
"semuanya ayo naik!!"
Jackson memastikan semua orang naik kedalam mobil, dan mereka akhirnya berangkat, membutuhkan waktu beberapa jam dari ibukota hingga sampai ke desa Juba. dan selama perjalanan itu mereka menghabiskan waktu dengan bernyanyi dan bercerita
"kapan kalian akan comeback lagi?"
"kalian sudah lama hiatus kan?"
tanya Bomie
"belum tau kak Lin"
"kami bahkan sudah lama tidak ke kantor"
"apa presdir tidak mengatakan apa-apa?"
"kak kau seperti tidak tahu saja"
"presdir tidak bisa melakukan apa-apa pada mereka"
"tidak juga Midzy"
"sebenarnya aku sangat merindukan saat dimana kita konser bersama waktu itu"
"itu sangat menyenangkan"
"kalian benar"
setelah lelah mengobrol dan bercanda Bomie, Midzy, Jors, dan Terry tertidur
"wah semuanya tidur ya?"
"benar, sepertinya mereka sangat lelah"
jawab Dony
"ky ngomong-ngomong apa kita perlu memakai masker nanti?"
"tidak perlu disana tidak akan ada yang mengenali kita"
"baiklah"
setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai didesa Juba, sampai dirumah paman Ferguson Zuky turun dan mengetok pintu sementara Dony menurunkan barang mereka dan Jackson membangunkan yang lainnya
"paman!!!"
"apa kau dirumah?"
"siapa?!"
terdengar suara langkah dari dalam rumah
"sebentar"
paman membukakan pintu
"hai paman"
"Zuky!!"
paman memeluk Zuky
"paman kira kau akan datang besok"
"bukan paman"
"siapa mereka?"
"oh aku lupa"
"paman mereka adalah teman-temanku"
"kalau begitu masuklah"
"suruh mereka masuk"
setelah meletakkan barang-barang, mereka duduk dan paman Ferguson menghidangkan teh untuk mereka
"paman perkenalkan teman-temanku Bomie Lin, Wang Midzy,Jackson Kim, Terry Lee, Dony Lim dan Jors Smith"
"halo paman salam kenal"
"ya"
"paman punya tiga kamar kosong jadi kalian bisa istirahat"
"terimakasih paman"
"baiklah kalau begitu paman harus keluar dulu untuk melihat kebun ya"
"bersenang-senanglah"
"ya paman"
paman Ferguson pergi ke perkebunannya
"Zuky pamanmu kerja apa?"
"dia tidak bekerja"
"lalu?"
"dia mengelola perkebunan"
"hahaha...."
"kau ini"
"baiklah semuanya kak Jack dua kamar lagi kau bagi saja kak Bomie dan Midzy dikamarku"
"baiklah"
mereka meletakkan barang kekamarnya masing-masing Jackson sekamar dengan Dony sedangkan Terry dengan Jors, gadis-gadis itu menghabiskan waktu dengan mengobrol
"Zuky ayo kita lihat bahan makanan"
"kita kan harus memasak nanti"
"kak ky saku sangat mengantuk"
"sudahlah kita saja yang pergi kak"
didapur ada Terry yang sedang mengambil minum
"kalian mau kemana?"
"tidak ada"
"hanya melihat saja"
zuky dan bomie membuka kulkas tapi tidak ada bahan apapun disana
"yah tidak ada apa-apa"
"sepertinya kita harus pergi kepasar"
"kepasar?"
"aku ikut"
"baiklah ayo"
"sebentar aku ambil sesuatu dulu"
Terry pergi kekamarnya
"mau kemana?"
tanya Jackson
"menemani gadis-gadis itu kepasar"
"aku ikut!"
"ayo"
Zuky dan Bomie menunggu didepan
"ayo!!"
"kak Jack ikut juga?"
"ya"
mereka melihat seorang bocah laki-laki menghampiri mereka
"halo kakak-kakak"
"hai"
"kau mencari siapa?"
"tidak ada"
"paman Ferguson memintaku untuk melihat kalian apa kalian membutuhkan sesuatu?"
"kebetulan sekali"
"siapa namamu?"
"Ali kak"
"Ali kami akan kepasar bisakah kau menunjukkan jalannya?"
"aku sedikit lupa"
"itu mudah ayo ikuti aku kak"
mereka pergi bersama dengan Ali, disana mereka menjadi sorotan orang-orang, bagaimana tidak mereka begitu tinggi dengan paras yang cantik dan tampan.
disana mereka membeli ikan, ayam dan bahan lainnya
"berapa bi?"
"tiga puluh ribu saja"
"oh"
"apakah kalian orang baru disini?"
"iya bi"
"kalian tinggal dimana?"
"dirumah paman Ferguson"
"ooooh tuan Ferguson"
"kalian dari mana?"
"dari ibukota bi"
"ini bi"
"oh ya"
"ini kembaliannya"
"kalian sangat cantik dan tampan apakah kalian adalah artis?"
"bukan bi"
"kalau begitu kami permisi dulu"
"hahaha"
"kenapa kau tertawa anak kecil?"
"kakak apa kalian tidak pernah kepasar?"
"lihatlah ekspresimu itu"