
Keesokan harinya Javier merasa dirinya tidak ingin membuang waktu lagi, dia sangat ingin menemui Nadine tapi rasa takut masih menguasai dirinya. Pikiran-pikiran negatif terus menghantui pemuda itu.
"huft mungkin nanti setelah makan siang saja." batin Javier
"Lebih baik aku ke kantor dulu." ucap Javier lalu mulai melangkah menuruni tangga.
"Sarapan dulu sayang." ujar mama Javier
"Mau sarapan apa sayang?" tanya mama Javier sambil tersenyum hangat menatap putra kesayangannya itu.
"Nasi goreng aja ma."
"Ok." ucap mama Javier lalu m...