
sepulang dari pasar para gadis memasak untuk makan malam dan mereka semua makan malam bersama
"selamat makan...."
"wah enak sekali"
"tentu saja kami yang membuatnya"
"tidak disangka para ratu idola ini pandai memasak"
"apa kau tidak bisa diam Jors?"
"abaikan saja dia kak Lin"
"apa rencana kalian selanjutnya?"
"oh itu..."
"paman aku ingat dulu paman pernah mengajakku kedanau kan?"
"iya"
"danau?"
"benar disana sangat indah"
"aku ingin mengajak kalian kesana"
"kedengarannya menyenangkan"
"tapi..."
"kenapa paman?"
"tempat itu lumayan jauh dari sini"
"dan akhir-akhir ini muncul kabut aneh disana"
"kabut?"
"paman mungkin fenomena alam karena perubahan cuaca dan suhu saja"
"Terry benar paman"
"mungkin saja karena ada kalian aku akan mengizinkannya"
"jagalah baik-baik para gadis ini"
"tentu saja paman"
setelah makan malam mereka mulai menyiapkan beberapa barang karena mereka berniat untuk berkemah disana. keesokan paginya mereka mulai berkemas dan meletakkan perlengkapan kedalam mobil, setelah sarapan mereka baru berangkat
"Dony nanti berhenti sebentar dipasar aku mau membeli beberapa bahan makanan"
"baik"
setelah berbelanja mereka kembali melanjutkan perjalanan, dengan bantuan GPS tidak sulit bagi mereka untuk menemukan danau itu, beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai. danau yang sangat luas dan terjaga keasriannya
"waaaah..."
"ini indah sekali"
"lihat sepertinya ada orang didepan"
Dony segera menghentikan mobil agar tidak menabrak orang yang tidak dikenal itu, Zuky dan Jackson turun
"maaf pak anda bisa tertabrak tadi"
"apa yang anda lakukan?"
"kalian jangan melanjutkan perjalanan ini"
"kembali saja!!!"
"kenapa?"
pria itu hanya diam lalu berbalik pergi meninggalkan mereka
"dia aneh sekali"
Jackson dan Zuky kembali kedalam mobil
"kenapa dia pergi?"
tanya Terry
"tidak tahu dia sangat aneh"
"sudahlah"
"kita harus pergi menemui kepala desa sekitar sini untuk meminta izin"
"oh sepertinya disana ada rumah"
"ayo kesana"
Zuky dan Jackson turun
"permisi...."
"ya...."
"bibi maaf mengganggu"
"kami ingin bertanya dimanakah rumah kepala desa disini?"
"kepala desa?"
"itu kalian lurus saja rumah dengan pohon didepannya itu"
"terimakasih bibi"
"sama-sama"
Zuky dan yang lainnya langsung pergi kesana, dirumah kepala desa itu tampak seseorang dihalaman sedang memandikan burung, Zuky dan Jackson kembali turun
"permisi pak"
"benarkah ini rumah kepala desa?"
"benar kalian cari siapa?"
"apakah bapak kepala desa?"
"iya ada apa ya?"
"pak begini kami dan teman-teman berencana pergi ke danau dan menginap beberapa..."
"danau?"
"bagaimana ya"
"kenapa pak?"
"duduklah dulu"
"suruhlah teman kalian turun"
Zuky memanggil yang lain dan mereka duduk bersama di teras kepala desa
"apa kalian bukan dari sini?"
"em sebenarnya kami dari ibukota pak"
"pantas saja dilihat dari cara kalian berpakaian dan bicara sangat berbeda"
"sebenarnya aku bukannya tidak mengizinkan kalian untuk kesana"
"tapi akhir-akhir ini danau itu sangat aneh"
"aneh?"
"benar beberapa hari lalu mulai muncul kabut aneh padahal cuaca sedang panas terik"
"masyarakat sekitar yakin itu bukan kabut biasa"
"bagaimana mereka tahu?"
"karena beberapa tahun lalu pernah ada kejadian serupa dan ada seorang yang nekad menembus kabut itu tapi sampai sekarang dia tidak pernah kembali"
"kak Zuky aku takut"
"Midzy tidak apa-apa kita kan bersama-sama"
Zuky memeluk Midzy
"kak Zuky aku juga takut"
"pergilah Jors"
"kak Lin aku takut!"
"apa kau mau mati?!"
Jors akhirnya terdiam dan semua orang menertawakannya
"aku sepertinya pernah melihat kalian tapi aku lupa dimana"
"...."
"hahaha mana mungkin pak"
"sudahlah kembali saja sekarang masih terlalu berbahaya"
Jackson melihat Zuky
"bagaimana?"
"sayang sekali kalau begitu"
"tapi pak apakah kami boleh hanya melihat saja?"
"kami hanya akan melihat dan langsung berputar balik"
"karena sayang sekali sudah jauh-jauh kesini tapi tidak melihat apa-apa"
"bagaimana ya"
"kalau begitu kalian benar-benar harus segera putar balik"
"baik terimakasih pak"