Senja Untuk Sandykala

Senja Untuk Sandykala
Bab #6


Terdapat Nawasena pada bola mataku ketika melihat Maheswari Falguni sepertimu.


-Sandykala


_______________________________________


"Saya bisa saja menandatangani itu, tapi tanda tangan saya tidak bisa didapatkan dengan mudah, saya punya syarat, kamu siap?" Tanya Kala


Mata Asha berbinar mendengarnya, apapun akan ia lakukan asal tugasnya bisa segera selesai. "Saya siap!" Ucap Asha sambil tersenyum manis.


Kala yang melihat senyuman dan keberanian Asha itu akhirnya mengalihkan pandangannya khawatir akan gadhul bashar.


"Kalau begitu kamu ikut saya" putus Kala


Asha tidak banyak bertanya, ia terus membuntuti Kala dari belakang. Sepertinya Asha tidak sadar saat ini, ia terus berjalan hingga tidak melihat Kala berhenti membuat hidung mungilnya menabrak punggung Kala.


"Aduh" keluh Asha, "ini kenapa gue nabrak mulu si, nanti kalo dikira pick me kan ngga lucu" batin asha merutuk tak berhenti. Sedangkan Kala hanya melirik sekilas lalu menggelengkan kepala.


"Anu, maaf kak saya ngga sengaja nabrak" ucap Asha


"Iya, pulang nanti beli Aqua biar lebih fokus" jawab Kala


"Kayaknya mending Le mineral deh kak, ada manisnya, murah lagi" Asha kini membanggakan produk langganannya


Kala mendengar itu cuek tidak peduli, "Terserah"


Satu kalimat itu berhasil membuat Asha sangat geram "gue yakin dia bakal jomblo seumur hidup! mana ada yang mau sama cowok nyebelin kayak gini" batinnya menggerutu.


"Sini" ternyata selama Asha menggerutu, Kala sudah mengambil sebuah Al-Qur'an di rak kecil dekat lemari sajadah.


"Kaka mau ngapain? Jangan bilang kaka mau aku sumpah Al-Qur'an? Ngga dulu deh kak, aku mau cari Kaka OSIS yang lain aja" saat Asha hendak meninggalkan Kala, seketika ia kembali berhenti mendengar ucapan Kala yang berhasil membuatnya terancam.


"Sekali kamu melangkah menjauh, saya akan minta teman OSIS saya tidak akan memberi tanda tangannya" tekan Kala, sejujurnya Kala hanya ingin menepati janjinya untuk mengetes gadis mungil satu ini.


Asha berpikir sejenak, seingatnya Kala bukanlah seseorang yang memiliki jabatan tinggi di organisasi itu, karena ia tidak melihat Kala menyampaikan sambutannya tadi pagi. Jadi ancamannya itu palsu kan?.


"Ekhem, Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah salah seorang kalian mengarahkan/mengacungkan senjata ke saudaranya karena ia tidak tahu bisa jadi setan mencabut senjata itu dari tangannya sehingga ia jatuh ke lubang neraka,' HR Bukhari dan Muslim. See u!" Asha meninggalkan Kala dengan sangat puas karena bisa membuat Kala bungkam saat ini, ia tidak sadar, apa yang ia lakukan saat ini akan menjadi lubang untuknya sendiri.


Kala membuka handphonenya dan mengetikkan kalimat yang kelak akan mengikat Asha agar nurut padanya. Sambil menunggu, Kala menaruh kembali hpnya di kantongnya lalu melanjutkan kegiatannya tadi.


Kala : kalau ada anak murid yang namanya Asha minta tanda tangan, suruh dia temuin saya lebih dulu.


Tidak lama dari itu notif dari grup tersebut langsung ramai menjawab pesan Kala, ada yang penasaran, namun ada juga yang hanya menurut tanpa bertanya.


OSIS/MPK 32/33 : [38 pesan notifikasi masuk] Baik kal


_______________________________________


"Hahaha emangnya lo doang yang OSIS, gue pasti bisa dapetin dari yang lain daripada disuruh sumpah Al-Qur'an kan serem banget" gumamnya sendiri sambil berjalan keluar Masjid.


"Udah minta tanda tangannya? Romannya seneng banget itu muka" ledek Keswoo, ternyata ia menunggu sejak tadi di depan Masjid. Sungguh tidak tau jalan pikirnya itu.


"Loh Kaka masih disini? Kirain udah balik gebet cewek lain" sinis Asha


"Ngga setega itu juga kali ninggalin lo sendiri disini, kan gue yang ngajak. Lagian juga takut ntar lo diculik kuda lumping" jawab Keswoo


"Ngawur aja, tapi mumpung lo disini bantu gue sekali lagi dong please, gue tadi ngga jadi minta tanda tangannya, syarat dia terlalu ekstrem" jawab Asha dengan malas


"Ekstrem apa? Lo disuruh ngapalin huruf hijaiyah?" Tanya Keswoo


Mendengar perkataan Asha itu membuat Keswoo tertawa sangat lepas, "lo apain anak orang kal" ucapnya dalam hati.


"Yaudah ayo cari lagi aja, masih banyak juga anak OSIS" Keswoo mengajak Asha untuk mencari tanda tangan yang lain.


"Emang OSIS/MPK disini total ada berapa kak?" Tanya Asha


"Gue ngga tau cantik, kan gue bukan OSIS/MPK, tapi banyak dah" jawabnya


Mereka terus berkeliling hingga akhirnya mereka menemukan seorang cewek yang diduganya seorang MPK sedang makan mie ayam di kantin Pak Borik bersama teman-temannya.


"Woi" Keswoo datang sambil menggebrak meja, dengan reflek cewek itu melintirkan tangan Keswoo.


"Aduh aduh ampun neng Bila" ucapnya kesakitan, Bila pun melepaskan tangan Keswoo.


Ya, cewek yang dimaksud itu lebih akrab dipanggil dengan Bila seorang anggota MPK.


"Galak banget si lo" kata Keswoo


"Lo lagian rusuh, orang lagi makan mie malah dikagetin" kesal Bila


"Hehehe" Keswoo hanya cengengesan mendengarnya.


"Jelek lo nyengir kayak kuda begitu, terus ini anak siapa lo bawa bawa cok?" Heran Bila.


"Ini..." Keswoo belum melanjutkan pembicaraannya Asha sudah memperkenalkan dirinya sendiri.


"Halo kak, namaku Asha, salam kenal, disini aku mau minta tolong sama kaka karena ada misi yang harus aku selesaikan, apa boleh aku minta tanda tangan kaka?" Tanyanya ringkas karena ia sudah lelah sekali hari ini.


"Oh jadi kamu yang namanya Asha" ucap Bila yang berhasil membuat Asha dan Keswoo saling menatap bingung


"Kaka kenal saya?" Tanyanya berhati-hati


"Kaka saranin, kamu temuin Kala sekarang juga" Syabila tidak mungkin melanggar permintaan Kala, jadi ia hanya bisa membantunya sampai disini sambil menepuk pundak Asha pelan.


Asha mengernyitkan alisnya,


"Kak Kala?" _______________________________________


Note.



Nawasena : masa depan


Maheswari Falguni : bidadari cantik


Gebet : dekati/pdkt


Keles : kali



Thank you for enjoying my novel,


see u later dan jangan lupa buat votingnya akkai!