
Akhirnya Raja Balraj Kumar mau tidak mau harus menyerah dan menerima Juho sebagai menantunya . Meskipun sebenarnya ia pun sudah mengakui kemampuan Juho .
" Setelah ini kita harus bersiap siap " Ucap Juho seraya menatap mereka semua
"Kau benar , Mahender masih hidup . Dia tentu akan membawa seluruh pasukan dan sekutunya untuk menyerang kita " Ucap Raja Avenash
Mereka tau jika Mahender masih memiliki pengaruh besar , ia masih memiliki banyak pasukan serta sekutu yang ada di pihaknya .
"Seharusnya aku mengejarnya tadi " Ucap Taemin menyesali semuanya , dia tadi memang melihat Mahender pergi . Tapi Taemin pun sedang di sibukkan dengan prajurit madraka yang terus menghadang pergerakannya.
" Biarkan dia datang dengan membawa semua bala tentaranya , kita akan menghadapinya nanti " Ucap Juho percaya diri
"Kenapa kau begitu yakin " Tanya Raja Balraj Kumar
" Karena pada dasarnya mereka bergabung denganya bukan dengan suka rela , kita bisa memanfaatkan kenyataan itu "
" Apa maksud mu " Tanya Raja Avenash yang masih belum mengerti
Kemudian Juho mengatakan semua rencana yang ia buat, Juho memang sengaja melepaskan Mahender meski sebenarnya dia bisa mennyelesaikannya tadi . Hanya saja ia menyadari sesuatu yang sangat penting hingga terpaksa membiarkan Raja tirani itu pergi begitu saja .
Mereka semua mendengarkan rencana Juho , meskipun ada resiko yang cukup besar . Tapi peluang kemenangan masih terbuka lebar, di balik keputusannya dia telah merencanakan sesuatu yang sanggat besar .
π£π£
Pertemuan mereka akhirnya selesai , semua orang kemudian mulai beristirahat . Ratu kini sedang bersama Juho dan Shagun , ia ingin menanyakan sesuatu yang selama ini sudah menganggu fikirannya . Yah , apalagi selain keberadaan putri tercintanya .
Shagun pun ikut merasa penasaran karena telah lama tidak bertemu dengan tuan putrinya itu , setidaknya dia ingin mendengar langsung dari Juho . Baru hatinya akan merasa tenang .
" Ratu " Juho mulai melihat ke arah ibu mertuanya yang sedari tadi tengah menatapnya
" Tidak nak , kau sekarang adalah suami dari putri ku . Ibu , mulai sekarang kau harus memanggil ku ibu sama seperti zara memangil ku begitu , mengerti ? ? kau sekarang adalah putra ku " Ucap Ratu seraya tersenyum
Juho pun merasa senang saat mendengar perkataan dari ibu mertuanya.
" Baiklah ,. . . Bu " Juho berusaha menurutinya meski terasa sedikit canggung , tapi ia harus mulai membiasakannya sekarang .
" Boleh ibu bertanya satu hal pada mu ? "
"Tentu saja , apa ini tentang Zara ? " Tebak juho , Ratu mengangguk membenarkan perkataan Juho barusan
" Aku sangat merindukannya , bagaimana keadaanya ? ? dimana dia sekarang ?? "
"Dia ada di rumah ku bu , tidak perlu hawatir . Zara dalam keadaan yang sangat baik , hanya saja aku tidak bisa mengatakan di mana ia sekarang . Aku ingin dia tetap bersembunyi sementara waktu , tapi secepatnya aku akan membawanya pulang kemari " Ucap Juho kemudian
Shagun ikit senang saat mengetahui Zara baik baik saja , ia benar benar merasa hawatir saat tidak mendapatkan kabar apapun dari sang putri .
Juho memang berencana untuk segera membawa pulang Zara ke kerajaan setelah ia berhasil Merebut kerajaan ini , dan ia bersyukur karena rencananya akhinya berhasil .
Meskipun sempat terbesit sebuah keraguan tapi pada akhirnya nasib sedikit berpihak pada mereka , tinggal selanjutnya bersiap menghadapi badai selanjutnya yang mungkin akan segera datang kepada mereka dengan segala angkara murkanya.
Untuk saat ini Tidak ada alasan lagi baginya untuk terus menyembunyikan Zara , keluarganya tentu sangat merindukannya saat ini . Tidak ada salahnya jika segera . mempertemukan mereka
Yah , Jika di pikir pikir Zara hanya berpisah dengan keluarganya tidak terlalu lama di bandingkan Juho yang bahkan sampai bertahun tahun terpisah dari keluarganya .
" Ibu tidak perlu hawatir , dia baik baik saja "
"Sekarang Zara bukan lagi tanggung jawab kami , setelah kau menikahinya maka tanggung jawab itu telah berpindah pada mu . Ibu harap kau akan terus menjaga dan menyauanginya seperti kami dulu , jangar biarkan dia bersedih dia gadis yang tangguh . Tapi di balik itu dia tetaplah seorang wanita yang penuh kerapuhan "
"Aku akan berusaha membahagiyakan Zara semampuku , aku tidak akan memberinya kesempatan untuk mengeluh kan apapun . Jadi ibu tidk perlu menghawatirkan itu . Aku akan pergi sekarang untuk menjemputnya " Juho memohon diri
Tuan Kakkar dan pasukannya tetap berada di istana untuk berjaga , selain itu tuan Kakkar memang memiliki sedikit urusan dengan Raja Balraj Kumar . entah apa yang akan mereka bicarakan.a
Sedangkan Juho memutuskan untuk segera kembali ke hutan larangan , meskipun sudah menjadi keluarga tapi Juho tetap tidak memberitahukan kemana mereka akan pergi .
Biarlah hutan larangan itu tetap menyimpan rahasia besar di dalamnya tanpa di ketahui oleh sembarang orang .
Taemin juga ikut pulang ke hutan larangan , ia sudah sanggat merindukan istrinya tercinta dan tentu saja malaikat kecilnya yang begitu cantik
Mereka segera meninggalkan istana saat itu juga , Juho pun sudah mulai merindukan istrinya yang cantik . Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan belahan jiwanya itu .
Pengantin baru , huh ...tidak bisa jauh meski sebentar saja .
πΊπΊ
Zara saat ini tengah serius belajar bahasa asing milik Juho , dia menghabiskan harinya dengan belajar dan meghafal kata kata penting . beruntung ia termasuk pintar dalam mudahemahami sesuatu , Zara telah menghafalkan beberapa kata kata penting .
Saat Juho membawanya pulang ke tempat asalnya Zara berharap saat itu juga ia sudah menguasai bajasa asing ini, ia ingin membuat mertuanya terkesan .
Belajar bahasa tentu saja sangat penting , ia tidak mungkin kan mengunakan bahasa isyarat jika harus berbincang dengan mertuanya bukan ? ha ha ha seandainya bisa tentu ia tidak perlu belajar sedemikian rupa.
Beginilah jadinya kalau berjodoh dengan pria asing π , tapi mau bagaimana lagi ? siapa yang tau dengan yang namanya jodoh ? takdir ? kenapa ? bagaimana ? kita hanya perlu menjalani itu dengan sepenuh hati .
Zara semenjak di tingalkan Juho terus menyibukkan diri dengan terus belajar , baru sebentar jauh dari suaminya sudah membuatnya begitu rindu .
Ia bahkan hanya memakan sedikit makanan yang di bawakan bibi Rupa ke padanya, ia ingin menunggu suaminya pulang untuk makan bersama .
Malam semakin larut , Zara masih belum beranjak dari ayunan di dalam rumah Juho . dengan memeluk buku yang masih setia menemaninya , matanya begitu berat karwna merasakan kantuk yang semakin menyerangnya.
Juho yang akhirnya sampai segera menyerahkan kudanya pada penjaga , ia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu istrinya.
Juho perlahan membuka gerbang dan mulai masuk, Chorong dan Raza segera menghampirinya .
Juho memeluk dan mengelus mereka dwngan sayang , kemudian setelah puas dengan mereka Juho segera masuk ke dalam rumah.
Dia melihat ke sana kemari mencari Zara , tapi entah di mana dia . Sampai akhirnya Juho melihat wanita itu terlelap di ayunan kecil miliknya seraya memeluk sebuah buku
ππππ
ππ’π’π’........
ππππ Hai readers ter lope lope... jangan lupa like like and like ya........ terimakasih sudah mampir dan meninggalkan jejak mu di sini....