
...•~•~•~•~•~•~•~•...
"Stev adalah teman tertulus, yang pernah ku punya dalam kehidupan ku kali ini mau pun kehidupan ku sebelum nya"_Ucap Eirlys, setelah itu ia tertidur dalam posisi tangan yang terlentang. Eirlys tertidur pulas, ia bermimpi bertemu dengan Stev. Tanpa sadar, Eirlys tersenyum dalam keadaan sedang tertidur pulas.
...•~•~•~•~•~•~•~•...
Matahari terbenam, di gantikan dengan bulan yang bersinar terang di malam hari. Eirlys terbangun dengan sendiri nya. Perasaan nya sedang senang, karena baru saja tadi ia bermimpi bertemu dengan Stev. Eirlys termenung, mengumpulkan kesadaran nya. Setelah termenung cukup lama, ia bangun dari tempat tidur nya. Berjalan menuju luar balkon.
"Hmmm. Ini hanya perasaan ku saja, atau memang malam ini bulan nya terlihat sangat lah indah"_Ucap Eirlys, ia merasa sinar rembulan malam ini terlihat lebih indah dari pada biasa nya. Eirlys berdiri di antara pembatas balkon kamar nya. Eirlys memperhatikan dengan seksama. Ia terhanyut dalam keindahan bulan yang tengah di lihat nya.
Deg
Tiba-tiba saja, saat sedang asik menikmati sinar rembulan. Eirlys merasa kan ada aura pembunuh. Namun, aura itu tidak berasal dari tempat ini. Eirlys berwaspada. Tenang, Ia mencoba berpikir tenang. Mungkin saja aura pembunuh itu tidak berasal dari tempat nya, melainkan berasal dari tempat lain.
"Sial!"_Batin Eirlys, ia segera berteleportasi ke tempat yang menurut nya menjadi tempat aura pembunuh itu berasal. Insting milik nya masih sama tajam nya, ia tidak mungkin salah tempat. Eirlys berteleportasi menuju halaman belakang.
Eirlys tiba di halaman belakang. Saat ia sampai di sana, tidak terjadi hal yang mencurigakan. Eirlys segera bersembunyi di atas pohon yang menurut nya cukup tinggi. Dari atas pohon sana. Eirlys dapat melihat dengan jelas, ada sekumpulan orang yang sedang mengendap-ngendap menuju halaman belakang. Gerak-gerik mereka terlihat sangat mencurigakan. Eirlys mengira, bahwa mereka adalah sekumpulan pembunuh bayaran. Bagaimana cara nya, Eirlys dapat mengetahui hal itu? tentu saja karena ia dapat meraskan aura pembunuh dari sekumpulan orang-orang itu.
"Berani-berani nya mereka memasuki wilayah sini. Akan ku beri mereka pelajaran"_Batin Eirlys tersenyum miring. Seperti nya, ada seseorang yang sedang mengantarkan nyawa nya sendiri. Para pembunuh bayaran itu sampai di halaman belakang. Eirlys yang sebelum nya berada di atas pohon, kini berteleportasi tepat di belakang para pembunuh itu.
Eirlys berteleportasi tepat di belakang para pembunuh bayaran itu. Tiba-tiba saja belati perak milik nya muncul. Eirlys bergerak begitu cepat secepat kilatan petir, sehingga para pembunuh bayaran itu tidak dapat menyadari kehadiran diri nya. Para pembunuh bayaran itu masih mengendap-ngendap, tidak menyadari kehadiran Eirlys
Jleb
Satu orang dari salah satu pembunuh bayaran itu, berhasil Eirlys tumbangkan. Sebelum benar-benar kehilangan kesadaran diri lalu terbunuh, orang dari salah satu pembunuh bayaran itu sempat berteriak kesakitan. Akibat suara teriakan itu, kini perhatian para pembunuh bayaran seketika teralihkan. Betapa terkejut nya mereka, pada saat melihat seorang gadis kecil dengan belati perak di tangan nya. Yang membuat mereka lebih terkejut nya lagi adalah, belati perak itu yang menyerap darah dari salah satu anggota mereka, dan secara perlahan berubah menjadi berwarna merah semerah darah.
Bahkan mereka juga di buat terkejut, saat melihat perubahan seorang gadis kecil di hadapan mereka. Yang tadi nya berambut putih seputih salju, kini berubah menjadi berwarna hitam pekat. Begitu pula dengan bola mata nya, yang tadi nya berwarna biru seperti kristal, berubah menjadi berwarna merah semerah darah.
"P_perubahan macam apa itu!"_Ucap salah satu orang dari para pembunuh bayaran itu, dengan mata yang membola sempurna, sangking terkejut nya. Sedangkan para pembunuh bayaran yang lain nya, terdiam melihat perubahan seorang gadis kecil di hadapan mereka. Sebenarnya siapa seorang gadis kecil di hadapan mereka ini?
"Belati keputus-asaan!"_Ucap Eirlys, lalu ia berteleportasi tepat di belakang salah satu orang pembunuh bayaran itu. Ia berteleportasi terlalu cepat secepat kilat, sehingga para pembunuh bayaran itu tidak sempat memberi serangan balasan. Kini sudah dua orang yang ia tumbangkan, sekarang tinggal membereskan sisa nya.
Eirlys merapalkan mantra, lalu munculah lingkaran sihir di bawah nya. Kali ini ia berniat menggunakan, sihir elemen kegelapan milik nya. Para pembunuh bayaran yang tersisa tentu saja merasa terkejut saat melihat seorang gadis kecil di hadapan mereka, dapat menggunakan sihir elemen kegelapan dengan begitu mudah nya.
Mereka tidak lah sebodoh itu, tentu saja mereka mengetahui beberapa tentang sihir elemen kegelapan. Bahkan para pembunuh bayaran juga sempat mempelajari sihir elemen kegelapan. Namun, gagal dan terus gagal, karena mereka tidak sanggup untuk menyeimbangi tekanan sekuat itu.
"Bagaimana mungkin kau___"_Ucap salah satu orang dari para pembunuh bayaran itu terpotong. Baru saja ia ingin melengakapi ucapan nya. Namun, terpotong karena mahluk besar di hadapan nya. Ia sangat terkejut, sampai-sampai tidak dapat mengucapkan satu kata kalimat pun, bahkan untuk bergerak saja ia kesulitan.
Rrrrrrhh
"Habisi mereka~"_Ucap Eirlys tersenyum miring, sembari mengelus lembut mahluk berbulu lembut bautan nya. Mahluk besar berbulu putih seputih salju buatan nya itu, menghampiri para pembunuh bayaran yang tersisa. Mahluk besar berbulu putih seputih salju buatan nya itu, menyerang dengan mencabik-cabik tubuh para pembunuh bayaran yang tersisa. Terdengar suara erangan, dan teriakann dari para pembunuh bayaran yang tersisa. Eirlys menikmati dari setiap suara yang mereka keluarkan.
Eirlys menyerahkan para pembunuh bayaran yang tersisa itu, kepada mahluk besar berbulu putih seputih salju buatan nya. Kini ia menghampiri dua orang mayat yang tergeletak di permukaan tanah, dengan luka tusukan tepat di jantung mereka, dengan wajah pucat karena darah mereka telah di serap oleh belati keputus-asaan milik nya.
"Mari kita buat seolah-olah kejadian malam ini, di akibatkan oleh binatang buas"_Batin Eirlys tersenyum miring. Ia merapalkan mantra sihir elemen kegelapan, munculah lingkaran sihir yang mengelilingi dua orang mayat pembunuh bayaran itu, yang tergeletak begitu saja di permukaan tanah.
Swusshhh
Dua orang mayat pembunuh bayaran itu menghilang tanpa jejak. Eirlys telah menghilang kan jejak mereka berdua, seolah-olah membuat mereka berdua tidak pernah berada di tempat ini. Sekarang tugas nya sudah selesai. Eirlys membalikan badan nya, dan melihat para pembunuh bayaran yang tersisa itu telah terbunuh oleh mahluk besar berbulu putih seputih salju buatan nya.
Ctak
Eirlys menjentikan jari nya, mahluk besar berbulu putih seputih salju buatan nya itu kini menghilang. Ia memastikan bahwa para pembunuh bayaran yang tersisa itu terbunuh dalam keadaan tercabik-cabik. Sekarang tugas nya sudah benar-benar selesai. Eirlys segera berteleportasi kembali menuju balkon kamar nya, meninggalkan tempat kejadian.
Uhuk
Tiba-tiba saja darah segar keluar dari dalam mulut nya. Kepala nya terasa pusing, pandangan mata nya mulai kabur. Eirlys berpegangan dengan gagang pembatas balkon. Mungkin hal ini di sebabkan, karena tubuh baru nya tersimpan elemen cahaya sehingga ia tidak boleh terlalu sering menggunakan sihir elemen kegelapan milik nya. Atau keseimbangan antar elemen dalam tubuh nya, tidak dapat saling menyeimbangi.
"Ini seperti kutukan"_Batin Eirlys kesal, memukul gagang pembatas balkon. Bagaimana mungkin ia dapat menggunakan dan mengendalikan elemen cahaya. Sedangkan ia sendiri tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang elemen cahaya. Apalagi ia memiliki dua elemen yang saling berlawanan, dalam tubuh nya.
...•~•~•~•~•~•~•~•...