Terpaksa Menikah Lagi

Terpaksa Menikah Lagi
Kalah Cepat


"Kenapa belum tidur sayang?" tanya Hardhan saat mereka sedang video callan.


"Tadi tidur sebentar... Tapi Keanu nangis... Jadi aku kembali ke kamarnya... Ternyata dia pup..." jawab Kei.


"Kan ada suster Indah sayang.... Biarkan saja dia yang mengurus Ken, kau istirahat saja... Stok ASI masih banyak kan?"


Kei mengangguk lalu memberengut, "Tapi tetap saja aku tidak bisa tidur pulas tanpa kamu sayang... Kamu kapan kembali?"


"Belum bisa di pastikan... Besok masih ada rapat lagi dengan para pemegang saham..."


Kei mendesah pelan "Kenapa saham bisa tiba-tiba turun seperti itu? Sampai-sampai harus kamu sendiri yang turun tangan..."


"Nanti sampai Jakarta aku akan ceritakan... Sekarang aku mau lihat anak-anak..."


"Sudah pada tidur sayang..."


"Kalau begitu Ken saja yang mewakili... Kau kan tinggal buka pintu penghubungnya... Aku merindukan anak-anakku..."


Kei langsung turun dari tempat tidurnya, kemudian bergegas ke pintu penghubung, "Sebentar..." serunya sambil membuka kunci pintunya dan melangkah ke arah box baby Ken.


Mendengar kedatangan Kei, suster Indah jadi terbangun dari tidurnya, "Tidak apa-apa Sus... Kamu tidur saja lagi saya hanya sebentar..." seru Kei, lalu mengarahkan kamera handphonenya ke Ken. Baby dua belas bulan itu sedang tertidur pulas sambil mengisap ibu jarinya.


"Ken masih mengisap ibu jarinya? Tolong jangan di biasakan sayang..." tanya Hardhan, Kei menjauhkan jari Ken dari mulutnya.


"Sekarang intensitasnya sudah mulai berkurang kok sayang..." jawab Kei.


"Bagaimana sekolah anak-anak hari ini? Alex bersedia antar jemput kan?"


"Iya... Sesuai intruksimu katanya. Tapi... Untuk apa bodyguard sebanyak itu sayang? Sekarang rumah kita sudah seperti istana saja... Banyak pengawal yang berseliweran kesana-kemari... Di rumah Alex juga sama..." cecar Kei.


Hardhan menyeringai lebar, "Tidak apa-apa sayang... Biar mereka tidak makan gaji buta..." elaknya.


"Terserah kamu saja lah... Kamu sudah makan? Apa madame Agathe ada?"


"Yaa aku sudah makan... Madame Agathe kangen sama kamu dan anak-anak kita... Madame mengharapkan kita berlibur ke sini lagi..."


"Desember saja... Pas anak-anak liburan sekolah... Kita tahun baruan di sana bagaimana?" usul Kei.


Hardhan tersenyum lebar, "Baiklah... Hmmm Kei... Kau jangan ke kafe dulu yaa..."


"Kenapa? Aku baru masuk sebulan Hardhan... Masa sudah tidak masuk lagi... Itu contoh yang tidak baik untuk karyawan-karyawanku..."


Aku harus jawab apa? Kalau aku tetap maksa melarangnya... Kei pasti akan tambah curiga... Masalah bodyguard saja sudah curiga dia... Gumam Hardhan dalam hati.


"Ya sudah hati-hati saja yaa... Aku terlalu mengkhawatirkanmu karena saat ini kita sedang terpisah jarak yang sangat jauh..." sahut Hardhan sambil mencoba tuk tersenyum.


"Aku merindukanmu sayang..." ucap Kei sambil memberengut.


"Aku juga merindukanmu sayang... Sangat... Sangat merindukanmu... Kalau besok selesai aku akan langsung pulang yaa..." balas Hardhan.


Kei langsung sumringah, "Benar yaa?"


Hardhan mengangguk, "Selama semuanya berjalan dengan lancar... Aku juga tidak ingin berlama-lama di sini... Rasanya hampa tanpamu dan anak-anak..."


"Zou dan Zie sudah mulai menanyakanmu, terutama Zaa... Sebelum tidur dia selalu mencarimu terlebih dahulu di kamar, dia pikir aku menyembunyikanmu..."


Hardhan terkekeh pelan, "Wajar Zaa selalu mencariku... Aku kan cinta pertamanya..." aku Hardhan dengan nada bangga.


"Iyain saja deh..."


"Ya sudah lanjut besok yaa... Aku mau mandi dulu..." seru Hardhan.


Hardhan merebahkan badannya di atas sofa, pikirannya terus menerawang ke masalah yang sedang ia hadapi saat ini.


Hardhan belum dapat menemukan kaki tangan sugar daddynya Karina, yang membantu sugar daddynya itu menggeluarkan uang yang tidak sedikit untuk kebebasan Karina.


Orang-orang sewaan Hardhan menghilang secara misterius, itu yang membuat Hardhan benar-benar khawatir, dan ia sangat yakin kali ini Karina dan sugar daddynya akan balas dendam.


Saat ini perusahaan Hardhan di Paris yang sedang mereka mainkan. Untuk sekarang Hardhan sudah bisa mengatasinya, dan saham perusahaannya sudah berangsur menguat kembali.


Tapi Hardhan yakin, pasti bukan hanya ini saja pembalasan dendam mereka kan?


Tuhan... Semoga mereka tidak menyeret anak dan istriku ke dalam masalah ini...


Aku harus secepatnya membereskan perusahaanku, dan mencari kaki tangan Karina!!


Sejurus kemudian Dino masuk ke penthousenya, dan langsung bergegas menghampiri Hatdhan.


"Boss... Kami sudah berhasil melacak keberadaan kaki tangan Karina boss... Mereka berada di daerah Rocamadour..." lapor Dino.


Hardhan langsung duduk, "Bagus!! Berapa lama perjalan dari Paris ke Rocamadour?" tanya Hardhan penuh antusias.


"Kurang lebih enam sampai tujuh jam boss..." jawab Dino.


"Kita ke sana sekarang... Bawa semua pengawal kita... Aku ingin segera membereskannya!" seru Hardhan.


Akhirnya dengan tiga kendaraan, mereka keluar dari kota Paris dan menuju ke barat daya Prancis ke desa Rocamadour, kota kecil abad pertengahan yang terletak di atas bukit.


Selama perjalanan ke sana, Hardhan di suguhi dengan pemandangan indah, bukit dan lembah yang di lewati hiliran anak Sungai Dordogme.


Di sepanjang jalan utama Rocamadour, banyak toko-toko dan butik kecil yang menjual makanan khas desa ini.


Sesampainya mereka di rumah yang di tunjuk Dino, rumah mungil dengan halaman yang sangat luas, tidak lama kemudian pihak berwajib yang di hubungi Hardhan dengan bantuan monsieur Gerrard sebelumnya sudah sampai.


Dengan adanya pihak berwajib yang membawa surat penggeledahan, Hardhan dapat memasuki rumah pedesaan itu.


Tapi ternyata rumah itu sudah kosong, Hardhan masuk ke dalam ruangan seperti ruang kerja, dan mendapati beberapa lembar foto di atas meja kerja itu.


Dan tangannya langsung gemetar karena emosi saat melihat foto-foto itu, yang ternyata foto Kei dan anak-anak Hardhan, beserta foto Sonya dan anak-anaknya.


"Sial Dino!!! Kita kalah cepat!!" teriaknya.


Dino langsung melihat foto penyebab bossnya itu murka, "Kita harus segera kembali ke Jakarta Boss!!" seru Dino.


"Segera kabari Alex... Suruh taruh lebih banyak pengawal lagi di rumah, dan cegah Kei, Sonya dan anak-anak keluar rumah!!" perintah Hardhan.


Dino melihat jam tangannya, "Tapi Boss... Di Jakarta saat ini sudah jam sembilan pagi... Mereka pasti sudah beraktifitas..."


"Sial!!!! Telepon Alex sekarang juga... Dan perintahkan anak buahnya untuk membawa pulang anak-anak dan juga Kei!!!"


"Baik boss..."


Dear Readers...


Minggu ini tidak ada crazy up yaaa...🙏


Dan untuk penghuni GC Penthouse, jangan lupa nanti malam ada sesi tanya jawab...


Terima kasih and happy reading...😘