
Sepanjang perjalanan Arianna terus berpikir tentang Pria yang tak di kenalnya itu Arianna terus mengingat-ingat apa saja yang telah ia perbuatan hingga pria itu berbicara hal tersebut terhadapnya . Arianna berpikir selama ini ia tidak pernah terlalu dekat dengan pria itu pasalnya setiap kali mereka bertemu Arianna tidak pernah terlalu dekat dan juga tidak terlalu akrab pada pria itu menurutnya.
" Apa dia sudah gila " ucap Arianna dalam hati seraya menyusuri jalan tersebut
Arianna berjalan menyusuri jalannya tanpa arah dan tujuan , kepalanya saat ini sudah terasa sangat pening karena memikirkan banyak hal hari ini , tentang keluarganya , tentang beban hidupnya , tentang nasib sialnya dan belum lagi tentang kejadian-kejadian yang baru saja ia alami tadi namun dengan seketika ia langsung teringat dengan ucapan temannya tempo lalu hingga membuat Arianna seketika menghentikan langkahnya .
" Haruskah aku menghubungi nya ?? " ucapnya pada diri sendiri
Setelah bergelut dengan pikirannya , Arianna pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi temannya tersebut .
" Baiklah , nanti aku akan menemui mu di sana " ucap Arianna seraya menutup panggil telponnya
setelah mengakhiri panggilan teleponnya Arianna pun langsung menghembuskan nafas beratnya seraya kembali menyusuri jalan tersebut sempai langkah nya terhenti di salah satu halte bus . Arianna mendudukkan bokongnya seraya menatap kosong kearah jalan raya tersebut yang saat ini terlihat sangat ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang di sana . ia menatap kosong kearah depannya , namun pikirannya kini terus saja memikirkan semua masalah yang tengah menimpanya saat ini dan tiba-tiba saja bibirnya tersenyum miring seolah meremehkan sesuatu .
" Kau tidak mempunyai pilihan lain Anna selain menyetujuinya " ucap Arianna pada diri sendiri seraya tersenyum miring dan menatap map yang saat ini ia bawa di tangannya
" Lupakanlah cita-cita yang sangat kau impikan itu , kau hanya bisa menerima takdir mu saat ini Anna " sambung nya dengan wajah lirih
tak berapa lama bus yang ia tunggu pun dapat hingga akhirnya Arianna memutuskan untuk kembali kerumahnya terlebih dahulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain ...
Bryan masih berdiam diri di dalam mobilnya seolah tengah menenangkan diri saat ini . ia sedikit menyenderkan tubuhnya di kursi mobil tersebut dan pikiran nya saat ini sangat terganggu dengan kejadian tadi hingga membuat ia merasa sangat frustasi di buatnya .
" Bodoh " umpan Bryan kesal seraya memukul setir mobilnya
Setelah merasa tenang dan puas karna sudah mengumpat dirinya sendiri , akhirnya Bryan pun turun dari mobilnya dan berjalan santai menuju gedung besar tempat acara tersebut di selenggarakan .
Bryan berjalan gagah di dalam gedung tersebut hingga membuat banyak mata para kaum hawa menatap kagum kearahnya saat itu namun Bryan tak menghiraukan tatapan tersebut ia hanya berjalan lurus menuju rekan bisnisnya yang saat itu terlihat tengah menunggu kedatangannya sambil tersenyum
senang .
" Terimakasih , karena sudah menyempatkan waktu mu untuk datang ke pernikahan putriku " ucap rekan bisnis Bryan dengan ramah
" Tidak masalah tuan , terimakasih karna sudah mengundang ku " ucap Bryan berbasa-basi dengan senyum tampannya
Mereka pun berbincang-bincang ringan membahas tentang pekerjaan dan lain sebagainya hingga akhirnya sang empunya hajat harus berpamitan karena ingin menyambut para tamunya yang lain . Bryan menatap kearah sekeliling tempat tersebut terlihat sangat indah dan cantik lalu tiba-tiba matanya tertuju kearah sepasang pengantin yang saat itu tengah berada di pelaminan tepat di depannya , senyum cerah dan bahagia terlihat jelas di wajah mereka saat ini dan dengan seketika bibir Bryan pun ikut mengukirkan senyum lembutnya .
Bryan tersenyum simpul saat mengetahui Jenny yang berada di sampingnya saat itu .
" Sudah lama kau berada di sini ? " tanya Bryan
" Tidak , aku baru saja tiba " ucap Jenny santai seraya meminum minuman yang ada di tangannya
" Kau datang sendiri ? " tanya Jenny berbasa-basi agar bisa berbicara lama oleh pria yang sangat ia sukai
" He'em , apa kau merindukanku Lucas ?? " tanya Bryan menggoda hingga membuat wajah Jenny berubah cemberut
Bryan yang melihatnya pun tersenyum lucu dengan sikap wanita tersebut . ia merasa kehadiran Jenny saat ini bisa merubah suasana hatinya yang buruk karena kejadian tadi .
" Baiklah - baiklah , aku minta maaf karena sudah menggoda mu " ucap Bryan sambil tersenyum
" Apa kau memiliki acara lainnya setelah ini ? " sambung Bryan hingga membuat Jenny dengan cepat merubah ekspresi wajahnya saat itu
" Tidak ada " ucap Jenny cepat dengan wajah bersemangat
" Baiklah aku akan mentraktir mu minum malam ini , sebagai permintaan maaf ku pada mu " ucap Bryan
" Benarkah ? " tanya Jenny tak percaya
" He'em " sahut Bryan seraya meneguk minuman yang ada di tangannya
Nb : Maaf karena selalu lama dan alur nya agak membosankan 🙏
terimakasih karna masih setia membaca novel saya yang membosankan ini 🙏
.
.
.
.