Sania

Sania
14


Kevin memasuki mobilnya, kemudian memukul keras kemudi nya.


"Brengsek, ngapain sih gue pake ngikutin tu cewek yang jelas jelas belum bisa move on dari mantanya, udah gila kali gue kayak nggak ada kerjaan aja" gumam Kevin emosi sendiri kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen nya.


™™™™


"Hello baby akhirnya kamu Dateng juga, aku udah nungguin dari tadi" ucap Fadhil membuka pintu apartemen nya kemudian memeluk Sania dan mengecup pipinya.


Sania terlihat geram ingin menonjok wajah Fadhil, tapi dia harus bersabar agar rencana nya berhasil dan Fadhil tak bisa mengancam Sania lagi.


"Maaf ya kalau kamu nungguin lama , biasa aku harus lembur dulu" ucap Sania sambil memasuki apartemen Fadhil.


Fadhil mengunci pintu apartemen nya kemudian berjalan mendekati Sania dan memeluk sania.


"Aku kangen banget sama kamu honey" ucap Fadhil tanpa merasa bersalah sedikit pun , selingkuh dibelakang sania, memutuskan hubungan mereka dan sekarang dengan gampang nya dia bilang kangen "bullshit" batin Sania .


"Aku mandi dulu ya , biar seger" ucap Sania melepaskan pelukan fadhil.


"Aku temenin ya, biar kamu nggak kedinginan" ucap Fadhil membisikkan ditelinga Sania yang membuat dada Sania berdesir.


"Gak usah, aku sendiri aja biar cepet kasian kan kamu udah nunggu aku lama buat dipuasin" ucap Sania sambil mengecup bibir Fadhil.


Jujur Sania merasa jijik dengan apa yang dia lakukan sekarang tapi apalah daya agar Fadhil bisa jatuh keperangkap nya Sania akan melakukan apapun.


Karena merasa sania menjadi gadis penurut akhirnya Fadhil membiarkan Sania mandi sendiri.


"Jangan lama lama ya honey, aku tunggu disana " ucap Fadhil dengan menunjuk ranjang yang akan menjadi saksi bisu pergulatan mereka.


Sania beranjak menuju kamar mandi tapi ditarik lagi tangan nya oleh Fadhil .


"Aku udah siapin baju buat kamu baby, dipakai ya , kamu pasti terlihat cantik pakai ini" ucap Fadhil sambil menyerahkan kan sebuah paperbag .


Sania hanya menurut dan berlalu ke kamar mandi.


Setelah mandi dan memakai pakaian dari Fadhil Sania merasa jijik dengan dirinya , bayangkan saja sekarang Sania hanya memakai lingerie warna soft pink, terlihat cocok dengan warna kulitnya yang putih tapi Sania terlihat seperti tidak memakai baju, Karena dada terlihat jelas dan bagian bawahnya juga tak tertutup sama sekali hanya Renda yang menutupi namun masih menerawang.


Sania benar benar ingin mengakhiri kegilaan ini.


Dibukanya pintu kamar mandi terlihat Fadhil sudah menunggu diatas ranjangnya.


Dari segi wajah , postur tubuh dan keseksian Sania memang mengalahkan para sekertaris yang pernah memuaskan nya.


Perbedaanya hanya jika Para sekertaris nya akan bersedia membuka lebar kedua pahanya untuk memuaskan kejantanan Fadhil , Sania justru yang paling sulit ditaklukkan fadhil.


itulah yang membuat Fadhil selingkuh dengan para sekertaris nya karena menurut dia ,gaya pacaran Sania itu sangat kuno.


Hanya sebatas bertemu mengobrol , dinner , nonton film tanpa ada sex sama sekali.. sangat kuno bukan???


Fadhil yang tidak sabar akhirnya menghampiri sania " you are so sexy and very beautiful baby" ucapnya kemudian menautkan bibir mereka.


Sania hanya diam pasrah dengan tautan bibir Fadhil tanpa membalas c fadhil, kemudian dia merasakan bibirnya digigit fadhil akhirnya Sania membuka mulutnya dan membalas tautan bibir fadhil.


Keduanya pun kini sudah beralih keranjang Fadhil.


Ketika Fadhil ingin memulai permainan dengan Sania, dihentikan Sania dan Fadhil terlihat sangat geram.


"Aku haus mau minum dlu" ucap Sania memohon.


"Its oke honey, aku ambilkan minum kamu tunggu disini " ucap Fadhil sambil berlalu meninggalkan Sania, tapi dengan cepat sania menarik tangan Fadhil.


" Aku ambil sendiri aja kamu tunggu disini" ucap Sania terlihat ragu .


"Why,??? Apa ada yang kamu rencanakan buat aku baby" ucap Fadhil menggerutkan alisnya.


"Engga, emm aku cuma nggak mau ngrepotin kamu" ucap Sania sedikit gugup.


"No, kamu nggak pernah ngrepotin aku, dengan senang hati aku bakalan bikinin minuman kesukaan kamu" ucap Fadhil menyeringai kemudian berlalu meninggalkan Sania dikamar.


Sania terlihat lemas , gagal sudah rencana nya untuk menggelabui Fadhil, ternyata Fadhil jauh lebih pintar dari nya.


Sania hanya bisa pasrah meratapi nasibnya kini.


Entah apa yang akan terjadi nanti....


Bersambung...


jangan lupa like vote dan komen