Seketika Menjadi Nyonya CEO

Seketika Menjadi Nyonya CEO
9. Bogor part 2


 pagi menyingsing Sinta sudah siap untuk pulang ke kota, sedangkan Kenzo masih tertidur pulas di sofa


saat Sinta keluar kamar Sinta terkejut


"ya ampun, astaghfirullah kirain siapa yang tidur di sini,kirain mah pindah lagi ke kamar atas"gumam Sinta


Saat Sinta hendak ke dapur tiba-tiba Kenzo mengigau


"Sinta mau kah kamu menjadi istriku"ucap igauan Kenzo


seketika Sinta menoleh dan mendekat apakah Kenzo benar-benar tidur atau tidak,saat sudah dekat dan memastikan Kenzo masih tertidur tiba-tiba Kenzo memegang tangan Sinta membuat Sinta yang hendak berbalik jatuh tersungkur di dada bidang Kenzo.


"sayang jangan tinggalkan aku,aku mohon "racau Kenzo sambil memeluk erat Sinta


"ishhh lepaskan Mas ,lepaskan apa-apaan sih"ucap Sinta marah


Seketika Kenzo terbangun.


"ya ampun Sinta maaf aku tidak sengaja tadi aku bermimpi kamu ninggalin aku"ucap Kenzo


"apaan sih nggak jelas banget"ucap Sinta kesal


Namun dalam hati Sinta,Sinta merasa salah tingkah dadanya berdebar kencang. Sinta pun langsung pergi meninggalkan Kenzo.


"huh Sinta Sinta kamu nggak boleh "gumam Sinta


Sinta menyiapkan sarapan untuk Kenzo dan dirinya,Setelah beberapa lama berfikir akhirnya dia memutuskan untuk memasak nasi goreng .


nasi goreng telah jadi dan sudah di siapkan,Sinta membangunkan Kenzo.


"Mas bangun Sudah siang soalnya sarapan ".ucap sinta lembut


Kenzo bangun dan langsung ke meja makan.


"mas nggak cuci muka dulu,baru bangun loh itu ?"ucap Sinta sambil menyendukkan nasi goreng ke piring Kenzo


"nggak ah ,males lagian udah laper juga kamu sih masaknya wangi banget "sambil menguap


"dihh jorok minimal cuci muka lah mas"ucap Sinta kesal


"iya iya bawel ih,"sambil tersungut


Selesai cuci muka Kenzo langsung menyantap nasi goreng buatan calon istrinya tersebut


"ishhh enak banget nasi goreng ini,ukh ukh ukh" ucap Kenzo sambil makan sehingga batuk


"tuh kan kalau makan jangan sambil ngomong,nggak boleh " ucap Sinta sambil menuang air ke gelas Kenzo


 Kenzo hanya manggut-manggut.


"mas kita pulang hari ini kan? "tanya Sinta


"nggak lah sayang kita pulang besok nanti malam akan ada kejutan buat kamu"ucap Kenzo


"kejutan apa?"tanya Sinta penasaran


"kalau di kasih tau namanya bukan kejutan sayang "ucap Kenzo sambil memegang tangan wanita di sampingnya


entah apa yang di rasakan Sinta sekarang ,Sinta seperti di Ratukan oleh seorang pangeran. walaupun baru beberapa hari Sinta merasa nyaman di dekat Kenzo begitu pula sebaliknya. Kenzo yang makin hari menunjukkan sisi lain dirinya membuat Sinta semakin nyaman dengannya. Kenzo bersikap dingin dan tegas ketika bertemu orang lain tapi dengan Sinta dia bak kucing yang setiap hari minta di lus oleh tuannya.


Sesaat setelah sarapan dan Sinta Sadang membereskan Piring ke dapur Raisa mantan Kenzo datang kembali


"wah lagi sarapan ya boleh gabung nggak?"tanya Raisa sambil duduk di tempat Sinta


"hei Raisa itu hanya tempat duduk Sinta ,pergi dari sampingku"ucap kenzo kesal


"apaan sih Ken biasanya aku juga duduk di sini"ucap Raisa kesal


"itu dulu Raisa sekarang kamu bukan siapa-siapa aku lagi kamu ngerti, sudah aku jelaskan berkali-kali kamu tidak faham juga ya?" ucap Kenzo menahan amarah


"honey ,kamu kok sekarang begini sih apa karena Upik abu itu hah"sambil mengelus tangan Kenzo


"lepaskan Raisa dan pergi dari sini atau aku panggil orang suruhan ku untuk mengusir mu "ucap Kenzo marah


Sinta yang sedang mencuci bekas makan mereka pun terkejut mendengar suara bariton Kenzo.


"mas ada apa ,kamu kenapa?"tanya Sinta khawatir


"tidak apa sayang aku hanya menyuruh pergi ulat bulu seperti dia ,hanya dia bebal tidak mau pergi."ucap Kenzo sinis


Sinta hanya mengangguk dan masuk ke kamar


"ohh jadi gara-gara Upik abu itu kamu berubah Ken?"ucap Raisa sinis


"jaga mulutmu itu ya Raisa "ucap Kenzo geram


"agung " panggil Kenzo ke bodyguard nya


"ya tuan"jawab agung


" singkirkan ulat bulu ini dan jangan sampai dia masuk lagi, jangan biarkan dia mengganggu liburanku "ucap Kenzo tegas


"baik tuan "jawab agung


"ayo pergi nona ,jangan sampai saya berbuat kasar pada anda "Raisa pun pergi


Sinta pun sudah disiap dengan setelan bajunya.


"mas mas "Panggil Sinta pada Kenzo lembut


"ke mana sih nih orang kok main pergi-pergi aja katanya mau ngajak "ucap Sinta ngedumel sambil mencari kesetiap sudut ruangan


Kenzo yang sedari tadi sudah berada di sofa ruang tamu pun hanya tersenyum mendengar Omelan calon istrinya tersebut.


"Sinta kamu sudah masuk dalam lubang cintaku,kamu tidak akan bisa lepas "ucapnya sambil tersenyum sendiri


"loh Dari tadi sudah di sini Kenapa tidak menjawab saat aku panggil dasar memang mentang-mentang Bos "ucap Sinta kesal


"Maaf sayang bukannya aku tidak mau menjawab memang sengaja "ucap Kenzo meledek


"katanya mau jalan-jalan gimana sih udah ah Ayo kita berangkat Aku malas di sini terus"ucap Sinta yang masih marah


Sinta pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil.


"cepetan dong Mas Lama banget sih masuk ke dalam mobil saja "ucap Sinta kesal


"sabar dong aku kan lagi jalan "ucap Kenzo


Kenzo sudah masuk dalam mobil dan dia langsung melajukan mobilnya ke sebuah restoran untuk mengobrol dengan Sinta dan mencari suasana baru.


"katanya mau jalan-jalan malah ke restoran di mana sih ?"ucap Sinta yang sedari tadi masih marah dan kesal pada Kenzo


"sayang kamu kenapa sih dari tadi semenjak Raisa datang sepertinya kamu marah-marah terus ,kamu cemburu pada Raisa itu berarti tandanya kamu sudah mulai ada Rasa dong padaku ?"ucap Kenzo penasaran


Sinta hanya terdiam dan tidak menjawab sinta pun bingung dengan perasaan dia sendiri.


"Ah sudahlah itu tidak penting dengan diammu aku sudah tahu tanpa mendapatkan jawaban darimu "ucap Kenzo


Sinta yang sudah dari tadi ngedumel pun dia terdiam tanpa sepatah kata apapun .


"Oh ya mas kita kan udah ke Bogor Rasanya nggak afdol kalau kita nggak ke Cimory deh ,Kita ke Cimory Sebentar yuk, aku pengen deh ke situ"ucap Sinta lembut


"tapi itu sangat jauh sayang dari daerah Villa kita,apa enggak sebaiknya besok aja sekalian pulang"ucap Kenzo


"sudah terserah Mas aja " ucap Sinta jutek


Setelah puas mereka menjelajahi sekitar Villa mereka mereka pulang . Saat hendak membuka gerbang ternyata Raisa sudah berada didepan gerbang .


"stop stop Ken Aku ingin bicara sama kamu"ucap Raisa


namun kali ini bukannya Kenzo tapi Sinta yang menjawab.


"eh ulat bulu pergi kamu dari situ,atau kami tabrak"ucap Sinta tersulut emosi


"udah Sayang tidak usah pedulikan ulat bulu itu lebih baik kita turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah"ucap Kenzo


Sinta pun hanya mengangguk ,mereka berdua pun langsung masuk rumah dengan keadaan mobil masih diluar gerbang .


"Ken tunggu Ken "ucap Raisa


"Ish tuh orang nggak kapok-kapok ya"ucap Sinta ngedumel.


Karena Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 Sinta pun langsung masuk kamar dan bersih-bersih untuk langsung tidur dan Kenzo pun melakukan hal yang sama namun Kenzo tidur di sofa depan kamar tamu yang ditempati oleh Sinta .


Kenzo yang tadinya akan memberikan kejutan untuk Sinta pun niatnya diurungkan.