"


"Betul sekali, makannya semua masalah berawal dari gue, gue yang udah bikin win menderita."


"Menurut gue semuanya salah bian, jadi Lo gak usah nyalahin diri sendiri." Tay mengelus pundak temannya itu dan pergi keluar kamar.


•°•


Disisi lain Drake mengawasi gerak gerik bright, dia melihat saat win terjatuh dan melihat bian yang baru pertama kali muncul, dia juga melihat orang yang mirip di dalam rumah itu, itu adalah pertengkaran pagi tadi, Drake melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Dia menyuruh orangnya untuk mencari tahu siapa bian yang asli dan siapa yang palsu, mungkin mereka kembaran atau juga adik kakak yang mirip, Drake juga tidak tahu siapa bian yang asli karna waktu bian menginjakan kakinya di arena balapan, dia seperti tidak tahu apa2 soal taruhan itu.


Drake masih memaklumi karna bian memang penyakitan dan sebentar lagi mati, Drake tidak terlalu memperhatikannya dan sekarang dia tahu kalau win dijaga oleh dua orang.


"Hallo???" Drake menelpon seseorang.


"Kak ini gue," walaupun masih terluka, Drake memaksakan dirinya karna dia terlalu terobsesi dengan win.


"Bian ada dua orang, aku sudah menyuruh yang lain mencari tahu siapa yang satunya lagi."


"Jadi apa mau kamu??" Tanya kakaknya.


"Aku mau keduanya menderita, bawa win kehadapan ku." Ucap drake


^^^**TBC➡️^^^


takut lupa Drake yang mana, ini orangnya ya, si alis tebal yang nyebelin**