Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
88. Episode 88


"Diam lah kau terus mengulang hari ke hari ucapan mu itu" ucap Liu yaoshan yang sudah bosan dengan perkataan tuoli.


Brakkk


Pintu menuju ke penjara bawah tanah hancur hanya dengan sekali tendangan, para bawahan kaget melihat seorang wanita masuk seorang diri.


"Lihatlah ada seorang wanita cantik yang datang" ucap seorang bawahan.


"Apakah wanita ini dikirim oleh tuan untuk menyenangkan kita? ahahah sepertinya tuan memang sangat dermawan" ucap salah satunya.


"Kemari lah cantik kamu pasti akan sangat puas dengan kami" ucapnya lagi dari mulut kotor pria itu.


Wanita yang dimaksud oleh para pria itu tak lain adalah mayleen, mayleen hanya menatap datar orang-orang itu dan setelah malas mendengar ocehan sampah dari mereka hanya mengangkat sebelah tangannya dan mereka semua tewas oleh anak panah yang telah diatur sesuai rencana diawal.


Mayleen hanya melihat setiap penjaga itu tewas dan cipratan darah mereka mengenai pakaiannya, dia kembali merasa puas dengan pemandangan dihadapannya.


Dia kembali melanjutkan jalannya ke depan hingga sampai diujung dan mendengar percakapan dua orang pria disana.


"Lihatlah sebentar lagi kau akan melihat teman-teman mu tewas dihadapan mu" ucap pria yang tak lain adalah tuoli.


mayleen hanya memperhatikan gerak gerik dari lawannya dan akhirnya memutuskan untuk kesana.


"Ehm..bolehkah aku bergabung bersama kalian? sepertinya kalian sangat asik mengobrol" ucap mayleen.


Kedua pria tersebut terkejut dengan kedatangan mayleen dan sangat tidak menyangka.


"Hey wanita siapa kau?"tanya tuoli.


"Kenapa aku harus menjawab mu?"tanya mayleen dengan datar.


"Ma-may apa itu kau? kenapa kau datang kemari? pergilah dari sini secepatnya aku tidak mau kau terluka" ucap Liu yaoshan.


"May? apakah may yang dia maksud adalah mayleen ratunya sekaligus istrinya? Hemm.. sepertinya ini akan menarik" batin tuoli.


"Iya ini aku dan aku datang kesini untuk menyelamatkan mu" ucap mayleen.


"Hey wanita kau berkata terang-terangan didepan ku apa tujuanmu apa kau tidak takut aku akan membuatmu bernasib sama seperti dia" ucap tuoli.


"Hey tuan walaupun kau berusaha membuatku bernasib sama itu hanya khayalan di mimpi mu saja" ucap mayleen dengan senyum angkuhnya.


"Seyakin itu kah kau bisa keluar dari tempat ini, kau telah membuat kekacauan ditempat ku dan aku tidak akan membiarkan Kalian kau pergi" ucap tuoli.


Mayleen hanya menyeringai dan mengambil sesuatu dari dalam kantongnya, setelah itu dia melemparkan benda tersebut ke tempat terdekat dari tuoli sehingga setelah terlempar benda itu mengeluarkan asap yang sangat banyak dan membuat mata seseorang sangat perih.


Setelah itu tuoli tidak dapat melihat apa-apa lagi matanya juga sangat perih dan berusaha mencari jalan keluar sedangkan mayleen yang sudah lebih dahulu memberi kode bawahannya sebelum melempar bom asap untuk segera melepaskan Liu yaoshan dan membawanya pergi dari penjara tersebut.


Ditempat lain, hongli yang terus mencari teman-temannya akhirnya menemukan fengying yang juga mencarinya.


"Ce-cepat bantu aku" ucap fengying dengan napas tersenggal-senggal.


"Ada apa dengan mu? oh ya dimana Tao bukannya dia bersama dengan mu?"tanya hongli.


"Sekarang ikuti aku, aku akan menjelaskan kepada mu" ucap fengying.


"Ada apa ini kenapa rencana ini malah berantakan seperti ini" batin hongli.


Setelah itu fengying membawa hongli untuk menyelamatkan Tao yang sedang kesakitan diruang arak, tak lama kemudian mereka sampai dan melihat ruangan itu sudah kosong.


"Apa maksudmu?" tanya hongli.


"Tadi Tao menyelamatkan ku saat aku ingin terkena anak panah dia menghalang anak panah itu sehingga dia yang terkena setelah itu aku membawanya kesini dan menyuruhnya menungguku karena aku ingin mencari bantuan tapi sekarang dia menghilang" ucap fengying.


"Pasti seseorang telah menemukannya dan membawa Tao pergi, sebaiknya kita segera mencari keberadaan mayleen" ucap hongli.


Setelah itu kedua pria tersebut pergi dan mencari mayleen, sementara mayleen dan anak buahnya telah berhasil keluar dari penjara bawah tanah tersebut dan membawa Liu yaoshan keluar.


"Minum ini, itu akan membuat tubuhmu perlahan pulih dan perlahan luka-luka ditubuh mu akan lenyap" ucap mayleen dingin dengan nada memerintah.


"Sayang apa kau sedang marah padaku?"tanya Liu yaoshan sambil mengambil minuman tersebut dan meminumnya dan sekali teguk.


Mayleen tidak menjawab dan menyuruh anak buahnya untuk membopong tubuh Liu yaoshan.


"Sayang ayolah jangan mendiami ku, sudah lama kita tidak bertemu apa kau tidak merindukan ku sama sekali?" tanya Liu yaoshan.


Mayleen hanya menatap datar ke arah Liu yaoshan dan menyuruh anak buahnya mengantarkan Liu yaoshan ketempat teraman agar tidak mendapat serangan dari anak buah tuoli.


"TIDAK, Aku sama sekali tidak merindukanmu dan kau bawa yang mulia kembali" ucap mayleen dengan menekan kata tidak sambil menatap tajam kearah Liu yaoshan.


"Ada apa dengannya? kenapa dia tidak mempedulikan ku, apa dia sudah tidak menyayangi ku lagi dan selama aku tidak berada disampingnya ada orang yang berani mengambil hatinya" batin Liu yaoshan.


Anak buah mayleen yg sedari tadi menyadarkan Liu yaoshan yang sibuk dengan pemikiran negatifnya sama sekali tidak dipedulikan.


"Tapi mana mungkin may-ku bisa bertemu lelaki lain ditempat itu?" ucap Liu yaoshan.


Seketika matanya melebar dia mengingat nama orang yang dia suruh untuk menjaga istrinya, TAO ya pria itu Liu yaoshan mengira Tao menggoda istrinya selama dia tidak bersama dengan mayleen.


Liu yaoshan segera sadar dari lamunannya dan mengejar mayleen tetapi tak berapa jauh langkah dibelakang mayleen, wanita itu lebih dahulu memperingatinya.


"Jika kau keras kepala dan tidak menuruti perkataan untuk pergi dengan orang itu, ku pastikan kita tidak akan bertemu lagi" ucap mayleen.


Seketika nyali Liu yaoshan menciut dan mundur untuk tidak mengikuti mayleen sedangkan wanita itu melangkah kembali untuk pergi mencari rekan lainnya.


Liu yaoshan yang ditinggal dengan pria itu seketika ekspresinya berubah menjadi datar.


"Pergilah" ucap Liu yaoshan kepada pria itu.


"Maaf tuan tapi aku telah diperintahkan untuk membawa dan mengobati anda" ucap pria bawahan mayleen.


"Aku bilang pergi, jika kau masih sayang pada nyawamu" ucap Liu yaoshan dingin.


Seketika pria itu ketakutan dengan aura yang dikeluarkan oleh Liu yaoshan dan bergegas pergi dari sana, setelah pria itu tak terlihat lagi Liu yaoshan memanggil teman kesayangannya yang selama ini menganggur dan menunggu perintah oleh tuannya.


"Jing keluarlah" ucap Liu yaoshan.


Jing lalu datang dan membawa Liu yaoshan pergi dari sana dan tidak ada orang yang melihat kepergiannya dari tempat itu.


"Kemana kita akan pergi tuan?" tanya Jing lalu Liu yaoshan membisikkan sesuatu kepadanya.


**jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.


see you next time 😗


sorry baru up lagi guys soalnya author lagi byk kesibukan mohon di maklumin. 🙏🏻**