Tak Terkalahkan Di Seluruh Alam

Tak Terkalahkan Di Seluruh Alam
Chapter 14 : Menerobos


Selagi makan kami bertiga saling mengobrol ringan.


"Jika dipikirkan, Yulong apa sekte embun emas akan baik-baik saja tanpa leluhurnya di sana?"


"Aku juga berfikiran demikian."


Kami baru kenal namun mereka jelas orang-orang baik. Wan Jiang yang masih mengunyah Karaage di mulutnya membantahnya dengan lambaian tangan.


"Mereka akan baik-baik saja, seharusnya warisanku sudah cukup untuk melindungi mereka jika tiba-tiba ada seseorang menyerang, dari awal sekte embun emas ahli dalam formasi Array, yang kutahu pemimpin yang sekarang menjabat merupakan master formasi tingkat 9.... Hmm.. kenapa master melihatku seperti itu? Apa master tidak percaya."


"Yah... aku hanya penasaran, mereka kuat bertahan tapi lemah menyerang."


"Itu karena aku membangun sekte bukan untuk menjadi terkuat melainkan untuk melindungi."


Aku dan Zunbai mengatakan "Melindungi" di waktu bersamaan.


"Saat perang pecah antara manusia dan kaisar iblis suci, banyak wanita dan anak-anak yang kehilangan rumah serta tujuan hidup mereka, aku mengundang mereka tinggal di kota dan saat itu tiba-tiba malah berubah jadi sekte.. walau dikatakan hanya wanita saja yang bisa bergabung, mereka masih menjalani hidup mereka semestinya."


"Aku pikir di sana harus perawan seumur hidupnya," ucap Zunbai menyimpulkan.


Kemungkinan besar tujuan mereka telah berubah yang awalnya tempat berlindung menjadi tempat untuk bertambah kuat demi menunjukkan eksistensinya sebagai ahli bela diri yang tidak bisa diremehkan.


Kami menikmati makanan kami dengan tenang, sebelum beristirahat dan keesokan paginya aku dan Zunbai kembali berlatih. Aku melemparkan Exilir tingkat atas yang pernah aku buat sebelumnya.


"Ini?"


"Cobalah."


"Thank you."


Zunbai pergi ke dalam gua untuk berkultivasi, ia mengatakan bahwa ia perlu satu sampai dua bulan untuk menerobos lapisan pertengahan namun kuharap ini bisa membantunya agar lebih cepat.


Aku kembali meletakan batu di atas punggungku untuk memulai berlari mengelilingi gunung.


"Efek penguatan fisik memang mengerikan, aku juga tidak mudah kelelahan."


Aku melemparkan batu yang beratnya sekitar 100 ton sebelum membersihkan wajah di pinggir sungai, Wan Jiang yang memasak sup untuk makan siang memanggilku dari kejauhan.


"Master sudah matang, mari makan bersama."


"Tunggu sebentar."


Kehidupan santai seperti ini, memang tidak buruk. Hampir setengah populasi monster di lembah neraka telah habis membuat mereka tidak ingin berdatangan kemari. Itu juga hal terbaik sebelum kami kembali ke paviliun.


Aku duduk bersebelahan dengan Wan Jiang yang mengulurkan mangkuk ke arahku. Aroma supnya harum dan terasa enak juga.


Aku baru mengajarinya kemarin dan ia sudah menjadi seorang pro.


"Bagaimana master?"


Aku mengacungkan jempol ke arahnya hingga ia memberikan senyuman indah miliknya.


"Syukurlah jika itu cocok dengan selera master, ngomong-ngomong dimana pria menyebalkan itu?"


"Zunbai sedang berkultivasi, aku pikir dalam beberapa waktu dia tidak akan muncul.'


"Hentikan, jangan menggodaku."


Aku mendorong wajah Wan Jiang yang terus mendekat ke arahku.


"Master, jangan malu-malu.. kamu bisa melampiaskan semuanya padaku."


Ketika kami saling berdebat, sebuah sinar ke emasnya meluncur ke atas langit membentuk pilar cahaya. Itu berasal dari gua yang sebelumnya dimasuki oleh Zunbai.


"Orang itu baru saja menerobos ke ranah menengah, tidak hanya satu tapi terus berulang-ulang."


"Secepat itu?"


"Exilir master memang luar biasa, seharunya master jangan terlalu baik padanya."


Zunbai yang dipenuhi keringat tiba-tiba muncul dengan kecepatan super, di sekelilingnya ada cahaya emas yang keluar.


Memangnya dia super saiya?


"Apa-apaan itu Yulong, aku bisa langsung menembus Esensial bumi hanya beberapa jam saja."


"Itu hanya Exilir biasa."


"Tidak mungkin, apa kau ini sesungguhnya seorang immortal yang menyamar."


"Jadi kau baru sadar rambut aneh," sela Wan Jiang berdiri percaya diri.


"Siapa yang kau panggil rambut aneh hah."


"Master itu bukan Immortal tapi dewa."


Dewa darimananya coba?"


"Bisakah aku meminta Exilir lagi?"


"Efeknya hanya bisa dipakai dua kali saja untuk setiap orang, karena itu."


Jika minum lebih dua aku takut akan ada efek samping yang diterimanya. Itu seperti kesulitan menerobos ranah berikutnya atau kehancuran meridian yang membuat seseorang kehilangan kultivasinya.


"Tidak masalah, jika ada sesuatu yang bisa membuatku cepat kuat secara instan akan aku ambil."


Aku memberikannya lagi dan ia segera kembali ke gua.


"Ngomong-ngomong Wan Jiang, kenapa kamu malah mengikutiku?"


Wan Jiang tersenyum tipis sebelum membalas pertanyaanku.


"Jawabannya sederhana, karena tuan... sangatlah kuat."


Angin berhembus di sekelilingnya membawa dedaunan berterbangan ke udara.


Apa aku benar-benar kuat? Bahkan setelah aku mendapatkan sistem aku masih ragu untuk menyebutku demikian.