Tak Terkalahkan Di Seluruh Alam

Tak Terkalahkan Di Seluruh Alam
Chapter 07 : Teknik Tarikan Pedang


Untuk memastikan kondisi tubuhku, aku mulai mengujinya dengan cara yang lebih ekstrim. Aku mengambil kerikil lalu melemparkannya ke arah seekor badak, tidak perlu menunggu lama badak tersebut melirik ke arahku lalu menerjang dengan kecepatan tinggi, satu kali hantamannya mampu membuatku terbang puluhan meter ke udara sebelum jatuh dengan suara memekakkan telinga.


Aku bangkit selagi menepuk-nepuk debu yang menempel pada pakaianku. Sesuai yang aku duga bahkan serangan mengerikan barusan tidak membuatku terluka ataupun cedera.


Hadiah yang diberikan sistem memang sangat luar biasa.


Selanjutnya aku mencoba membuat racun beserta penawarannya untuk jaga-jaga, perlu tiga hari untuk melakukannya dan hasilnya sangatlah memuaskan.


"Mari lakukan."


Dengan ragu aku menegak botol racun sembari menunggu beberapa menit apa itu berpengaruh padaku atau tidak, 5 menit berlalu, 10 menit hingga akhirnya satu jam.


Bahkan racun juga tidak mempan, aku sedikit khawatir bahwa meminum alkohol juga tidak akan membuatku mabuk.


Untuk sekarang aku akan lebih banyak berlatih sembari menunggu misi berikutnya dari sistem. Aku yakin di masa depan aku bisa mendapatkan sistem poin yang memudahkanku untuk membeli apapun nantinya.


Aku kembali bertemu dengan Zunbai yang masih disibukkan dengan musiknya.


"Apa kau sudah selesai dengan urusanmu Yulong?"


"Begitulah."


"Kalau begitu kita bisa bergerak lebih jauh ke dalam lembah neraka, aku mulai bosan di sini.. mengangkat batu juga sudah bukan hal sulit lagi untuk kita lakukan."


Aku mungkin akan setuju dengannya, semakin banyak hal yang berkembang dariku maka semakin baik nanti saat berhadapan dengan master kami.


"Ngomong-ngomong, dimana kau menyimpan gitarmu?"


Dengan bangga Zunbai menunjukan cincin giok di tangan kirinya.


"Ini namanya cincin penyimpanan, kau mungkin harus memiliki satu untuk dibawa-bawa. Ini sangat berguna."


Setelah punya uang cukup aku akan membelinya.


Satu bulan berikutnya.


"Yulong mereka ke arahmu!"


Dengan satu tarikan pedang aku telah memenggal lima serigala tanpa kesulitan, sebelumnya serigala yang sama hendak menyerang aku dan Dong Fei yang mencoba mendaftar di sekte tidak aku sangka serigala yang sama sekarang bukan sesuatu yang sulit untuk aku kalahkan seorang diri.


Zunbai mendekat ke arahku.


"Tidak aku sangka, kau sekuat ini Yulong, bagi sebagian orang tarikan pedang hanya teknik dasar tapi kau menggunakannya seperti sesuatu yang mengerikan."


"Apa menurutmu begitu, bagiku aku masih kurang cepat menebas."


"Jujur saja aku tidak terlalu jelas melihatnya, tapi jika kau bisa menebas sesuatu tanpa bergerak maka kurasa kau memang orang yang luar biasa.. hari ini aku akan mengawasi sekitar kau bisa beristirahat sebentar."


"Dimengerti."


Berbeda dariku yang berkarakter kalem Zunbai orang yang bersemangat dan percaya diri. Terkadang dia cukup bisa diandalkan juga.


Saat aku duduk bersila Zunbai telah muncul beberapa menit kemudian.


"Yulong lihat ini."


Aku penasaran kenapa Zunbai memanggilku untuk naik ke atas pohon dan di sana aku bisa mengerti bahwa di sekitar kami telah dipenuhi banyak orang-orang dari sekte berbeda, mereka bukan dari sekte terbesar namun kekuatan mereka masih harus diperhitungkan.


Zunbai yang lebih berpengalaman dariku menunjukkan dua di antaranya.


Yang satu adalah pria dengan rambut merah yang dipenuhi aura wibawa bernama Jingguo dari sekte naga penghancur dan yang lain Yinhua yang merupakan wanita rambut emas panjang dengan gaun putih yang sisi kakinya terbelah menampilkan kaki putihnya.


Dia dikenal sebagai gadis perawan suci dari sekte embun emas.


"Jika mereka ada di sini ada sesuatu yang berharga di lembah neraka ini, itu mungkin bisa warisan atau sebuah harta karun."


"Hey Zunbai mungkinkah kau memikirkan apa yang aku pikirkan?"


"Tentu saja kawan, aku tidak peduli jika ada artefak senjata di dalam sana karena aku sudah mempunyai kapak ini, tapi jika itu uang jelas mereka akan berguna nantinya saat kita kembali ke paviliun."


Dan akhirnya kami setuju untuk ikut bergabung dengan rombongan tersebut.