
"Gimana tadi ada perkembangan " ucap Fadhil pada Kania yang kini tengah duduk di sebuah club.
Ya sekarang Fadhil lebih sering datang ke club untuk sekedar mendengarkan informasi dari Kania.
"Udah lumayan, dia kayak nya mulai tergoda sama gue" ucap Kania sambil menegak segelas Vodka nya.
"Bagus , emang nggak salah gue milih elo, selain pinter jadi ****** ternyata elo juga pinter jadi pelakor" ucap Fadhil terkekeh.
Kania hanya tersenyum sinis.
"loe kalo bisa ngedapetin tuh orang dijamin idup Lo nggak bakal susah " ucap fadhil lagi.
"bener juga kata Fadhil, kalau gue bisa milikin dia gue nggak perlu lagi capek-capek kerja udah dikasih duit " batin Kania .
" Gue balik duluan ya, " ucap Fadhil kemudian meninggalkan Kania yang masih duduk di sofa club.
™™™™™
" Dapet kan yang gue pengen" tanya Fadhil pada seorang pria berkumis.
"Dapet donk bos, masih segel dijamin oke " ucap pria itu kemudian Fadhil memberikan sebuah amplop coklat berisi uang dan menyuruh orang itu pergi.
Fadhil memasuki sebuah kamar , tampak seorang gadis sedang duduk dipinggir ranjang dan terlihat ketakutan.
"Om saya mohon jangan perkosa saya om, saya masih mau sekolah saya nggak mau hamil punya anak" ucap gadis itu merenggek pada Fadhil.
" Tenang aja sayang, ini nggak bakalan bikin kamu hamil, malahan bikin kamu ketagihan" ucap Fadhil membisikkan pada gadis itu.
"Saya takut om" ucap gadia itu.
" Kamu nggak perlu takut, setelah ini om bakalan kasih kamu uang yang banyak, kamu kan butuh uang buat beli iPhone kan ?" ucap Fadhil kemudian mendekati gadis itu.
Gadis itu nampak pasrah , ya karena dia terlahir dari kalangan orang biasa yang membuat nya harus melakukan ini hanya untuk mendapatkan sebuah i iPhone yang sudah lama ia dambakan agar bisa dipamerkan pada temannya.
Fadhil mulai menyentuh gadis yang masih sekolah itu, Entah apa yang dipikirkan Fadhil hingga ia sangat menginginkan Gadis perawan.
Gadis yang dicumbu Fadhil itu nampak merasakan gelenyar aneh yang belum pernah ia rasakan.
"Enak Huh ????" Tanya Fadhil dan Gadis itu hanya tersipu malu.
Dan sekarang waktunya Fadhil beraksi, jika tadi ia sempat menyentuh gadis itu dengan lembut kini Fadhil nampak kasar hingga membuat Gadis itu menjerit kesakitan apalagi Fadhil orang pertama yang mengambil keperawanan nya.
Fadhil tak memperdulikan Gadis dibawahnya yang menangis dan menjerit sebelum ia menuntaskan, dan saat pelepasan Fadhil membuat tepat diperut Gadis itu.
"Sakit Omm..." ucap Gadis itu masih terisak.
"Hanya sebentar, besok kalau kita melakukan lagi kamu akan merasakam nikmatnya " ucap Fadhil memberikan sebuah paper bag keciil pada gadis itu.
"Apa ini Om ???" tanya Gadis itu membuka dan matanya yang tadi sembab akibat menangis kini sudah berbinar kala melihat ponsel Iphone keluaran terbaru.
"Karena ini baru awal tak masalah , tapi besok kamu harus bisa memberikan kepuasan untukku" ucap Fadhil yang kini menyesap rokoknya.
"Tentu saja Om...tapi Om juga janji ya harus ngasih aku uang yang banyak" ucap Gadis itu.
Dan gadis itu mengangguk paham dan masih melihat Iphone yang baru saja ia dapatkan itu.
™™™™™™
Kevin tampak mengguyurkan badanya dibawah shower.
Dia merasa menyesal dengan apa yang dilakukan pada Sania sore ini.
Dia sangat kasar pada Sania , menyentuh dan melakukan dengan sangat kasar.
Dia berharap semoga tidak terjadi apapun pada janin yang dikandung Sania.
Mulai besok dia akan menegur karyawan nya itu untuk tidak berpakaian seksi lagi.
Setelah mandi dilihat nya Sania masih berbaring diranjang dengan raut wajah lesu.
Kevin menghampiri sania kemudian mengecup kening sania, " maaf sayang aku udah kasar" ucap Kevin merasa bersalah.
"Nggak apa-apa mas aku tau kamu pengen cuma tumben banget tadi maenya kasar" ucap Sania Jujur.
"Maaf sayang, ada yang sakit ya, mana yang sakit" ucap Kevin Sambil meraba lembut tubuh Sania.
'Enggak mas aku nggak apa-apa, emm mas aku mau nanya tapi kamu jangan marah ya" ucap Sania pada Kevin.
' Tanya aja sayang"
"Kamu nggak lagi digodain wanita lain kan mas " tanya Sania.
Insting wanita memang hebat bukan ???
"Emmmm enggak lah sayang , gak tau kenapa tadi dikantor keinget kamu trus kepengen makanya mas langsung ngajakin" ucap kevin gugup karena berbohong.
.
"Ya udah mas , maaf ya udah mikirin yang aneh-aneh" ucap sania.
Kevin hanya tersenyum.
"tenyata bener insting istri itu memang luar biasa" batin Kevin.
.
bersambung....
maaf ya reader kalo ada yang kecewa dengan jalan cerita nya karena memang dibikin gini biar nggak bosen gitu2 aja terus , biar ada gregetnya lah .. karena endingnya mukin masih agak lama....
makasih buat yang masih setia baca cerita aku....
jangan lupa like vote dan komen nya ya...