
Hari terus berganti hubungan mayleen dan Liu yaoshan semakin membaik, tidak lagi seperti sebelumnya kalau mereka bertemu selalu saja Ada perdebatan hingga berakhir dengan pertengkaran.
"Istriku apa kau ingin pergi berjalan-jalan ke pasar? " tanya Liu yaoshan.
"Aku sudah bilang jangan panggil aku dengan sebutan menjijikan itu" ucap mayleen tidak suka dengan panggilan istriku istriku menurutnya itu sangat membuatnya jijik karena baru kali ini dia dipanggil dengan panggilan seperti itu mungkin dia belum terbiasa.
"Kalau begitu aku harus memanggil mu dengan sebutan apa? " tanya Liu yaoshan.
"Panggil saja nama ku seperti biasa" ucap mayleen.
"Aku tidak mau, nanti jika Ada orang yang tidak tahu bahwa kau adalah istriku mereka akan berusaha mendekatimu karena mereka berpendapat bahwa aku hanya teman mu. jadi aku harus memperjelas panggilan sayangku kepada kau itu bisa memperjelas bahwa kau adalah milikku seorang" ucap Liu yaoshan.
"Baiklah, terserah kau saja mau memanggil ku apa" ucap mayleen pasrah.
"Nah ini baru nama nya istriku yang penurut" ucap Liu yaoshan.
"Bagaimana apa kita jadi berjalan-jalan kepasar? " tanya mayleen.
"Tentu saja jadi" ucap Liu yaoshan.
Mereka berdua lalu bersiap-siap dengan menggunakan pakaian biasa, mereka hanya ingin melihat bagaimana orang-orang di luar istana akan memperlakukan mereka sebagai orang biasa dan berbaur dengan mereka.
Setelah mereka bersiap, mereka berdua menyelinap keluar dari istana tanpa sepengetahuan orang-orang kecuali xue mei dan minghao yang sudah diberi tugas oleh Liu yaoshan dan mayleen.
Sesampainya mereka di pasar banyak orang yang melihat kearah mereka, bagaimana tidak mereka tidak menggunakan cadar atau penutup wajah sama sekali sehingga banyak yang terpesona akan kecantikanya dan ketampanannya yang bagaiman dewa dan dewi.
"Aku merasa kau merasa risih dengan tatapan mereka? " tanya Liu yaoshan.
"Agak risih sedikit sih, tapi menurutku wajar mereka seperti itu karena mereka melihat aku yang memiliki wajah di atas rata-rata Hehehe" ucap mayleen.
"Huh kalau begitu aku tidak akan membiarkan mu keluar tanpa penutup wajah lain kali" ucap Liu yaoshan.
Mereka yang sedang sibuk bercanda tawa di jalan tidak sadar jika banyak orang yang terpesona akan senyum mereka itu.
"Wahhh.. mereka pasangan yang sangat sempurna, aku sangat Iri pada mereka" ucap salah satu gadis disana.
"Seandainya wanita itu menjadi penari ditempat ku ini pasti sangat banyak yang akan datang" ucap seorang wanita pemilik rumah wanita penghibur.
"Wah lelaki itu sangat lah tampan, aku sangat sangat Iri dengan wanita itu walaupun aku akui dia memang sangat lah cantik" ucap salah satu gadis di pasar.
"Aku baru melihat ada orang setampan dan secantik mereka di istana ini" ucap salah satu dari kumpulan orang yang sedang mem bicarakan mereka.
Banyak dari mereka yang memuji ketampanan dan kecantikanya Liu yaoshan dan mayleen, tetapi mereka tidak peduli dengan itu. Mereka hanya menikmati waktu kebersamaan mereka karena tidak setiap saat mereka seperti itu dikarenakan mereka selalu saja sibuk dengan urusan masing-masing.
Dan banyak juga yang tidak memgenali wajah Liu yaoshan di luar istana karena dia sangat jarang keluar dari istana bahkan bisa di hitung dengan angka jari beberapa kali dia keluar dari istana menuju ke kerumunan rakyat kecuali dia keluar untuk kepentingan di kerajaan iblis nya.
"Apa gelang ini anda sendiri yang buat? " tanya Liu yaoshan.
"Bukan nak, gelang ini milik pasangan yang dulu nya saling mencintai tetapi kisah cinta mereka berakhir dengan sangat tragis" ucap sang kakek dengan raut wajah sedih.
"Bisakah anda langsung bercerita bahwa orang yang Ada di dalam cerita mu itu adalah putri mu bukan? " tebak mayleen.
"Ba.. bagaimana kau bisa tahu nak? " tanya kakek itu kepada mayleen.
"Kenapa kau membuat kakek itu bersedih may, kau sama sekali tidak mempunyai perasaan langsung mengingatkan dia akan mendiang putri nya " bisik Liu yaoshan.
"Hehe maaf tadi nya aku hanya asal tebak saja setelah melihat raut wajah nya" ucap mayleen.
"Kenapa kisah putri anda bisa berakhir seperti itu? " tanya Liu yaoshan.
Mendengar pertanyaan dari Liu yaoshan membuat kakek itu terdiam dan sesaat kemudian dia berbicara.
"Putri ku dia hanya seorang gadis kecil yang masih polos, kami berasal dari sebuah desa kecil dan suatu ketika dia masuk ke istana untuk menjadi pelayan dan disitu lah kisah cinta nya dimulai, dia bertemu dengan seorang tuan muda dan jatuh cinta dengannya begitu juga dengan pria itu dia juga jatuh cinta pada putri ku saat pertama kali melihatnya hari-hari mereka lalui dengan canda tawa putri ku membuat gelang ini sebagai tanda bahwa itu hadiah pertama untuk hubungan mereka tetapi dia sangat malu untuk memberikannya karena menurutnya gelang itu tidak sebanding dengan pria itu yang memiliki posisi yang tinggi dan dirinya hanya lah gadis miskin yang berasal dari sebuah desa. Saat dia sudah memantapkan diri untuk memberikan gelang itu pada sang pria, dia melihat pria itu bersama dengan ayah dan ibu nya sedang berdebat ternyata pria itu sudah dijodohkan dan akan segera menikah dengan seorang putri bangsawan lainnya mendengar hal itu putri ku hancur, dia berlari dari sana sambil menangis. besok paginya aku melihat putri ku kembali gembira dan wajahnya tampak segar kembali tetapi aku melihat keanehan dari dirinya, dia pamit pada ku untuk menemui pria itu sebenarnya setelah dia pulang dengan tangisnya kemarin dia menceritakan semuanya pada ku tetapi saat pagi tiba dia berubah menjadi aneh dengan terus tersenyum sepanjang hari walau aku melihat Ada luka di matanya tetapi dia menutupi hal itu, dia menyiapkan segala nya untuk ku walau aku sempat ber tanya Ada apa dengannya dia hanya bilang tidak apa-apa ayah aku hanya ingin menjadi putri yang baik untukmu mendengar hal itu aku pun merasa bahwa putri ku mungkin mengalihkan perhatiannya dan mencoba untuk melupalan tuan muda itu tetapi semua itu salah saat dia sudah menyiapkan semuanya dia pamit kepada ku untuk menemui pria itu Hiks.. hiks.. seandainya aku tidak membiarkan nya pergi saat itu mungkin dia masih hidup sampai sekarang" ucap sang kakek menangis.
"Selanjutnya apa yang terjadi? " tanya mayleen penasaran dengan cerita sang kakek.
"Kemudian putri ku menemui pria dan saat sampai disana dia melihat pria itu bersama dengan seorang wanita mereka sangat asik berbicara dan tidak menyadari kedatangan putri ku, putri ku merasa sangat sakit hati melihat hal itu sedangkan pria itu hanya diam menatap kearah putriku dan disaat itu juga ibu pria itu datang dan menyebut wanita itu dengan sebutan menantu membuat putri ku tak tahan menahan tangisnya dan pergi dari sana, pelayan lain yang melihat dirinya hanya mengejeknya dan merendahkan putriku. saat dia pulang kerumah dia kembali menangis sudah kedua kalinya aku melihat putri ku menangis seperti itu, aku sangat kasihan melihatnya tetapi apa boleh buat aku hanya seorang penjual manik murah yang berpengahasilan kecil, dia beberapa hari mengunci dirinya di dalam kamar dan pria itu tak datang juga menemui putri ku, lalu beberapa hari putri ku sama sekali tidak mau keluar saat itu aku sangat khawatir kepada nya jadi aku pergi ke kediaman tuan muda itu dan memohon kepada nya agar membujuk putri ku untuk keluar dari kamar mendengar hal itu pria itu langsung berlari menuju kerumah ku walau sempat aku melihat ibu nya dan Calon istrinya memanggil tetapi dia tidak menghiraukan panggil nya, sesampainya disana dia terus mengetuk pintu kamar putri ku tetapi tidak Ada respon dari dalam, pria itu pun ikut khawatir dan memutuskan untuk mendobrak pintu kamar putri ku saat pintu itu terbuka saat itu juga putri ku sudah tergeletak dilantai dengan darah yang bercucuran keluar karena dia sudah duluan menusuk dirinya, melihat hal itu sang pria menangis didekat putri ku dan terus ber teriak untuk tidak meninggalkannya, putriku yang saat itu perlahan membuka matanya dan berkata pada pria itu untuk tidak menangis dan dia menyerahkan gelang itu kepada pria itu dan berkata aku sangat malu memberikan hadiah ini padamu tetapi rasa malu itu sudah tidak Ada lagi sekarang itu hadiah pertama dan terakhir dariku, semoga kau selalu bahagia itu adalah kata-kata terakhir dari putri ku lalu dia menghembuskan nafas terakhir nya Hiks..hiks.." lanjut sang kakek.
"Apa yang terjadi pada pria itu kemudian? " tanya Liu yaoshan yang ikut terhanyut dalam cerita sang kakek.
"Pria itu sama sekali tidak menerima kepergian putri ku, perlahan-lahan dia kehilangan akal karena bayangan putri ku selalu saja menghantui pikirannya karena dia sangat mencintai anakku. Pada suatu hari dia pun datang kerumah ku dan memberikan ku gelang ini dan berkata aku harus menjaga gelang ini baik-baik dan suatu hari mungkin gelang ini akan menemukan pemilik yang lebih pantas dari mereka. setelah pulang dari rumah ku ternyata pria itu mengakhiri dirinya sendiri dengan melompat kejurang dan berakhirlah kisah cinta mereka, aku berharap mereka dapat bersatu direinkarnasi mereka selanjutnya" ucap sang kakek.
"Cerita cinta anak anda berakhir sangat menyedihkan" ucap mayleen.
"Baiklah, saya ingin membeli sepasang gelang ini" ucap Liu yaoshan mengambil gelang itu dan memakai satu dilenganya dan memasang ka satu nya lagi dilengan mayleen.
**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan divote ya😊
Selamat Hari raya idul adha mohon maaf lahir dan batin🙏 (aku ucapin duluan ya nggak keburu besok Hahaha🤣🤣)
Sehat selalu untuk kalian, salam dari author🙏🙏
Love you all 😍😘😙😗🤗
See you👋
Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 🚴三🚴三👋**