Seketika Menjadi Nyonya CEO

Seketika Menjadi Nyonya CEO
bab 7 , Bogor


Setelah beberapa lama melakukan perjalanan akhirnya Sinta dan Pak Kenzo sampai di Bogor. Mereka menginap di Villa milik Pak Kenzo dan keluarganya .


"Pak apakah ini villa milik bapak?"tanya Sinta


"bukan Sayang ini Villa akan menjadi milikmu villa ini atas namamu ,khusus aku belikan untukmu "ucap Pak Kenzo


"Villa milik saya,tapi pak ..?"ucap Sinta belum selesai


"sudah kamu tidak usah banyak tanya intinya ini Villa hadiah dari opaku jadi kamu tinggal menempatinya kapan pun kamu mau"ucap Pak Kenzo


Sinta pun langsung merebahkan badannya di sofa ruang tamu Villa tersebut, Tak lama kemudian ternyata Sinta tertidur pulas karena terlalu lelah di perjalanan.


"kamu cantik sayang saat kamu tertidur Aku berjanji akan cepat membuatmu jatuh cinta kepadaku"ucap Kenzo sambil mengelus kepala Shinta


Pak Kenzo membiarkan Sinta tertidur di sofa tanpa mengganggunya ,sedangkan Pak Kenzo langsung berjalan-jalan ke depan villa untuk melihat keadaan Villa .


"villa ini akan menjadi saksi Betapa Aku Mencintaimu Sinta "ucap Kenzo sendiri sambil melihat sekeliling


Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore ternyata Sinta tertidur lama setelah perjalanan.


"Bagaimana Sayang tidur mu nyenyak?"tanya Kenzo


"sangat Iya Pak bahkan sampai mungkin aku tidak bangun sampai besok "ucapnya sambil tertawa tipis


"kalau begitu sekarang kamu mandi ya siap-siap kita akan mencari makan malam aku juga ingin menunjukan sesuatu padamu "ucap Pak Kenzo


"baik pak"jawab Sinta


"Sebenarnya kamu lupa atau bagaimana Sinta aku sudah bilang jangan panggil aku Pak ketika kita tidak di kantor "ucap Kenzo kesal


"Mmmm he hehe maaf mas"ucap Sinta canggung


"oke lah tidak apa-apa tapi selanjutnya kalau kamu sampai memanggil ku seperti itu lagi aku akan mempercepat pernikahan kita "ucap Kenzo mengancam


"tidak bisa begitulah Pak eh mas maksudnya,Cinta itu tidak bisa di paksakan "jawab Sinta


"bagiku Apa yang tidak bisa apalagi itu hanya kamu,sangat mudah Sinta "ucap Pak Kenzo sambil menggenggam tangan Sinta erat


"Sinta boleh kita duduk berdua Aku ingin berbicara denganmu sebentar saja Aku ingin kita bicara dari hati ke hati "pinta Kenzo


"Baik Pak kalau gitu eh Mas Maksudnya, kita duduk di depan saja aku buatkan teh dulu ya Mas "jawab Sinta


"oke lah ,Aku tunggu di depan ya sayang "ucap Kenzo


beberapa menit kemudian Sita sudah datang membawa 2 gelas teh hangat untuk diminum bersama .


"Sinta aku ingin tanya apakah kamu sudah ada rasa padaku ?"tanya Kenzo


"Aku ingin menjelaskan Mas tapi Mas jangan tersinggung dulu ya"ucap Sinta lembut


"ya Aku janji aku tidak akan tersinggung oleh kata-katamu "ucap Kenzo sambil menyesap teh hangat


"untuk rasa padamu untuk saat ini aku belum ada Mas ,tapi aku sudah menerima mungkin ini jalan Tuhan yang sudah diberikan padaku .Aku akan mencoba mencintaimu seperti kamu mencintaiku ,tapi aku mohon jangan paksakan aku jika suatu nanti ternyata aku tidak mencintaimu aku mohon lepaskan lah aku dengan setulus hatimu ,tapi jika suatu nanti aku mencintaimu bahkan lebih dari segalanya terimalah aku dengan segala kekuranganku "ucap Sinta panjang


"Sinta aku sudah menerima semua kekuranganmu bahkan sebelum kamu memintanya. Aku sangat mencintaimu."ucap Kenzo sambil menggenggam tangan Sinta


"Terima kasih Mas aku mohon bersabar lah karena cinta itu tidak instan"ucap Sinta lembut


Kenzo pun hanya mengangguk dan menatap Sinta.


Malam pun tiba akhirnya mereka memutuskan untuk keluar mencari makan malam .


"sayang kita mau makan di mana ?"tanya Kenzo


"terserah Mas aja saya ikut saja "ucap Sinta


"kalau begitu kita cari restoran dekat-dekat sini saja ya ini sudah jam 09.00 malam, sudah terlalu malam juga terlalu rawan ."ucap Kenzo


Sinta pun mengangguk dan mengikuti apa kata Kenzo Mereka pun berjalan menyusuri malam.Kenzo sadar ternyata sedari tadi Sinta selalu memainkan ponselnya.


"Enggak kok nggak ada apa-apa ini hanya chat biasa dari grup karyawan "ucap Sinta gugup


"Kamu tidak usah berbohong ,Kamu sedang ada masalah ?"tanya Sinta


"Tidak Mas aku sedang tidak ada masalah ini hanya grup karyawan seperti biasa saja "jawab Sinta sedikit emosi


"boleh aku lihat ponselmu ?"tanya Kenzo


"untuk apa Emangnya ada yang penting dengan ponselku "ucap Sinta


"Aku hanya ingin melihat Sayang aku tidak bermaksud apa-apa walaupun kamu tidak memberikannya tidak apa-apa,paling nasib karyawan yang sudah mem-bully mu aku keluarkan dari kantor pusat"ucap Kenzo sambil fokus menyetir mobil


"loh kok kamu tahu isi chat karyawan di hp-ku?"tanya Sinta terheran


"Sayang apa sih yang enggak aku tahu darimu "jawab Kenzo


"mulai besok kamu tidak usah bekerja deh Di perusahaanku Kamu kan calon istriku "ucap Kenzo


"tidak Pak eh Mas maaf maksudnya ,Aku tidak mau berhenti aku sudah terlanjur nyaman dengan pekerjaan ini "ucap Sinta


"kamu nyaman dengan pekerjaanmu atau dengan aku sebagai atasanmu atau aku sebagai calon suamimu Shinta ?"tanya Kenzo sambil menggoda Sinta


"mmmh bukan begitu pak maksudnya tapi..."ucap Sinta gugup


"sudah tidak apa-apa justru Aku bersyukur kamu sudah mulai nyaman di dekatku cepat atau lambat kamu akan mencintaiku ."ucap Kenzo sambil menggenggam tangan Sinta


mereka sudah sampai di restoran yang dituju ka makan di restoran sunda yang terkenal di daerah tersebut.


"kamu mau pesen apa sayang ?"tanya Kenzo


"gimana sih mas inikan restoran sunda Ya jelas aku pesan makanan Sunda dong"ucap Sinta sedikit kesal


"bukan begitu Maksudku kamu mau pesen makanan apa saja"ucap Kenzo


"sama seperti Mas saja "ucap Sinta


Kenzo pun hanya mengangguk.


saat hendak makan ternyata ada seseorang yang menghampiri mereka.


"Eh Sinta kamu sudah ngapa di sini kamu cuti sakit hari ini yah ?"tanya orang tersebut yang ternyata teman sekantornya


"mmmmmm...aku sedang makan lah ?"jawab Sinta


"kamu dengan siapa pacarmu? bolehlah Kenalkan aku dengannya kita 'kan teman sekantor"ucap teman Sinta


"mmmm...i i itu aku, ya bersama pacarku "ucap Sinta gugup


"pacarmu atau suami orang ..upsss"ucap teman tersebut sambil mengejek


"siapa yang kamu sebut suami orang "terdengar suara bariton dari arah belakang mereka


"loh Pak Kenzo Kenapa bisa di sini pak Kenapa bisa bersama Upik Abu ini ?"tanya orang tersebut terheran-heran


"Mas aku sudah tidak mau makan di sini aku sudah tidak mood bertemu dia,makannya dibungkus kita makan di rumah ya bisa 'kan ?"tanya Sinta ke Kenzo


"bisa dong sayang Oke sebentar aku panggilkan waitress ya untuk membungkuskannya "ucap Kenzo


Teman sekator Sinta tadi langsung terdiam membeku dan membisu dia terkejut dengan sebutan mas dan sayang antara Sinta dan atasannya.


"sayang makanannya sudah kita bungkus,Ayo kita pulang kita makan di vila saja"ucap Kenzo


hal itu hanya dibalas angkutan oleh Sinta


Sinta dan Kenzo pun langsung pergi meninggalkan teman sinta yang masih terheran-heran dengan sinta dan atasannya.