System Kaisar Semesta

System Kaisar Semesta
bab 128.niat pedang.


"kau hebat juga nak, kau mampu menahan seranganku"ucap pria itu.


"itu kau sebut serangan, sungguh memalukan"


ucap Miao Jun.


"dasar rakyat jelata, jangan bermain lagi cepat habisi bocah itu untukku"


ucap mo Jian.


pertarungan yg tak seimbang pun terjadi lagi.


"hah jika begini akan memancing penjaga kota, aku akan menyelesaikan nya dengan cepat"


ucap long Shan yg langsung menghilang dari tempatnya, ia muncul di samping mo Jian yg sedang berlindung di samping pengawalnya.


"kau sungguh sok kuat sampah"


ucap long Shan dingin.


long Shan langsung memenggal kepala mo Jian tanpa belas kasih.


"tuan muda..!"


triak pemimpin pengawal yg sedang melawan mo Jian.


"sialan kau akan mati bocah, bahkan keluargamu akan mati, klan mo tidak akan melepaskanmu..!"


raung marah pemimpin pengawal itu, aura kuat meledak dari nya.


miao Jun yg berada di dekatnya juga langsung terhempas, para penonton yg menonton keributan itu juga langsung berlari menjauh.


"hah..hanya ranah raja bela diri saja kau ingin membunuhku, dan lagi klan kecil seperti klan mo ingin membunuh keluargaku ahahhahahaha , ini sungguh lelucon"


ucap long Shan dingin sambil tertawa.


pemimpin pengawal itu langsung tertegun, anak muda yg ada di depannya itu tidak tertekan oleh auranya.


"siapa kau sebenarnya..?"


ucap pemimpin pengawal itu.


"sungguh lucu, kau ingin membunuh ku tapi kau malah ingin tau namaku, sungguh hal yg sangat memalukan"


ucap long Shan.


"diam, katakan saja namamu"


ucap pemimpin pengawal itu.


"huh..kawan, kalian kemarilah, aku akan menunjukan kepada kalian menggunakan niat pedang dengan sekala kecil"


ucap long Shan kepada Miao bersaudara.


Miao ber saudara langsung berlari mendekat ke kepada long Shan.


"baik lihat baik-baik, niat pedang tidak hanya bisa di gunakan saat kita memegang pedang saja, walaupun kita menggunakan batang pohon, kita masih mampu membelah target"


ucap long shan sambil mengambil batang kayu yg ada di depan toko.


"lihat baik-baik kawan"


ucap long Shan.


"kau siap-siap lah, jika kau berhasil menangkis seranganku ini, aku akan membiarkan kalian tetap hidup tapi jika tidak maka kalian akan mati"


ucap long Shan.


long Shan mulai mengangkat tongkat kayu itu ke atas.


"tehnik pedang, seribu aliran pedang"


ucap long Shan.


para warga juga mulai ke takutan.


"jurus macam apa ini, kenapa tekanan nya sampai seperti ini, tubuhku tidak bisa di gerakan lagi"


ucap pemimpin pengawal itu.


di tempat tuan kota, utusan sekte gunung emas dan tuan kota yg sedang meminum teh, langsung melihat ke atas, mereka bisa melihat banyak sekali pedang.


"jurus pedang macam apa itu, jurus itu terselip niat pedang yg sangat dalam, siapa sebenarnya pengguna jurus itu dan kenapa ada di tengah kota"


ucap tetua Zhu.


"sialan, pasti ada yg membuat ulah di kota"


ucap tuan kota yg ingin pergi ke tempat pedang itu berada.


"jangan gegabah tuan kota, orang yg bisa menggunakan jurus seperti itu, pastilah seorang ahli, jadi jangan gegabah"


ucap tetua si.


"tetua si benar tuan kota, kita tidak boleh ceroboh, ayo kita ke sana dan tekan amarahmu jika tidak ingin berakibat fatal"


ucap tetua Zhu.


di tempat long Shan, ia masih mengangkat tongkatnya ke atas.


"sekarang apa kau masih percaya diri bisa membunuhku"


ucap long Shan dingin.


tubuh para pengawal mo Jian langsung gemetar hebat, rasa takut mulai menyerang hati mereka.


"sialan ternyata anak muda itu adalah seorang ahli, dasar tuan muda bodoh, dia berani menyinggung monster sepertinya, tak heran jika ia tidak memandang klan mo"


ucap salah satu pengawal dalam hati.


semua warga kota dapat melihat ribuan siluet pedang berwarna biru itu.


Miao bersaudara juga sangat kagum, mereka tidak menyangka jika kawan mereka bisa menggunakan jurus sekuat ini.


"dasar sampah, hanya kau memiliki dukungan dari klan mo kau berani menggertakku, sepertinya semua anggota klan mo sama saja seperti tuan muda mereka yg sudah tewas itu"


ucap Long Shan.


Pemimpin pengawal itu hanya bisa mengatupkan giginya dengan keras, ia mencoba menahan tubuhnya agar tidak gemetar, tapi tetap saja sia-sia, hatinya sudah di kuasai rasa takut.


tiba-tiba dari atas langit turun 3 orang pria tua.


"ada apa ini, kenapa kalian ribut di dalam kota..?"


ucap tuan kota.


tapi tidak ada yg berani menjawab, tubuh mereka masih gemetar, mereka dapat merasakan ke tajaman pedang yg sedang melayang di langit.


"tuan pemuda itu membunuh tuan muda kami, kami hanya ingin melawan untuk ke adilan"


ucap pemimpin pengawal itu.


"kalian sudah meganggu perjalanan ku dan ke dua kawanku, dan lagi tuan muda kalian itu sudah kalah dalam turnamen dan tidak terima. apa rasa malu kalian masih ada"


ucap long Shan.


semua ira g yg mendengar dan melihat sendiri kejadian itu hanya diam.


"tuan muda, tolong bersabar, biarkan orang tua ini yg mengurus nya, bocah itu sudah mati tuan muda, jika tua muda membunuh yg lain di sini dengan jurus sekuat maka tidak akan target yg mati tapi juga para warga yg tidak bersalah"


.ucap tetua si.