
Pada awalnya Vivian hanya penasaran dengan buku yang di temukan oleh temannya, yang katanya memiliki nama karakter yang sama dengannya. Suatu hari setelah menyelesaikan bacananya, Vivian terbangun di dunia yang aneh dimana orang-orangnya memiliki gender kedua.
Ditemani dengan sebuah sistem yang seharusnya membantunya menjalankan misi, tetapi lambat-laun Vivian mulai merasa bahwa dia lebih banyak bergerak sendiri. Hanya jika ada sesuatu yang terjadi, barulah sistem akan muncul.
Vivian jadi linglung, tujuan utama transmigrasi adalah mengubah takdir tokoh utama didalamnya, Beberapa buku yang Vivian baca mengatakan pihak yang Bertransmigrasi akan sukses, merebut kasih sayang keluarga, dan menjadi kaya.
Sistem akan membantunya menghadapi setiap masalah, tetapi sistem miliknya lebih senang tidur, makan dan berlarian mencari perhatian siapapun. Seperti jiwa anjing lebih mendominasi dari pada sistem itu sendiri.
Sekarang di ruangan ini Vivian menjadi satu-satunya objek yang di tatap dengan berbagai macam ekspresi, Bibi dan sepupu perempuannya melihatnya takut-takut tapi juga melotot padanya.
Keluarganya menunggu keputusannya, sama seperti kedua teman sekelasnya. Ck, ini pekerjaan yang merepotkan. Vivian tidak tahu apakah sistem hukum di dunia ini sama dengan di dunia aslinya, yang jika melakukan tindakan yang melanggar aturan hukum akan berurusan dengan jeruji besi hingga sampai pada meja hijau.
Jadi Vivian bertanya sekali lagi pada pamannya; “Apakah aku benar-benar harus melakukan ini, Paman? Stella kakak Perempuanku, dan Bibi adalah Bibiku.”
“Lakukan saja, seperti peraturan keluarga yang menjunjung tinggi kebenaran.”
Setelah mendapatkan Izin dari Excelo, pamannya. Vivian akhirnya berkata; “Baiklah, kalau begitu aku minta maaf pada bibi, tetapi seperti yang di katakan oleh kakek tadi, Bibi harus berurusan dengan Hukum.”
Tania terkejut, matanya membulat sempurna Vivian; “Tidak! Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Aku bibi mu.”
“Di masa lalu Bibi selalu meminta kakak untuk menggertak aku, menjiplak laporan kesehatan Ku dan menggunakan anggaran milikku.”
“Apa! Kau juga menggunakan anggaran putriku? Kakak Ipar, kau gila!” Alexis tiba-tiba ikut bersuara.
“Tenanglah, Adik. Vivian kau bisa lanjutkan.”
“Baik Paman, jadi bibi atas semua tindakanmu tinggal di penjara selama beberapa tahun kedepan, sudah menjadi keputusan terbaik untuk membayar semua kesalahanmu padaku dan masyarakat luas.”
Sebenarnya Vivian ingin menggunakan metode khusus untuk menghukum Bibinya, seperti mencambuknya mungkin. Kemudian Vivian melihat ke arah Stella dan berkata; “Untuk Kakak, aku menyerahkannya pada kakek.”
Vivian tidak tahu bagaiman dia akan memberikan hukuman pada Stella, dia tahu tindakan yang dia lakukan pada pemilik tubuh asli keterlaluan, tetapi di dalam plot aslinya seharusnya di penjara karena kasus pembunuhan.
Sekarang dirinya masih hidup, usia Stella masih sangat muda jika dia mendekam di penjara bersama dengan Ibunya. Jadi dari pada pusing memikirkan tenang Stella, Vivian sebaiknya menyerahkan masalah ini pada tuan Tua.
“Karena Vivian sudah menyerahkannya padaku, maka keputusanku untuk Stella adalah memindahkan dia ke Akademi bertaraf militer.”
Stella melotot pada kakeknya dan berkata; “TIDAK! AKU TIDAK MAU KE SANA! KAKEK, AKU MOHON, JANGAN KIRIM AKU KE SANA... VIVIAN, AKU MINTA MAAF AKU TIDAK AKAN MENGGERTAK MU DI MASA DEPAN”
Stella berkata dengan suara yang keras, sehingga membuat Vivian menjadi bingung dengan tindakannya. Akademi bertaraf militer, penulis pasti mengambilnya dari Akademi militer di dunia asli, kreatif sekali.
“Keputusanku tidak bisa di gugat lagi, kau harus memperbaiki perilaku mu itu. Disana adalah tempat yang baik untukmu belajar.”
“Tapi kakek...Hiks... tempat itu...”
Aturan hukum tidak berlaku pada akademi tersebut, Akademi bertaraf militer ini merupakan sekolah yang paling tua di kota Silver ini, didalam buku sejarah di katakan pada awal kemunculan virus ABO, ada banyak masyarakat yang tidak bisa mengendalikan diri.
Akademi itu di buat untuk mendisiplinkan mereka yang tidak bisa mengendalikan dirinya. Terlebih parah untuk mereka yang Alpha dan Omega.
“Jangan meremehkan tempat itu, kakek buyut mu saja yang merupakan Omega dominan saja bisa melakukannya. Kau seharusnya juga bisa, dan buktikan pada mendiang leluhur bahwa kau bukan Omega yang tidak berpendidikan.”
“Tapi kakek...”
“Tidak ada bantahan, selama ini aku sudah memanjakan mu, memberimu lebih banyak kasih sayang dari pada Vivian. Tetapi justru kau yang membawa masalah ini ke dalam keluarga.”
Stella diam, pandangan matanya sendu menatap tepat ke arah mata tua kakeknya. Jantungnya kemudian terasa sakit, di dalam mata Tuan tua tersirat sebuah kekecewaan yang dalam.
Hatinya menangis, kemudian Stella melirik pada Ibunya. Wanita yang selama ini berada di belakangnya, wanita yang tadi untuk pertama kalinya mengangkat tangan dan menampar wajahnya.
Tidak tahu kenapa butiran kebencian mulai merasuki perasaannya, kemudian Stella melirik Ayahnya. Di sana juga ada kekecewaan, Stella melihat bagaimana Ayahnya berusaha untuk menutupi perasaannya dengan wajah datar.
“Ayah, maafkan aku...Di masa depan aku berjanji akan menjadi putri yang baik, aku tidak akan mengulangi tindakanku lagi,” Stella berkata dengan kepala yang menunduk tidak berani menatap Excelo.
“Ayah akan percaya padamu,” tiga kata yang singkat keluar dari bibir Alpha dominan tersebut, dia menarik putrinya dan memeluknya, mencium keningnya, sama seperti kebiasaannya di masa lalu.
Oh, gadis ini adalah gadis kecil imut yang akan selalu berlari dan melompat ke arahnya setiap kali dia kembali ke rumah, sambil memeluk boneka beruang kecilnya dan menyesap empeng. Yang sudah dirusak oleh wanita pilihannya sendiri.
Stella melepaskan pelukannya dan kemudian beralih pada pamannya, dia juga mengatakan hal yang sama seperti yang di katakan pada ayahnya tadi. Dia berjanji akan menjadi keponakan yang baik.
Kemudian terakhir Stella melirik pada Vivian, gadis inilah tempat dia paling banyak berbuat kesalahan, menggertak setiap hari, menargetkan dia, dan memfitnah dia di depan Tuan tua.
Kemudian Stella berkata dengan kepala yang menunduk, “Vivian... Aku juga minta maaf atas segala yang sudah aku lakukan padamu, terima kasih kau sudah selalu membela aku.”
Siapa yang mau membela mu? Aku melakukan itu demi misi warung makan milikku. Kemudian telinga Vivian tiba-tiba berdiri, berubah menjadi telinga kelinci.
[Bravo tuan rumah! Sistem baru saja mendeteksi bahwa kesukaan antagonis bertambah pada anda. Total poin mencapai 100, renovasi warung makan anda akan segera dilaksanakan.]
Hah!!! Sialan, apakah kau sejak kemarin ngeprank aku? Aku bahkan tidak bisa tidur memikirkan masalah ini, dan sekarang aku mendengar poin ku yang merosot drastis, tiba-tiba melonjak hingga angka akhir?
“Hei, ini gila bukan?”
[Tidak Tuan, tidak ada yang akan menyangkah bahwa penyesalan antagonis akan memberikan hasil sebesar ini, pada misi keluarga.]
Vivian mengabaikan sistem, dan menatap Stella dengan wajah yang lebih bugar dan segar, dia juga tersenyum dengan lembut dan berkata; “Tidak perlu terima kasih kak, kita adalah saudara. Aku sudah memaafkan mu...”
Karena kau sudah membantu aku menyelesaikan misi ku, jadi kita bisa membuka lembaran baru kedepannya. Vivian melepaskan Chihuahua dan memeluk Stella, Kendra melihat perubahan wajah Vivian sehingga dia mengernyit dan berpikir bahwa Vivian seperti baru saja kejatuhan harta karun.