![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Pertarungan Apollo dan Las berlanjut.
Seni Bertempur Pantomim Transenden Kas terus menyambung serangan demi serangan. Namun, Apollo juga tidak kalah. Dia terus bertahan sambil menyerang bila terdapat celah.
Setelah 30 menit berlalu, pertarungan puncak mereka berdua dimulai.
"Haaa … Haaa …."
"…."
Apollo dan Las terengah-engah. Nafas yang berat dapat dirasakan, hanya dari mendengar dan melihat. Sedangkan Kas hanya menunjukkan kelelahannya melalui tubuh.
Meski mereka memiliki statistik luar biasa, mereka akan segera mencapai batas. Itu semua karena skill, kemampuan dan buff yang mereka aktifkan secara bersamaan, membuat pemborosan sumber daya atau sumber daya yang dikonsumsi akan lebih banyak dari seharusnya. Akibatnya, kelelahan mental dan tubuh tidak bisa terhindarkan.
Dan lagi, meski pertarungan berlangsung selama kurang dari satu jam, bagi mereka, pertarungan itu sama seperti satu tahun atau mungkin lebih. Itu disebabkan karena akselerasi pikiran ekstrem yang membuat waktu terasa berjalan lambat.
Demi mencapai kemenangan, semua kemampuan, skill dan buff diaktifkan. Akibatnya, beban pada tubuh dan mental menjadi besar. Namun, itu belum seberapa bagi mereka. Itu hanyalah bagian kecil penderitaan yang pernah mereka alami.
Star God Martial Art!
Apollo yang terengah-engah mulai menarik lengannya ke belakang dengan kuat.
'Sial! Aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Tubuhku akan segera mencapai batas. Dan lagi Kas sialan itu juga sama sepertiku. Kalau begitu, aku akan mengakhiri ini dengan serangan terkuat milikkku!' kata Apollo dalam hatinya.
Kemudian, energi sihir kuning yang tersebar di seluruh tubuh, mulai dipusatkan pada tangan kanan dan tombaknya.
'Kau sudah lama menemaniku selama ini … Astery-dory!' Apollo menatap lama tombak miliknya.
Sekilas, ingatan-ingatan dari pertarungan yang tak terhitung jumlahnya muncul. Itu adalah pertarungan di mana dirinya selalu menggunakan tombak miliknya, Astery-dory. Meski sebagian besar berisi pertarungan dirinya melawan bayangan Kas, semua itu cukup berharga bagi Apollo.
Di sisi lain, Kas yang juga dalam kondisi yang sama dengan Apollo, memahami niat Apollo.
Jika mereka tidak mengakhiri pertarungan sekarang, pemenang tidak akan muncul. Semua orang kalah. Bukan sama-sama menang ataupun seimbang.
Kemudian, Kas menutup mata dan aura silver terpancar keluar. Itu adalah Energi Transendental yang berasal dari fisik yang telah melampaui batasan dunia. Selanjutnya, dia membuka mata. Namun, tidak ada bola hitam di sana. Hanya ada warna perak.
Itu adalah Pantomime Transcendent Battle Art, Maximum Mode.
Kesadaran Kas diperkuat hingga ke titik ekstrem dan begitu pula dengan fisiknya. Energi Transendental yang tadinya hanya memberikan kekuatan dari luar dengan pelapisan pada tubuh, kini menyatu dengan tubuh dan jiwa Kas.
Darah, daging dan tulang. Itu semua diperkuat dengan Energi Transendental. Sedangkan jiwanya, diberi Energi Transendental melalui jantung, perut dan otak sebagai perantara.
Kemudian, dia merentangkan kedua tangannya ke samping dan sebuah lonjakan energi terjadi. Pilar silver terangkat ke atas dan Apollo sedang dalam pose melempar tombak.
Melalui imajinasi dirinya sendiri, Kas membuat sebuah serangan tak terlihat yang mampu mengalahkan Apollo.
'Kas, kau memang hebat. Pertumbuhan yang dirimu alami telah melampaui ekspetasi-ku. Aku tidak dapat mengalahkan dirimu dengan mudah, tapi akan kutunjukkan padamu. Arti dari pertarungan ini!' kata Apollo dalam hati.
Kemudian, Apollo yang telah menyimpan seluruh energi pada tombak dan lengannya, mulai tersenyum tipis. Lengannya bergetar hebat dan begitu pula dengan tubuhnya. Otot-otot yang telah dilatih, tampak sudah mencapai batas. Itu adalah batas dari penguatan yang diberikan.
Penguatan dari buff dan juga Energi Sihir, membuat tubuh dan jiwanya sangat terbebani. Mungkin dia akan langsung hilang kesadaran setelah bergerak satu kali.
Swo-swoosh!
0,000000000001 detik.
Dalam sekejap, Apollo melemparkan tombaknya. Itu terlihat seperti cahaya yang melesat. Kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya melesat lurus tanpa ada penghalang. Akibatnya, ruang disekitar terpelintir dan Apollo terlempar ke belakang.
"Keuk!"
Apollo yang terpental mundur, melihat tangan kanannya.
"...."
Darah bercucuran keluar dari urat nadi yang meledak. Tulang lengannya telah copot dari tulang belikat. Tulang-tulangnya telah retak dan jari-jarinya patah. Lengannya hanya tergantung lemas tak berdaya dengan kondisi hancur.
Itu adalah deskripsi singkat dari kondisi Apollo. Namun, dia tidak terlalu memedulikannya. Dia hanya fokus dengan serangan yang mengarah kepada Kas.
0,000000000004 detik.
Pyar!
Suara pecah terdengar nyaring.
Pyar-pyar-pyar-pyar …!
Suara pecah kemudian terus terdengar seperti tanpa jeda waktu. Jarak antara tombak Apollo dengan Kas, tinggal beberapa ribu kilometer. Namun, suara pecah yang tak terhingga terus terdengar.
0,000000000007 detik.
Kemudian, Kas merentangkan kedua tangan ke samping dan kemudian dia menariknya ke depan tanpa menekukkan sikut. Alhasil, kedua tangannya bersentuhan dan itu tampak seperti meriam tangan.
Dengan mata peraknya, Kas mengendalikan Energi Transendental untuk dialirkan menuju ujung kedua tangan yang berdempetan. Dia membuka mata, namun kesadarannya berada pada hal yang lain. Dia sedang membayangkan serangan yang akan dia kerahkan.
Sebuah serangan yang didasarkan atas fungsi meriam dan juga serangan laser pesawat tempur milik suku Geolien.
0,0000000000008 detik.
Sebuah bola perak keluar dan melesat dari tangan Kas ke tombak Apollo. Laser perak yang keluar, tampak terbawa bola itu.
Pantomime Technique, Pantomime Imagination, Silver Transcendental Canon Blaster!
Dalam detik itu, tombak Apollo dan serangan Kas bertabrakan.
Booom!
Ruang bergetar dan suara yang nyaring karena gelombang ledak, ditransmisikan ke pelindung Apollo dan Kas. Ledakan yang terjadi memiliki kekuatan 1 triliun bom nuklir. Itu sudah cukup untuk menghancurkan satu galaksi hanya dengan hitungan detik. Namun, kondisi keduanya tidak bagus.
Mereka kehilangan kesadaran dan hanya melayang di ruang kosong. Mereka hanya perlu menunggu waktu hingga ledakan akan mencapai mereka.
Kemudian, tanpa diketahui siapapun, sebuah benda dengan sangat cepat keluar dari ledakan dan itu menuju ke Apollo. Di sisi lain, sebuah benda juga keluar dari ledakan dan itu menuju ke Kas.
Ternyata itu adalah Meriam Kas dan Tombak Apollo. Serangan mereka hanya bersentuhan sedikit. Itu tidak benar-benar bertabrakan. Mereka hanya bergesekan sedikit. Namun, ledakan akibat hal itu di luar nalar.
Di tengah-tengah situasi itu, kedua orang tersebut hanya akan tewas bersamaan. Namun, tiba-tiba …
Krek-krek!
Ada suara retak yang menggema di seluruh ruang.
Pyar!
Kemudian suara pecah yang menggelegar, terjadi di mana-mana. Dunia menjadi runtuh dan ledakan yang terjadi tampak terhenti. Tidak, semua benda terhenti, termasuk serangan Apollo dan Kas.
Kemudian, kedua orang itu terhisap oleh sesuatu dan dunia yang runtuh, membuat mereka berdua kembali ke dunia nyata.
***
Pertempuran yang mengejutkan semua Dewa membuat mereka menjadi kesulitan. Itu tidak
lain disebabkan oleh kehadiran pasukan dari ras tercerdas, suku Geolien.
Sekarang, 12 Dewa Olympus yang memimpin ratusan Legendary-God dan High-God puncak, masih bertarung dengan para Transenden.
Mizan Noura yang melawan Poseidon, Hades melawan Hage, Hestia melawan Cafra dan Aphrodite melawan Purla.
Selain Dewa-Dewi itu; Artemis, Hermes dan Hephaestus, mereka bersekutu dengan para Transenden demi kepentingan pribadi mereka.
Namun, saat ini …
Tiba-tiba, Kas yang kehilangan kesadaran dan Apollo yang babak belur, keluar dari pusaran dimensi, tepat di luar atmosfer Planet Ares.
"...."
"...."
Keduanya sama-sama kehilangan kesadaran karena penggunaan skill dan energi yang berlebihan. Setelah itu, mereka memasuki atmosfer planet, dan mereka diselimuti oleh api.
Swoooosh.
Mereka jatuh seperti meteor dengan kecepatan 1000 km/jam. Meski begitu, mereka belum mencapai daratan. Planet Ares merupakan planet super yang berada di dunia dewa. Tidak heran jika ukuran yang dimiliki, berkali-kali lipat lebih besar dibanding bumi. Alhasil, tekanan gravitasi membuat mereka melaju cepat saat jatuh.
Tubuh-tubuh yang telah menjadi superior, tidak bisa hancur hanya dengan tekanan atmosfer seperti ini. Namun, kondisi mereka saat ini sangat buruk. Hanya ada satu masalah yang akan terjadi. Itu adalah melambatnya proses penyembuhan otomatis.
Namun, mereka bukanlah masalah utama.
Mari kita percepat kisah mereka.
Apollo dan Kas jatuh ke daratan dan terjadi ledakan. Kawah yang cukup besar terbentuk karenanya. Namun, mereka masih selamat berkat statistik yang luar biasa tinggi.
Selesai.
***
Kejadian tak terduga terjadi. Serangan Hera dan Noir menghilang. Kemudian, Zero menghancurkan pasukan yang dibawa Hera. Target selanjutnya adalah Hera yang ditengah kebingungan akan perasaan yang dirasakan saat ini.
Memanfaatkan hal itu, Zero berniat menghabisi Hera dalam sekali serang. Namun, Hera menghilang dan serangan Zero meleset.
Saat itu, Zero segera menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.
"Aku bermaksud untuk datang sedikit lebih lambat, tapi … tidak aku sangka kau akan berada dalam situasi seperti ini ... kakak."
Suara yang begitu indah dan bermartabat. Namun, jauh di dalamnya, rasa intimidasi dan kekejian dapat dirasakan. Zero yang berpengalaman dalam masalah ini, mampu mengetahui itu dalam sekilas.
"Zeus!" seru Hera.
Zero tercengang dengan pernyataan Hera.
'Orang ini … dia benar-benar berbahaya! Jika aku melakukan satu kesalahan kecil saja, aku mungkin akan langsung tewas di tempat. Tidak bisa untuk bermain, ya!'
Zero sangat mengagumi kekuatan Zeus dalam sekali pandang.
'Kuhuhuhu, sudah waktunya untuk menjalankan rencana itu! Aku mengandalkan kalian semua, loh … para Transenden!!'
Zero tertawa kecil di dalam hatinya. Sesuai yang telah diprediksi Zero, dia telah menyusun rencana.
Kemudian, Zero mengalihkan perhatian ke Noir. Mata mereka saling bertemu dan Zero mengangguk. Mengetahui isyarat itu, Noir ikut mengangguk pelan.
'Jadi, kau benar-benar akan menggunakan rencana itu. Meski kami tidak mengetahui detail rencana itu, kami akan mengandalkan mu, Zero!' Noir menatap Zeus dengan penuh kepercayaan terhadap Zero.
Zeus yang datang terlambat telah diprediksi oleh Zero, tanpa sepengetahuan Athena. Namun, rencana apa yang telah Zero susun?