Suamiku Menjadi Adik Iparku

Suamiku Menjadi Adik Iparku
S2-Part04


**Hai aku balik lagi nih, jangan lupa Like+Komen nya !! tapi Komen nya jangan yang bikin author down dong !!..


...Selamat Membaca......


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


Zenia berlari masuk kedalam rumahnya, dia bahkan tak menghiraukan ketiga anak nya yang memanggil dirinya, Zenia terus melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu persatu, dirinya masih saja menangis.


Sementara Zahran juga menyusul sang istri, tapi saat melewati ruang keluarga Zahran di panggil oleh Raja.


“Ba, kenapa bunda menangis ??” tanya Raja bingung, pasalnya Raja melihat Zenia mengusap matanya saat menaiki anak tangga.


“Tidak mengapa sayang, bunda lagi kurang enak badan, jadi matanya berair” Zahran terpaksa membohongi anak nya, dia hanya tidak ingin ketiga anak nya tau permasalahan nya.


“Oh begitu ya Ba” si polos Raja percaya saja dengan perkataan Baba nya.


“Ampuni hamba ya Allah karena harus berbohong kepada mereka” batin Zahran sedih.


“Ya sudah kalian mainan lagi ya !! Baba mau ke atas dulu nemuin Bunda” ucap Zahran Dengan lembut.


“Evet baba ( iya Baba)” jawab ketiga anak nya.


Zahran tersenyum, kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan ketiga anak nya yang lanjut bermain.


Zahran berdiri di depan kamar nya, sebelum mengetok pintu kamar Zahran menarik nafas dulu.


Tok---Tok---Tok “Sayang Byby masuk ya” ucap Zahran.


Tapi tidak ada jawaban dari Zenia, sehingga Zahran memberanikan dirinya masuk, Ceklek pintu pun terbuka, Zahran dapat melihat istrinya duduk di pinggiran ranjang, bahu nya naik turun tanda dia sedang menangis, ada rasa bersalah di diri Zahran, kenapa selama ini dia tidak mau menceritakan masalalu nya kepada sang istri.


“Sayang” panggil Zahran pelan.


Tapi Zenia tak bergeming, dia semakin sesegukkan dengan tangisnya, sehingga membuat Zahran merasakan sakit.


“Sayang” kembali Zahran memanggil, bahkan dirinya sudah duduk di samping sang istri.


“Maafkan byby sayang !! byby tau byby salah, karena selama ini byby tidak pernah menceritakan kejadian masa lalu byby” jelas Zahran merasa bersalah.


Zenia menoleh, wajahnya sembab karena menangis, bahkan air mata itu terus meluncur dengan deras, perlahan tangan Zahran terangkat, ibu jari nya menghapus air mata istrinya, seketika Zenia memeluk Zahran, menangis di dada suaminya.


“Nia takut by, Nia takut Hiks--Hiks--Hiks, Nia takut kejadian masa lalu Nia terulang lagi” Zenia terus menumpahkan ketakutan nya kepada Zahran..


“Maafkan byby sayang !! maaf karena byby tidak pernah menceritakan masalalu Byby !!” balas Zahran sembari mengusap punggung sang istri dengan sayang.


Zenia melepaskan pelukan nya, dia memandang wajah suaminya.


“Byby gak akan ninggalin Nia kan ?? byby gak akan mengkhianati pernikahan kita kan ??” tanya Zenia beruntun.


“Astaghfirullah, Insyaallah tidak akan sayang, byby sangat mencintai kamu, byby tidak akan mengkhianati pernikahan kita, percaya sama byby ya !! ”


“Nia hanya takut by, Nia takut kejadian di masalalu Nia terulang lagi”


“InsyaAllah tidak sayang, itu semua tidak akan terulang lagi”


Zenia kembali memeluk suaminya, kemudian dia kembali mengingat kata-kata Ica yang rela jika dia menjadi istri kedua Zahran.


“Tapi by, dia tadi bilang kalau dia rela jadi istri kedua Byby” ucap Zenia sembari melepaskan pelukan nya.


“Sayang dengerin byby !! walaupun dia rela jadi istri kedua byby, tapi byby yang tidak rela menjadikan nya istri kedua, byby juga tidak mau menyakiti kamu, byby sangat dan sangat menyayangimu” ucap Zahran sembari menghapus air mata istrinya.


“Beneran by ?? byby tidak akan memadu Nia kan ??”


“Terima kasih by” balas Zenia yang juga menyunggingkan senyum nya.


“Sama-sama sayang, kita lalui semuanya bersama ya !!” .


Zahran dan Zenia saling pandang, menumpahkan rasa cinta di antara mereka, Zahran tau kalau di dalam pernikahan pasti akan ada masalah, dan Zahran ingin melewati semua masalah rumah tangga nya bersama Zenia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di indonesia--------


Siang itu selepas melaksanakan sholat jum'at, Gibran di panggil oleh Abi kyai.


“Assalamualaikum” seru Gibran saat masuk kedalam rumah utama ponpes.


“Walaikumsalam” jawab Abi dan Umi.


Gibran pun segera menyalami tangan keduanya, dengan senyum mengembang Abi menyuruh Gibran duduk.


“Silahkan duduk Nak Gibran” ucap Abi dengan sopan.


“Terima kasih Abi”


Gibran duduk di Sofa panjang, sementara Abi duduk di single sofa. dan Umi pamit untuk istirahat di kamar.


“Begini nak Gibran Abi mau membahas tentang masalah permintaan kamu waktu itu” ucap Abi.


“Iya Abi, Gibran siap mendengarkan” balas Gibran, entah kenapa ada rasa gugup saat Abi akan membahas masalah permintaan nya untuk di carikan seorang istri.


Kemudian Abi mengeluarkan sebuah foto perempuan dengan balutan gamis putihnya yang di padukan dengan jilbab hitam.


“Namanya Roudhotul Lila, biasa di panggil Lila, dia anak Kyai Ghufron yang berada di jawa timur, gadis yang masih berumur 24 tahun ”. ucap Abi dengan lembut.


Gibran memperhatikan foto wanita tersebut, sungguh dia sangat cantik dengan balutan gamis putihnya.


“Apa Gibran pantas bersanding untuk dia Abi ?? rasanya dia begitu sempurna, tidak dengan Gibran yang penuh dengan dosa ini”


Sesaat Abi terdiam dia memperhatikan Gibran, dia memang banyak melakukan kesalahan nya di masalalu, tapi tidak untuk sekarang, Gibran sudah sangat berubah, ibadahnya sudah rajin, membuat Abi yakin kalau Gibran pantas bersanding dengan Lila.


“Gibran, semua orang itu pasti pernah melakukan kesalahan, bukan manusia namanya kalau tak luput dari salah, yang penting Gibran sudah berusaha untuk berubah, dan Abi juga sudah menceritakan semua masalalu Gibran dan status Gibran saat ini yaitu seorang Duda anak satu, tapi Lila menerima semuanya dengan ikhlas, begitupun dengan Abi nya” jelas Abi.


“Lalu ibunya Abi ?? apa dia juga menerima Gibran ??”


“Ibu nya sudah meninggal sejak Lila berumur 10 tahun, jadi bagaimana kamu bersedia bersanding dengan nya ??”


“Boleh Gibran minta waktu Abi ?? Gibran akan menunaikan Sholat malam dulu, meminta petunjuk kepada Allah SWT” tanya Gibran membuat Abi tersenyum.


“Boleh, Abi kasih waktu kamu 1 minggu, Jum'at depan Abi tunggu jawaban nya”


“Terima kasih Abi”


Setelah perbincangan itu, Gibran pun pamit undur diri, tak lupa dia membawa foto seorang gadis yang di perkenalkan dengan nya tadi.


Gibran melangkahkan kaki nya keluar dari rumah utama ponpes, ada rasa bahagia saat ada seseorang yang mau menerima semua kekurangan nya.


“Aku harus memantaskan diriku agar aku sepadan bersanding dengan nya” ucap Gibran dalam hati.


Gibran terus melangkah, sesekali dia tersenyum saat ada santri yang menyapanya, bahkan ada beberapa santri yang memanggilnya dengan sebutan Ustadz.