
Lucas membaringkan tubuh Bryan yang sudah tak bertenaga di ranjangnya , karna terlalu banyak minum akhirnya Bryan pun tak sadarkan diri saat ini . Lucas menatap kearah Bryan yang terlihat sangat berantakan dan dengan seketika pikiran nya teringat akan kejadian beberapa tahun silam saat Bryan tengah mencari adik dan ibunya saat itu . kondisi Bryan saat ini sama persis dengan kondisi Bryan yang dulu , sangat berantakan dan seperti pria kehilangan akal sehat menurut Lucas .
" Aku berharap kau segera menemukan kebahagiaan mu Bryan " ucap Lucas pada tubuh Bryan yang tergeletak di ranjang
Setelah puas menatap lirih kearah sahabatnya Lucas pun pergi meninggalkan rumah besar tersebut . Lukas dan Bryan memang sudah tidak tinggal bersama sejak bisnis Bryan maju pesat kini mereka sudah memiliki Mension masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari pun kini telah terbit dan tanpa malu-malu ia memancarkan cahayanya kepada setiap insan yang masih terlelap agar segera bangun dan kembali di kehidupan nyata .
Seorang pria tampan yang tak lain adalah Bryan pun terbangun karna pantulan cahaya yang masuk melalui jendela kamarnya . ia memegangi kepalanya yang sedikit pusing karna sisa minuman yang ia minum semalam dengan sempoyongan Bryan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya .
Setelah menyelesaikan ritual mandinya kini Bryan tengah berdiri di depan cermin besar seraya memasang dasi dilehernya dan Tiba-tiba ketukan pintu terdengar jelas di telinganya hingga membuat pria tampan itu menatap kearah pintu tersebut .
" Ya " Sahutnya dari dalam dan pintu pun terbuka
" Ada apa ? " tanya Bryan Langsung seraya mengerutkan keningnya
" Tidak ada , aku sudah membuatkan mu sarapan , cepatlah turun " ucap Lucas sambil tersenyum kuda dan menutup kembali pintu kamar Bryan
Bryan yang melihat merasa heran dengan sikap sahabatnya saat ini .
" Ada apa dengan dia ?? " tanya Bryan bingung dan kembali meneruskan aktifitasnya
Setelah dirasanya cukup Bryan pun meninggalkan kamar tersebut dan berjalan santai menuruni anak tangga itu untuk menuju lantai bawah , saat tiba di bawah Bryan melihat Lucas yang masih menggunakan celemek dapurnya seraya menatap makanan nya di meja .
" Apa yang kau lakukan ?! " tanya Bryan heran seraya menghampiri Lucas dan menatap kearah meja makannya
" Apa kau tidak bisa melihat " sahut Lucas santai
" Maksud ku apa yang kau lakukan di rumah ku , kau hampir saja menghancurkan dapur ku " Sahut Bryan hingga membuat Lucas menatap kearahnya
" Hey.. hey .. , aku menggunakan dapurmu dengan sangat baik , kau bisa lihat itu aku tidak menghancurkan barang-barang mu Tuan' " ucap Lucas bangga
" Ya , ya , ya , terserah kau saja , mari kita coba masakan mu apa masih sama seperti dulu atau kau sudah memiliki kemajuan saat ini " ucap Bryan mengejek seraya menempelkan pantatnya di di kursi
" cobalah , aku yakin kau akan sangat berselera setelah mencobanya " ucap Lucas percaya diri seraya melepaskan celemek nya dan duduk di kursi lain depan Bryan
" Bagaimana ?? " tanya Lucas antusias
" Entahlah , aku tidak bisa merasakan apapun " ucap Bryan menggoda
" Hey . ayolah " ucap Lucas dengan wajah sedikit cemberut hingga membuat Bryan tersenyum lucu
" Hey kau , berhentilah bersikap seperti perempuan " ucap Bryan hingga membuat Lucas semakin menjadi-jadi
" masakan mu semuanya enak tidak ada yang asin dan tidak ada yang hambar seperti dulu , sepertinya kau sudah banyak kemajuan saat ini " sambung Bryan hingga membuat wajah Lucas kembali berbinar-binar karna bangga pada dirinya sendiri
Mereka pun menikmati sarapan nya bersama seraya berbincang-bincang ringan tentang masa-masa mereka dulu sesekali obrolan mereka di hiasi dengan tawa dari mulut keduanya saat teringat hal-hal lucu yang telah mereka lalui dulu .
Lucas menatap kearah Bryan yang sedang menikmati makanannya ia merasa sedikit lega saat melihat wajah ceria Brian saat ini . walaupun Lucas tau saat ini sahabatnya tengah menutupi kesedihannya , setidaknya Lucas merasa sedikit lega karna Bryan tidak terpuruk karna cinta sepihak itu pikir nya.
setelah menghabiskan makanannya mereka pun berangkat menuju kantor dengan menggunakan mobil Bryan karna mobil Lucas saat ini masih berada di bar tempat mereka minum semalam . maka dari itu Lucas berada di Mension Bryan pagi-pagi buta untuk mengantarkan mobil tersebut .
Lucas membawa mobilnya dengan kecepatan sedang , sesekali ia menatap kearah Bryan yang tengah memegang tabletnya melalui kaca spion .
" ada apa ?? " tanya Bryan yang merasa di perhatikan
" Tidak ada " ucap Lucas seraya tersenyum kuda
" Aku baik-baik saja , kau tidak perlu khawatir " ucap Bryan santai menenangkan sahabatnya
" Benarkah ? ". tanya Lucas meyakinkan namun Bryan hanya mengangguk pelan
" Aku akan menjauhi nya , aku tidak ingin membuat dia merasa tidak nyaman terhadap ku , dan aku juga tidak ingin mengikuti ide gila mu " ucap Bryan panjang lebar
" Syukurlah jika kau berpikiran seperti itu , aku hanya takut kau akan bunuh diri karna cinta sepihak mu itu " ucap Lucas santai
Bryan yang mendengarnya pun langsung menoyor kepala Lucas hingga membuat sang empunya terkejut dan memegangi kepalanya.
" Aku tidak gila " ucap Bryan namun Lucas hanya tertawa lucu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...