This Is My Way Of Life

This Is My Way Of Life
•°Hewan Spiritual°•


...•~•~•~•~•~•~•~•...


Eirlys yang tadinya biasa-biasa saja, kini mulai terpancing. Merasa kesal, Eirlys langsung saja ke intinya. Eirlys melancarkan sihir ke rubah ekor satu itu, rubah ekor satu itu kini terkena sihir milik nya. Rubah ekor satu itu ketakutan, karena berpikir bahwa ia akan di bunuh oleh seorang manusia yang telah menyelamatkan nyawanya.


Rubah ekor satu itu melayang dalam gelembung berwarna hitam."Siapa pun tolong aku! Manusia kejam ini ingin membun___ mmm mmm mmm!"_Ucap rubah ekor satu itu panik, perkataannya terpotong sehingga ia tidak bisa lagi berbicara.


"Begini lebih baik"_Ucap Eirlys tersenyum, akhirnya ia tidak perlu lagi mendengar setiap ocehan yang membuat kepala nya terasa ingin pecah. Eirlys telah memberikan sihir, agar rubah ekor satu itu tidak bisa lagi berbicara dalam waktu tertentu. Akan sangat merepotkan kalau ia tidak melakukan hal ini.


...•~•~•~•~•~•~•~•...


"Mmm mmm mmm!"_Rubah ekor satu itu bersikeras berusaha melepaskan diri nya, dengan cara menggerakan seluruh anggota tubuhnya. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil. Ia masih tetap terperangkap didalam gelembung. Eirlys geleng-geleng kepala sendiri, tidak bisakah ia berhenti melakukan hal yang sia-sia?


"Percuma saja, lebih baik kamu diam atau kamu sendiri yang akan kelelahan"_Ucap Eirlys datar. Eirlys mendekat kan gelembung berisikan rubah ekor satu itu, kehadapannya. Eirlys mengeluarkan sihir elemen kegelapan miliknya, lalu menyembuhkan bagian tubuh rubah ekor satu yang terluka. Selama proses penyembuhan, rubah ekor satu sama sekali tidak merasakan rasa sakit sedikit pun.


"Rasanya hangat"_Batin rubah ekor satu itu, rubah ekor satu itu memandang Eirlys dengan perasaan yang sulit diartikan. Perasaan rasa bersalah karena telah sembarangan menuduh, terharu, kagum melihat kehebatan yang Eirlys tunjukan, dan rasa terimakasih karena Eirlys telah memperlakukannya dengan sangat baik bahkan sempat menyelamatkan nyawanya, semua itu bercampur aduk. Ingin sekali rasanya, ia berbalas budi. Ia ingin mengucapkan terimakasih. Namun, saat ini mulutnya tidak dapat berbicara.


"Sekarang kau sudah sembuh secara menyeluruh, coba bergerak"_Ucap Eirlys yang dituruti oleh rubah ekor satu itu. Rubah ekor satu itu menggerakan bagian kaki nya dengan berjalan secara perlahan. Rasanya tidak sakit sama sekali, rubah ekor satu itu berlari kegirangan sembari melompat-lompat kesana kemari. Eirlys terkekeh kecil melihat tingkah lalu rubah ekor satu yang telah ia selamat kan itu, terlihat sangat lucu.


"A a a tes tes satu dua tiga, suaraku sudah kembali!"_Ucap rubah ekor satu itu kegirangan sembari melompat di tempat. Rubah ekor satu itu kemudian berlari menuju Eirlys, dan berhenti tepat di hadapan Eirlys hingga beberapa saat kemudian. Eirlys menaikan satu alisnya seolah bertanya, ada apa?


"A_aku hanya ingin mengucapkan terimakasih"_Ucap rubah ekor satu itu pelan. Namun, masih dapat terdengar jelas oleh Eirlys. Rubah ekor satu itu menunduk menahan malu, padahal sebelumnya ia telah mengatai manusia dihadapan nya ini sebagai manusia kejam, tapi sekarang ia malah ber terimakasih. Tidak seharusnya ia melakukan hal yang membuatnya mempermalukan diri nya sendiri.


"Maaf sebelumnya atas tindakanku yang keterlaluan"_Ucap rubah ekor satu itu memberanikan diri menatap Eirlys. Eirlys memandang datar rubah ekor satu itu. Eirlys melangkah satu langkah. Eirlys membungkuk ingin menyentuh rubah ekor satu itu, dengan wajah datarnya. Rubah ekor satu itu menutup kedua matanya, takut disentuh.


Puk


Eirlys mengelus rubah ekor satu pelan, sembari tersenyum hangat."Tak apa, aku tau kamu tidak berniat seperti it_"_Ucap Eirlys terpotong. Dadanya terasa sangat sesak, seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam tubuhnya. Pandangan matanya memudar. Tubuhnya melemah, Eirlys menaruh satu tangannya di pohon, sebagai penyangga agar ia tidak terjatuh.


"Sial! Tidak seharusnya aku menggunakan elemen kegelapan secara berlebihan, tubuh ini masih terlalu lemah untuk menerima tekanan sekuat itu. Ceroboh!"_Batin Eirlys, memaki dirinya sendiri. Mengapa kebiasaan ceroboh nya terbawa sampai ke dunia ini. Akan sangat merepotkan, jika ia sampai tidak sadarkan diri ditempat seperti ini. Wajahnya mengeluarkan keringat dingin.


"Apa kau baik-baik saja, wajahmu berkeringat"_Ucap rubah ekor satu itu khawatir. Rubah ekor satu itu mendekat, sembari memperhatikan pergerakan Eirlys. Rubah ekor satu itu semakin yakin, bahwa manusia di hadapannya ini sedang tidak baik-baik saja.


"Haha, aku baik-baik saja. Santai saja, tidak perlu meng khawatir kan ku"_Ucap Eirlys tersenyum kikuk. Ini sama saja dengan ia menunjukan sisi lemah nya. Memalukan, ini sama saja seperti sedang mempermalukan diri sendiri dihadapan orang lain, yaa walau pun kali ini adalah mahluk lain.


Eirlys menguatkan pegangan tangannya kepada pohon, menyangga tubuhnya agar tetap seimbang. Tubuhnya terasa sangat sakit, jantungnya seperti tertusuk ribuan pisau, dan kepala nya berdengung membuat pandangan matanya memudar. Eirlys berusaha sebisa mungkin, menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Kaki nya bergetar hebat. Merasa tidak kuat, Eirlys menyenderkan tubuhnya di pohon yang menjadi tumpuan tubuhnya. Rubah ekor satu mendekat kan diri nya dengan Eirlys. Eirlys memegang perutnya yang terasa sangat nyeri. Rubah ekor satu yang melihat keadaan Eirlys, merasa Khawatir terjadi hal serius.


"Yaampun bagaimana ini! seharusnya kau tau batas kemampuan mu"_Ucap rubah ekor satu, seolah-olah memahami apa yang Eirlys rasa kan. Eirlys mengerutkan keningnya, apakah rubah ekor satu ini mengetahui sesuatu tentang elemen kegelapan? dan batasan apa saja yang tidak boleh dilewati?


"Aku akan membantumu, bertahanlah sedikit lagi"_Ucap rubah ekor satu itu. Rubah ekor satu merapalkan mantra, yang tidak diketahui oleh Eirlys.


Lingkaran sihir berada disekitar mereka. Rubah ekor satu melayang di atas udara. Dari atas sana, dari dalam tubuh rubah ekor satu muncul serpihan cahaya. Serpihan cahaya itu mengelilingi tubuh Eirlys. Serpihan cahaya itu membuat tubuh Eirlys melayang di atas udara. Serpihan cahaya itu masuk ke dalam tubuh Eirlys. Muncul kilatan berwarna kuning dari dalam tubuh rubah ekor satu, dan muncul kilatan berwarna merah kehitaman bercampur putih dari dalam tubuh Eirlys. Kilatan berwarna merah kehitaman telah mendominasi kilatan milik Eirlys, pertanda bahwa energi kegelapan milik Eirlys telah mendominasi tubuhnya.


"Akh!"_Eirlys. Tubuhnya bergetar hebat. Di dalam tubuh Eirlys. Eirlys telah mengaktifkan energi kegelapan dalam diri nya, membuat energi cahaya dalam tubuhnya ikut beraksi. Eirlys masih belum dapat mengendalikan kedua elemen itu dengan sempurna. Tekanan energi kegelapan milik Eirlys telah mendominasi tubuhnya, begitu pula dengan energi cahaya miliknya. Kini kedua energi yang saling berlawanan itu tengah beradu di dalam tubuhnya, membuat tekanan besar dalam tubuhnya.


Muncul cahaya berwarna kuning, cahaya berwarna kuning itu adalah milik rubah ekor satu. Cahaya berwarna kuning itu, secara paksa memisahkan dari antara dua energi yang saling beradu. Muncul cahaya keputihan dari dalam tubuh Eirlys, cahaya keputihan itu adalah kumpulan serpihan cahaya berwarna kuning milik rubah ekor satu. Tubuh Eirlys, dan rubah ekor satu turun secara bersamaan.


Tuing tuing tuing


Rubah ekor satu berlari menuju Eirlys. Rubah ekor satu mendekat kan diri nya dengan Eirlys."Bagaimana keadaanmu sekarang?"_Ucap rubah ekor satu Khawatir, sejauh ini ia hanya bisa sedikit membantu. Ia juga masih dalam fase pertumbuhan.


"Jauh lebih baik dari pada sebelumnya"_Ucap Eirlys, sembari menggerakan tangan nya secara perlahan. Walau tubuhnya masih lemah, tapi dapat bergerak saja itu sudah lebih dari cukup. Dengan perlahan, Eirlys menggerakan seluruh anggota tubuhnya. Walau tubuhnya masih sedikit lemas, setidaknya ia masih dapat bergerak dengan leluasa. Eirlys kemudian berdiri secara perlahan.


"Terimakasih karena telah membantuku melawan rasa sakit yang aku rasa kan"_Ucap Eirlys tulus, sembari tersenyum hangat. Rubah ekor satu membalas dengan tersenyum, rubah ekor satu merasa bahwa ia hanya melakukan hal yang menurut nya tidak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Eirlys.


"Tidak perlu ber terimakasih, aku hanya melakukan hal yang menurutku di perlu kan"_Ucap rubah ekor satu. Rubah ekor satu merasa bahwa Eirlys tidak perlu ber terimakasih padanya hanya karena pertolongan kecil. Namun, rubah ekor satu tidak tau saja seberapa berharganya bagi Eirlys pertolongan yang di anggap rubah ekor satu pertolongan kecil.


"Rubah ekor satu ini seperti nya tertangkap oleh para pemburu, lalu dia berhasil melarikan diri. Namun, kembali ditemukan oleh para pemburu. Sebagai seseorang yang telah menyelamatkan nyawanya, dia pasti merasa berhutang budi pada ku. Secara insting hewan, dia pasti akan memintaku untuk membawanya pergi bersama ku sebagai bentuk kesetiannya terhadap seseorang yang telah menyelamatkan nyawa"_Batin Eirlys.


"Jika aku berhasil menjalin kontrak dengan nya, dia akan sangat berguna untuk ku. Ter lebih lagi dia merupakan hewan spiritual pengguna elemen cahaya. Kebetulan sekali aku sedang membutuhkan seseorang yang dapat mengajarkan ku bagaimana cara nya menggunakan elemen cahaya"_Batin Eirlys tersenyum miring.


Ting


"Gawat! aku harus segera kembali!"_Ucap Eirlys, ia dengan sengaja mengatakan hal itu. Eirlys ingin melihat reaksi rubah ekor satu terhadap perkataannya. Dan benar saja, rubah ekor satu jadi gelagapan sendiri. Rubah ekor satu terdiam cukup lama, membuat Eirlys geram sendiri.


"Seperti nya dia tidak akan mudah terpancing hanya dengan perkataan, ujung-ujung nya aku juga yang harus bertindak. Merepotkan, apa sulit nya sih mengatakan 'tolong bawa aku ikut pergi bersamamu' kan aku jadi tidak perlu serepot ini"_Batin Eirlys kesal sendiri. Eirlys membalikan tubuhnya, menjadi membelakangi rubah ekor satu. kemudian melangkahkan kaki nya, satu demi satu langkah. Ia ingin melihat reaksi rubah ekor satu terhadap tindakannya kali ini. Akankah rubah ekor satu terpancing, mari kita lihat.


"T_tunggu!"_Ucap rubah ekor satu sedikit berteriak, suaranya bergetar. Eirlys tersenyum miring, yang tentunya tidak diketahui oleh rubah ekor satu karena posisi Eirlys membelakangi rubah ekor satu. Eirlys menghentikan langkah kaki nya, dengan senyuman yang masih terpampang jelas di wajahnya. Rubah ekor satu perlahan berjalan menuju Eirlys.


"Ada apa kau menghentikan ku. Aku tidak memiliki banyak waktu, jadi tolong cepat katakan"_Ucap Eirlys, dengan posisi yang masih membelakangi rubah ekor satu. Rubah ekor satu tampak ragu dengan apa yang ingin ia katakan, ia merasa ragu apakah Eirlys akan memenuhi apa yang ingin ia katakan?


"I_itu, tolong bawa aku pergi bersamamu!"_Ucap rubah ekor satu sekencang-kencangnya. Hening seketika. Eirlys tersenyum miring, ini dia yang ia tinggu-tunggu. Namun, Eirlys tidak berhenti sampai disitu.


"Mengapa aku harus melakukan hal itu? Apa keuntungan yang bisa aku dapat kan, dengan membawamu pergi bersamaku"_Ucap Eirlys, dengan posisi yang masih membelakangi rubah ekor satu. Rubah ekor satu mengumpulkan kepercayaan diri nya.


"Bukankah kita saling membutuhkan. Aku membutuhkan mu untuk bertahan hidup. Dan kamu membutuhkan ku agar dapat menyembuhkan rasa sakit pada tubuhmu. Satu lagi, menurut apa yang aku lihat. Kamu dapat menggunakan elemen kegelapan dengan baik, dan dapat mengendalikan energi kegelapan itu sendiri. Namun, tidak dengan elemen cahaya, dan energi cahaya. Kebetulan sekali, aku merupakan hewan spiritual pengguna elemen cahaya. Aku bisa membantu mengajarkan mu bagaimana cara nya menggunakan elemen cahaya dengan baik, dan mengendalikan energi cahaya itu sendiri"_Ucap rubah ekor satu percaya diri. Walau sebenarnya ia ingin ikut pergi bersama manusia ini karena merasa berhutang budi.


"Alasan yang masuk akal"_Batin Eirlys tersenyum miring. Ternyata rubah ekor satu ini memiliki pemikiran yang sama dengannya. Semua ini semakin menarik, membuat Eirlys tidak sabar menunggu hasil rencananya.


"Baiklah, aku terima tawaran mu"_Ucap Eirlys sembari berbalik badan. Eirlys tersenyum puas, sebentar lagi Ia akan mendapatkan hewan spiritual pengguna elemen cahaya. Akan sangat berguna baginya. Ia tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara nya agar dapat menggunakan elemen cahaya, dan mengendalikan energi cahaya itu sendiri.


"Mendekat lah"_Ucap Eirlys tersenyum manis. Rubah ekor satu berjalan menuju Eirlys. Rubah ekor satu memiringkan kepala nya kekanan, pertanda bahwa ia tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan oleh Eirlys. Eirlys hanya tersenyum manis, ia tau bahwa rubah ekor satu saat ini tengah kebingungan.


"Agar dapat membawamu ikut bersamaku, aku ingin kita berdua menjalin kontrak. Dengan menjalin kontrak, kita bisa saling terhubung antara hubungan batin sebagai partner kontrak"_Ucap Eirlys dengan lembut, ia harus berperilaku baik untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Benarkah, kalau begitu dengan senang hati"_Ucap rubah ekor satu, suaranya terdengar seperti bayi perempuan yang sangat menggemaskan. Eirlys yang mendengar jawaban rubah ekor satu, merasa senang.


Eirlys kemudian melangkah satu langkah, ia menggigit jari telunjuknya. Ia mendekatkan jari telunjuk bekas gigitannya, ke kepala rubah ekor satu. Jari telunjuk bekas gigitannya mengeluarkan setetes darah, satu tetes darah itu mengenai bulu halus dan putih milik rubah ekor satu. Muncul lingkaran sihir antara perpaduan warna hitam kemerahan putih kekuningan milik Eirlys, dan putih kebiruan milik rubah ekor satu. Tubuh mereka masing-masing dikelilingi cahaya berwarna abstrak, sulit dideskripsikan. Proses berjalan cepat, kini mereka sudah resmi menjadi partner.


"karena kita sudah resmi menjadi partner, aku ingin memperkenalkan diri ku. Maaf kalau terlambat. Perkenalkan, nama ku Eirlys Evelyn Ece. Kau bisa memanggilku Eirlys, senyamanmu memanggilku saja. Silahkan perkenalkan diri mu"_Ucap Eirlys dengan senyuman yang terukir diwajah cantiknya.


"A_anu aku tidak mempunyai nama"_Ucap rubah ekor satu tersenyum kikuk, terdengar menyedihkan tapi memang seperti itu kenyataannya. Eirlys terkekeh kecil, ia merasa lucu dengan perkataan rubah ekor satu.


"Kalau begitu mulai saat ini kau kuberi nama, Snow Ece. Snow dalam bahasa barat berarti sajlu, dan Ece adalah nama marga keluargaku"_Ucap Eirlys lembut, suaranya terdengar merdu. Rubah ekor satu berbinar mendengar perkataan Eirlys.


"Meskipun terdengar aneh, tapi aku menyukainya!"_Ucap rubah ekor satu tersenyum tulus. Kini ia mempunyai nama, dan yang memberikannya nama merupakan seseorang yang sangat dikaguminya, ini merupakan sebuah kehormatan.


"Mohon kerjasamanya, Snow"_Ucap Eirlys tersenyum lembut, senyuman nya terlihat begitu tulus. Senyuman nya yang terlihat sangat manis, membuat Snow terkagum-kagum dengan wajah yang dimiliki oleh Eirlys.


"Suatu kehormatan bagiku, dapat menjadi partner orang hebat seperti mu. Kelak dimasa depan, kamu akan menjadi seseorang yang sangat luar biasa begitu pula dengan ku"_Ucap Snow dengan tulus, setiap kata-kata yang diucapkannya berasal dari lubuk hati terdalamnya.


Eirlys merasa sedikit tersentuh dengan perkataan Snow, terdengar begitu tulus. Eirlys akan memperlakukan Snow sebagaimana Snow menganggapnya. Saat ini ia belum bisa mempercayai Snow sepenuhnya, tapi ia berjanji akan memperlakukan Snow setulus yang ia bisa. Karena ia tau bagaimana sulit nya mencari seseorang yang benar-benar tulus terhadap kita.


...•~•~•~•~•~•~•~•...