Vampire Kecil Milik Tuan William.

Vampire Kecil Milik Tuan William.
Part 76. Terlilit ekor Ular merah


Tok!tok!


“Buka, izinkan saya masuk, tuan!” teriak wanita tersebut dari luar, kedua tangannya masih terus mengetuk pintu rumah.


Arista, Abel, Ellard, dan Anggun sekilas melihat ke arah pintu, kemudian beralih ke William, terus berjalan menuju ruang baca miliknya tanpa memperdulikan teriakan dan ketukan pintu dari wanita tersebut.


“Arista, kok kesannya jadi horor,” bisik Anggun dengan suara khas nya.


“Diam lah, aku juga sebenarnya bingung harus berbuat apa. Ini terjadi mungkin karena kalian datang mendadak, soalnya tidak biasanya Paman marah seperti ini,” sahut Arista ikut berbisik.


“Sudahlah jangan pikirkan tentang wanita itu dan Paman kamu,” sela Ellard, ia berjalan mendekati Arista, tangannya menggenggam pergelangan tangan Arista, membuat wajah mereka saling mendekat, “Arista, mari kita nikmati liburan ini bersa…”


Duaar!!!!


Pintu rumah terbang ke atas langit, dan terpental sampai ke ruang tamu, membuat Ellard, Abel, dan Anggun lari. Arista sendiri, tubuhnya tidak bisa bergerak, karena ada ekor ular merah melilit tubuhnya. William berada di ruang baca langsung keluar.


“Arista!” teriak William. Kedua kakinya berlari cepat menuju ruang tamu, tangannya mengeluarkan pisau belati selalu tersimpan di belakang bajunya.


“Pa…Pa…” ucap Arista terputus-putus karena genggaman dari ekor ular tersebut semakin mengerat di tubuh Arista, membuat darah keluar dari mulut Arista.


“Kurang ajar, siapa kamu!” teriak Abel, Ellard, dan Anggun serentak, kedua kaki mereka juga berlari serentak mendekati ekor ular besar tersebut tanpa tahu di mana dan siapa pemilik tubuh aslinya, karena belum menampakkan diri.


“Hei, anak kecil sebaiknya kalian menjauh dari musuh!” teriak William, ia terus berlari cepat dan melayang dengan jarak beberapa meter.


Srak!!!


Jlub!!!


William berlari cepat, menyayat, dan menusuk ekor ular. Bukannya melepaskan tubuh Arista, ekor ular tersebut semakin bergerak bebas, membuat tubuh, dan kepala Arista terbentur dinding, dan langit-langit.


Bam!!


Bug!!! Bam!!!


“Arista!” teriak Anggun dari bawah saat melihat ujung ekor ular berdiri tegak ke atas, membawa tubuh Arista.


Jlub! Jlub!!!


William kembali menancapkan pisau belati, dan mengangkatnya dari ekor ular secara berulang kali.


“Keluar kau!” teriak William. Karena usahanya tidak berhasil, William berjalan menuju pintu. Namun, langkah kaki terhenti saat melihat suara desis ular mendekati pintu.


“Ha ha ha ha..berjumpa lagi kita,” ucap pria memakai jubah hitam di sela tawa jahatnya.


Terlihat pria berjubah hitam, memegang tongkat panjang berhias Kristal merah di tangan kanannya berjalan masuk ke dalam rumah, bersama wanita siluman ular. Wanita siluman ular tersebut ternyata adalah wanita baru saja William usir dari rumahnya.


“Kamu!” gumam William terkejut melihat kedatangan Raja Iblis, dan pelayan rumah ternyata seorang siluman ular.


“Macam di film-film saja,” gumam Abel melihat dari kejauhan.


“Wanita ular, cepat lepaskan Arista!” bentak Ellard, kedua bola matanya mulai berubah menjadi merah.


“Hi hi hi, anak muda yang manis. Apa kamu mencintai Arista?” tanya siluman ular suara seperti nenek-nenek.


“Iya, aku sangat mencintainya!” sahut Ellard tegas.


Mendengar kejujuran Ellard, William sebagai seorang Paman, sekaligus seorang pria dewasa mulai menaruh rasa kepada Arista sedikit cemburu. Begitu juga dengan Abel.


“Upss…apa kamu sudah dengar William. Vampire kecil kamu sudah ada yang menyukai. Apa kamu tidak marah?” tanya siluman ular memperjelas ucapan Ellard.


“Kenapa aku marah. Lagian buat apa aku menyukai seorang gadis ingusan yang sudah aku besarkan sendiri,” sahut William tidak mau mengakuinya.


“A-apakah…uhuk…uhuk..benar Paman ti…”


Grrrkkk!!!


Krakk!!!


Siluman ular tersebut mengeratkan ekornya, membuat ucapan Arista terputus. Dan hanya terdengar rintihan kesakitan, dan suara tulang patah.


“Aaaaaa...” teriak Arista.


“Brengsek!” umpat William kesal, tangannya mengepal pisau belati.


Melihat Arista kesakitan dan darah terus mengalir di mulutnya. Raja Iblis terlihat tidak senang, “Aku hanya menyuruh kamu menangkap gadis yang akan menjadi tumbal ku. Bukan menyakitinya seperti itu. Dasar siluman tak berguna!”


Jlub!!


Raja Iblis menusuk tubuh siluman ular dengan ujung tongkatnya, sehingga genggam ekor ular melilit tubuh Arista melemah dan terjatuh ke bawah.


Buushhh!!!!


Tubuh siluman ular membantu, dan berubah menjadi butiran debu.


“Arista!” teriak Abel, berlari mengejar Arista agar tubuhnya tidak terjatuh ke atas lantai.


“Kalian, cepat bawa Arista ke dalam kamar ku, kunci pintu, dan obati luka yang dia dapat!” perintah William sedikit berteriak.


“Baik,” sahut Abel, dan Anggun.


“Aku tidak akan pernah memberikan Arista kepada siapa pun!” tegas William kepada Ellard.


“Aku akan merebut Arista dari kamu. Dan aku juga akan membahagiakannya suatu hari nanti,” sahut Ellard.


“Ouh…ternyata ada 2 pria yang menyukai gadis ku. Tapi sayangnya, gadis itu akan aku makan, dan kisah cinta kalian berdua juga harus segera selesai,” oceh Raja Iblis.


“Dasar Iblis…” teriak Ellard.


“Matilah kamu, dan kembali ke Neraka!” sambung William berteriak.


“Ha ha ha…coba saja bunuh aku kalau kalian biasa,” ucap Raja Iblis.


William sudah tersulut emosi merubah bentuknya menjadi Mutan dengan tubuh tegap dan penuh dengan otot. Ellard sendiri berubah menjadi serigala bermata merah.


‘Ternyata pria ini adalah Mutan yang paling seram, dan terkenal kejam dalam membunuh lawannya. Pantas saja ia sangat terkenal,’ batin Ellard.


Ellard, dan William berlari secara bersamaan mendekati Raja Iblis.


“Auuuww!!!” terdengar aungan serigala dari mulut Ellard.


Ellard melayangkan tubuhnya, kedua cakar bagian depan terlihat seperti siap untuk merobek kulit Raja Iblis. Namun, belum sampai mendekati tubuh Raja Iblis, tubuh Ellard terpental ke belakang.


Huusshh!!!


Hembusan angin dari tapak tangan kiri Raja Iblis keluar, tubuh Ellard terpental jauh ke belakang. Membuat semua barang milik William rusak.


“Ha ha ha…bocah ingusan seperti kamu cocoknya berdiam diri di dalam rumah. Atau tidur di temani Ibu kamu,” hina Raja Iblis buat Ellard.


Melihat ada kesempatan, William melayangkan pisau belatinya.


Sraakk!!!


Pisau belati milik William mengenai lengan jubah kanan Raja Iblis, dan kulit keriput.


“Ha ha ha…kamu pikir bisa mengalahkan aku begitu saja?”


Lengan jubah Raja Iblis tersobek sampai terlihat luka sayat panjang dari pisau belati milik William, kini perlahan terlihat kembali sempurna.


“Tidak mungkin,” gumam William terkejut.


Wwuusshhh!!! Bug!


Kibasan angin dari tangan kiri Raja Iblis, membuat tubuh William terpental. Raja Iblis juga terlihat sudah berpindah tempat hanya sekali melayang. Kepala tongkat berhias Kristal menekan bidang dada berbulu William ke dinding.


“Aku peringatkan kepada kamu! Aku adalah Raja Iblis, dan kamu hanya seorang Mutan, pembasmis Monster. Kekuatan kamu dan aku sangat jauh berbeda,” ucap Raja Iblis menekan nada suaranya, dan kepala tongkat berhias Kristal.


Ellard masih berwujud serigala perlahan bangkit, “A-aku tidak boleh membiarkan Raja Iblis itu membawa Arista. Aku ke sini untuk berlibur, berduaan dengannya, bukan melihat dirinya di ambil oleh Raja Iblis ini,” gumam Ellard.


Dengan sisa tenaga di tubuhnya, Ellard berusaha berlari mendekati Raja Iblis. Namun, kedatangan Ellard di sadari oleh Raja Iblis. Tangan kiri Raja Iblis dengan cepat melayang, mengeluarkan beberapa bola api untuk menyerbu Ellard.


Blum!! Blum!!


Tembakan bola api mengenai tubuh Ellard.


'Sial! aku kalah!' gerutu Ellard dalam hati. Tubuhnya berusaha mengelak bola api, tapi tetap saja tidak bisa di hindari. Membuat Ellard terluka.


“Sudah aku katakan, kamu cukup kelonan di rumah bersama dengan Ibu kamu!”


Merasakan kepala tongkat Kristal sedikit longgar, William segera mendorong tongkat tersebut, dan melompat mendekati Raja Iblis.


Jlub!!


William menusuk dari belakang, dan menarik pisau belati miliknya.


“Ha ha ha ha…” tawa kejam terdengar dari mulut Raja Iblis.


Luka tusuk di bagian punggung kembali pulih sempurna. Raja Iblis dengan cepat melayangkan ujung tongkatnya ke William.


"Ha...karena kekuatan ku masih belum pulih, aku jadi seperti ini," gumam William.


Swiisshhh!!


Sreekk!!!


Ujung tongkatnya mengenai paha William. Tidak puas hanya melihat William terluka, Raja Iblis melayang dengan cepat, tanpa menyentuh, tapak tangannya bergerak, memberikan pukulan dari jarak jauh ke bidang dada William.


Bug!bug!


“Uhuk..uhuk!” William muntah darah.


Tubuh William sebenarnya belum sepenuhnya pulih dari kejadian beberapa hari lalu, di serang oleh Raja Iblis juga. Dan tadi malam di serang kembali oleh Arista. Namun, karena sang pujaan hati di serang, William terpaksa memakai sisa kekuatannya, dan pada akhirnya William juga kalah.


“Perkataan apa yang akan kamu sampaikan kepada gadis itu sebelum kamu pergi ke Neraka?” tanya Raja Iblis, tangannya mengangkat ujung tongkat siap mendarat.


“AAAAA…” teriak seorang wanita memekakkan gendang telinga.


...Bersambung ...