Senja Untuk Sandykala

Senja Untuk Sandykala
Bab #1


بسم الله الرحمن الرحيم


Setidaknya aku sudah mengucap basmalah, untuk selebihnya mendapatkannya atau tidak, aku pasrahkan pada lauhul mahfudz-Nya


- Asha


_____________________________________ 


Di Kota Jakarta yang sunyi tanpa klakson kendaraan itu menandakan bahwa pagi yang diharapkan datang belum juga terang, mentari tengah sibuk menyiapkan dirinya agar muncul dengan sempurna membuat seorang gadis bangun terlalu pagi karena tertipu akan jam dindingnya yang rusak.


"Tukang prank bisa-bisanya ke prank sama jam kolot! Nyebelin banget, mana rela mandi di air yang kayak es batu, liat aja lu nanti gue bakar, dasar jam tua!" Ucap gadis kecil itu dengan marah sambil memukul-mukul pelan jam dinding di ruang keluarganya yang sudah bobrok itu.


"Sarapan dulu aja sha, masih terlalu pagi, liat badanmu kurus kering begitu ngga tega mama" ledek mama Asha yang kerap di panggil Mama Ana membuat Asha semakin mengerucutkan bibirnya bagai ikan koi di selokan jepang.


"Ma, Asha tuh sebenarnya anak kandung mama bukan sih? masa Asha dikatain kurus kering, ini tuh udah pas banget Ma, kalo zaman sekarang disebut body goals!" Dengan bangganya asha mengatakan tubuh mungilnya body goals dengan lantang membuat mamanya hanya bisa menggelengkan kepala seolah sudah biasa dengan kelakuan Asha sehari-harinya.


"Asha mau ke kamar dulu ma, nanti asha makan 15 menit lagi, muach jangan kangen asha ya Ma" kecupan di pipi mamanya itu membuat Mama Ana sudah tidak bisa lagi berkata-kata.


Sesampainya asha di ruang yang penuh warna biru membuatnya merasa kembali damai "Kamarku istanaku" ucapnya lalu ia segera menghempaskan tubuhnya di kasur yang tidak terlalu besar itu.


Ia mengambil ponselnya di nakas sebelah kasur, "Mau ngapain dulu ya, mau bales chat tapi malas buat ngetik, nanti aja deh, mending foto dulu aja biar hari pertama sekolah bisa diabadikan dengan kecantikan paripurna gue."


Tok tok tok....


"Dek, ayo sarapan dulu, udah 15 menit, kesiangan nanti kamu" panggil mamanya dari luar kamar.


"Sebentar lagi aku keluar ma" balas Asha, lalu menggumam "Ini udah 15 menit kenapa baru dapet 2 foto yang bagus sih, andai gue secantik Syifa Hadju pasti gue udah foto setiap hari, udah deh nanti lagi, sarapan dulu sebelum mama marah".


Bergegas menuju ruang makan, iapun menyapa keluarga Ar-rayyan yang sudah berkumpul lebih awal.


"Shobahul khoir papa dan Kakaku yang ganteng!" Ucap Asha dengan lantang dan senyum yang manis.


"Shobahul nur Sadira Asha Ar-rayyan, tumben pagi pagi gini udah rapih, biasanya ada suara jangkrik sekebon juga ngga bakal bangun sepagi ini" sinis Kaka laki-lakinya yang seringkali disapa dengan Ahsan.


"Apa sih Kak Ahsan nyebelin banget, Asha itu rajinnya ngga ketulung, lagian kan paling siang juga Asha bangun sebelum jam 6 karena tidur lagi selesai salat subuh"


"Dapet cowok brewokan itu kalau nyapunya ngga bersih Pa! Tega banget, emang papa mau punya mantu brewokan?" Balas Asha yang tidak mau kalah.


"Kalau mantunya brewokan yang kayak Reza Rahadian mama sih setuju aja" mama yang sedang membuatkan kopi di dekat situ pun membalasnya dengan senyumannya.


"Liat tuh istrinya Pa, masa senyum-senyum sendiri, lagian kan aku juga ngga mau yang brewokan, geli geli gimana gitu" Asha yang membayangkan jika suaminya nanti benar-benar brewokan.


"Belajar aja dulu yang bener, masalah brewokan atau ngga itu bahas nanti kalau kamu udah gede, makannya kalo tumbuh itu keatas jangan kebawah, udah ayo makan dulu" ucap Kak Ahsan sambil mengelus rabut Asha pelan.


Selesai makan, merekapun berpamitan untuk berangkat menempuh ilmu dan tentu saja untuk Papa Haidar dan Kak Ahsan yang pergi bekerja.


"Pamit ya Ma, assalamualaikum" ucapnya sambil mencium punggung tangan Mama Ana.


"Wa'alaikumsalam" Mama pun melambaikan tangan ke anak-anak dan suaminya lalu masuk ke rumah untuk membersihkan rumah.


______________________________________


Usai perjalanan selama satu jam itu, akhirnya Asha yang diantar oleh Kak Ahsan pun sampai di depan gerbang sekolah.


"Udah Kak, diantar sampai disini saja, nanti Asha bisa sendiri kok, Asha udah SMA tau, bukan anak SD lagi, Kaka kerja aja nanti takut kesiangan" Asha yang berusaha meyakinkan kakanya.


"Yaudah, kalau ada apa-apa telepon Kaka ya? Kaka kerja dulu, belajar yang pinter, ingat jangan salah pergaulan di SMA."


"Iya Kaka Ahsanku yang comel" ucap Asha sambil salim lalu senyum manis sampai gigi gingsulnya terlihat membuatnya semakin lucu.


"Liat tuh liat, ada anak baru, udah cantik bohay pula, target selanjutnya beraksi bro!" Ucap salah satu cowok paling redflag di SMAN DANNYRAN


______________________________________


Haii readers gimana perasaan kalian hari ini?? Is it 👍/👎? Hopefully yang lagi thumbs down bisa kembali baik moodnya karena sebentar lagi Sandykala akan muncul!


Ditunggu terus kelanjutannya ya . .