
"Baik kek!. Dion akan selalu mengingat ini, dan akan bertindak sesuai prosedur!"
"Walaupun bakal bersaing, maka Dion akan bersaing secara sehat dan masuk akal." Jawab Dion semakin memahami falsafah besar tentang dunia bisnis
"Bagus!. Itu baru cucu ku!" Respon tuan Birawa senang
"Eric!. Panggil Rams juga senior seniornya kemari!. Jangan lupa bawa komputer jinjing mereka!" Perintah Dion sesudahnya
"Baik tuan besar!" Jawab Eric patuh
Semenit kemudian, Rams dengan didampingi oleh Deon dan Austin pun datang, lalu memberi salam pada tuan mereka dengan penuh penghormatan
"Bagus kalian telah datang!. Cepat buka komputer kalian, dan cari informasi tentang Arnold dan orang orangnya!"
"Jangan lupa cari juga nama nama lain, yang pernah bersinggungan dengan Birawa Group!"
"Siapa tahu dari sekian banyak orang orang itu, salah satunya adalah dalang dalam rencana pelemahan perusahaan ku!"
"Cepat kerjakan!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab ketiganya serempak. Kemudian mengerjakan tugas yang diberikan oleh tuannya dengan senang hati
Semenit sebelum nya, Rams dan gurunya juga Austin, sudah diberi tahu oleh Eric, bahwa Birawa Group, akan kedatangan sekelompok orang jahat, yang berencana ingin melemahkan posisi perusahaan, di akhir atau awal pergantian tahun baru ini
Jadi ketika Dion memberikan perintah itu, mereka tidak banyak bertanya lagi, dan langsung mengerjakan perintah tersebut dengan cepat
Sekejap mata saja, di masing masing layar komputer mereka, terpampang informasi tentang beberapa orang, yang dicurigai bakal merongrong Birawa Group, lengkap dengan gambar mereka
Dion, tuan Birawa, Ivory, Emily serta yang lainnya, ketika melihat itu, sempat mengerutkan keningnya pertanda penasaran
Dalam hati mereka bertanya tanya, bagaimana caranya ketiga orang itu bisa mendapatkan semua yang diminta oleh Dion dengan cepat
Sungguh dunia cyber dan hacker penuh dengan misteri. Kalau bukan orang yang benar benar ahli, tidak mungkin bisa melakukan itu semua dalam waktu singkat
Dion yang menginginkan semua itu, bergegas berdiri dari duduknya, diikuti oleh kakeknya, lalu mendekati komputer Deon serta dua lainnya
Setelah dekat dan memperhatikan secara saksama, tuan Birawa pun berkata.
"Arnold, salah satu musuh yang masih hidup, dan sengaja dilepaskan agar bisa merenung atas kesalahannya, ternyata sekarang telah menjadi orangnya Sangkuni."
"Setahu kakek, dia itu cucu pendiri B&D Group, yang dulu pernah bermasalah dengan kakek "
"Apakah mungkin, rencana pelemahan perusahaan kita itu berasal dari dia?" Komentar tuan Birawa penasaran
"Bisa jadi begitu kek!.Dengan dukungan orang itu, Arnold mendapatkan keberanian untuk kembali melawan kita."
"Cuma yang Dion heran kan, kenapa harus Arnold lagi?. Bukankah kita sudah memberi kesempatan untuk dia tetap hidup?" Ucap Dion tak habis pikir
"Seperti yang kakek katakan tadi, selama masih ada setan dan iblis, maka dunia ini belum akan aman." Jawab tuan Birawa penuh diplomatis
"Kali ini kau jangan ragu ragu lagi untuk bertindak!"
"Sekali terbukti bahwa Arnold terlibat, tangkap dan habisi dia tanpa belas kasihan lagi!" Ucap tuan Birawa semangat
Mendengar wejangan tegas itu, semangat Dion kembali bangkit, dan tekadnya untuk menghukum Arnold, atau siapa saja yang mencoba mengganggu dia dan keluarganya, termasuk perusahaannya tersebut, maka Dion akan menghabisinya tanpa kenal ampun
Setelah menguatkan tekad itu, Dion kembali meminta pendapat dari kakeknya, walau Dion sudah mempunyai rencana sendiri
"Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya kek?" Tanya Dion ingin meminta pendapat
"Untuk sementara kita fokuskan dulu perhatian kita pada kedua orang ini. Yang lain bisa kita abaikan untuk sementara."
"Tapi walaupun demikian, kita tetap harus waspada pada yang lain!"
"Lima hari sebelum malam pergantian tahun baru. Lakukan penjagaan ketat, di semua bangunan, atau gedung perusahaan kita."
"Hotel, penginapan, rumah sakit, kilang, pabrik dan lain lain, adalah prioritas utama penjagaan."
"Jangan biarkan siapapun mendekatinya, kecuali setelah dilakukan pemeriksaan ketat." Jawab kakeknya melebar ke mana mana, tapi cukup masuk akal
"Tapi bagaimana dengan hotel, rumah sakit serta restoran dan rumah makan?. Bukankah tempat tersebut terbuka untuk umum?"
"Apakah kita harus membiarkan tempat itu menjadi sasaran empuk mereka, dengan membiarkan mereka masuk, karena mereka adalah pelanggan tempat itu?" Tanya Dion ingin tahu
"Kalau pendapat mu bagaimana cucuku?" Jawab tuan Birawa malah balik bertanya
Mendapat pertanyaan seperti itu Dion menjadi terdiam dan berpikir keras untuk menjawabnya
Tapi sedetik kemudian dia berkata. "Kalau menurut Dion, jangan biarkan siapapun orang masuk ke hotel, penginapan atau tempat makan satu hari menjelang tahun baru. di tiga kota itu."
"Semua yang bermaksud menginap, harus keluar pada hari itu juga!"
"Kalaupun mereka tetap memaksa karena beberapa alasan, seperti ingin merayakan pergantian tahun baru atau perjalanan bisnis, maka orang tersebut harus dikawal, atau terus diawasi dengan ketat." Jawab Dion mantap
"Yang agak susah adalah rumah sakit. Tak mungkin kita membatasi yang mau dirawat atau yang sakit." Ucap Dion lagi
"Kalau itu masih bisa di atur. Perintahkan para perawat atau dokter untuk memeriksa mereka dengan ketat, dan jangan mudah tertipu dengan akting palsu mereka." Sambung tuan Birawa enteng
"Baiklah kek kalau begitu!, Untuk masalah itu, Dion serahkan pada kebijakan paman Adi dan ketua Iron untuk mengaturnya." Sambut Dion sudah mulai lega
"Dengarkan semua!. Mulai besok, lakukan penjagaan ketat, di seluruh gedung atau bangunan Birawa Group!"
"Apapun yang terjadi, harus tetap tenang, dan lakukan secara proporsional."
"Birawa Group, tidak akan mudah dijatuhkan hanya karena ancaman sekecil itu!" Ucap Dion semangat, tapi bercampur geram
"Sekarang semua kembalilah ke tempat masing masing, dan kerjakan tugas kalian dengan baik!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak dan patuh. Kemudian membubarkan diri
Setelah semuanya bubar, Dion kembali berkata pada Emily.
"Pastikan surat permohonan itu sudah sampai ke meja pimpinan tinggi, dua institusi itu!" Ujarnya
"Siap bos!" Jawab Emily cepat, sambil mengangkat tangan kanannya, seperti seorang tentara memberi penghormatan pada komandannya
"Huh!. Dasar adik centil tapi cantik!" Balas Dion gemas, kemudian mencubit pipi mulus adiknya, serta mengacak acak rambut Emily hingga berantakan
Ivory yang melihat itu hanya senyum senyum saja tidak cemburu. Dia tahu suaminya benar benar menganggap Emily sebagai adiknya
Jadi perlakuannya terhadap Emily tadi, spontan keluar begitu saja, karena Emily juga bersikap manja pada kakak angkatnya tersebut
Tak lama sesudah itu, Dion beranjak pergi dari tempat itu dengan langkah tenang, sambil senyum senyum sendiri
***
Burgon sudah sejak pertemuan itu, sudah menyebarkan orang orangnya, ke seluruh lokasi yang dicurigai sebagai tempat sasaran kejahatan, orang orang yang tidak bertanggung jawab
Tidak tanggung tanggung, satu perusahaan dijaga oleh 100 sampai 150 orang pengawal. Bahkan khusus di kota S, kota J, dan Kota M, penjagaannya lebih diperbanyak dan lebih diperketat lagi
Hal itu sengaja dilakukan, agar para pembuat onar tidak bisa masuk, atau mendekati bangunan perusahaan untuk melaksanakan niatnya
Sedangkan Adiwilaga alias kaisar perang, bersama dengan Iron, Robin dan yang lainnya, sudah memerintahkan pada bawahannya, untuk berjaga 24 jam nonstop secara bergantian
Anak buah Dion yang lain, tidak mau tinggal diam, Abhicandra, Taraka, Hans, Langit, Awan dan Bumi, serta ribuan komandan elit dan menengah lainnya, juga bahu membahu ikut turun tangan, mengawasi dan mengamankan objek objek vital, yang di perkirakan bakal menjadi sasaran kelompok Arnold atau yang lainnya
Yang lebih mencolok lagi adalah pergerakan Adiwilaga, Iron dan Robin. Mereka bertiga mengirimkan sekitar lima ratusan pengawal elit untuk menggerebek markas yang dicurigai sebagai tempat berkumpulnya para calon pembuat rusuh, yang telah membuat Dion dan tuan Birawa seperti kebakaran jenggot
Benar saja dugaan mereka, tempat itu memang sengaja disewa oleh Arnold atas izin Sangkuni, untuk tempat anak buahnya melakukan semua rencana kejahatannya
"Katakan dimana bos kalian bersembunyi?" Bentak Robin geram
"Saya tidak tahu dan tidak kenal siapa Arnold itu. dan kami bukan anak buahnya!" Jawab Barra membantah pertanyaan dari Burgon
Buk!
Sebuah bogem mentah, mendarat di dada Barra, hingga membuatnya sesak nafas. Tak lama kemudian dia berkata.
"Jangan bertindak diluar batas! kalian bisa ditangkap atas tuduhan penyerangan dan penganiayaan!" Ucap Barra kesal, mencoba menakuti Robin dan anak buahnya
"Jangan bicara hukum di hadapan kami!" Ucap seorang petugas, yang tiba tiba saja masuk ke mansion itu
"Pak polisi!. Tolong tangkap orang ini!. Dia masuk ke rumahku tanpa izin, dan memukul ku tanpa sebab!" Ucap Barra memohon perlindungan
"Kau bilang ini rumah mu?. Apakah kau kenal dengan orang ini?" Tanya Kama, komandan polisi itu garang
"Pak Tono!" Teriaknya terkejut dan ketakutan, saat melihat pemilik mansion mewah itu datang, didampingi oleh lima orang polisi berpakaian preman
"Jadi begini kelakuan mu Barra?. Kau jadikan rumah ku sebagai tempat untuk melakukan kejahatan?" Ucap Tono dengan ekspresi kecewa
"Bukan begitu pak Tono, saya.." Jawab Barra mengelak, tapi tak mampu melanjutkan perkataannya
"Ini apa dan itu apa?" Tanya pak Tono garang sambil menunjuk kearah tumpukan kotak berisi bahan bahan peledak daya rendah, tapi mampu membakar material kayu atau yang lainnya dalam sekejap
Selain menunjuk kotak kotak itu, pak Tono juga menunjuk puluhan derigen kecil berisi bensin. Sementara di sudut lainnya, dia juga menemukan ratusan tali jerami pendek tapi besar, yang mudah sekali terbakar
"Sudah jelas kau sedang merencanakan suatu kejahatan!"
"Katakan dengan terus terang! Untuk apa semua benda benda itu kau kumpulkan dalam mansion ku ini?" Tanya pak Tono geram
"Itu semua pesanan orang pak Tono, jadi bukan milik ku!" Jawab Barra tetap membantah
"Bohong!" Sergah pak Tono marah
"Kau akan menggunakan barang barang itu untuk membakar perusahaan Birawa group. Begitu kan?" Bantah pak Tono langsung pada intinya
"Bu..Bu..bukan begitu pak Tono. Sungguh semua barang barang itu adalah titipan dan pesanan orang."
"Jadi salah kalau bapak mengatakan, bahwa kami akan menggunakan barang barang itu untuk membakar perusahaan Birawa Group!" Bantah Barra masih saja mengelak
"Komandan Kama!" Ucap Robin seperti perintah
"Siap ketua Robin!" Responnya cepat. Kemudian memandang ke arah anak buahnya dan memberikan perintah
"Bripka Zaki, Bawa orang orang ini ke kantor untuk diinterogasi!" Perintahnya tegas pada anak buahnya
"Pastikan mereka menjawab dengan benar!" perintahnya lagi
"Siap komandan!" Jawab Bripka Zaki patuh
"Lepaskan!. Kalian tidak bisa bersikap sewenang wenang pada kami!" Teriak Barra kuat kuat
"Seret dia!" Respon Kama geram
"Siap!" Jawab anak buahnya cepat. Kemudian membawa 12 orang yang ada di mansion itu ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, dan mempertanggung jawabkan perbuatannya
"Angkat semua barang bukti itu, dan periksa ruangan lain!. Siapa tahu ada barang barang lain di rumah ini!" Perintah tegas Robin pada anak buahnya
***
Sementara itu di tempat lain, Arnold sedang mengendarai mobilnya menuju ke mansion mewah yang disewanya itu
Tapi ditengah perjalanan, handphonenya berdering. Dia langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan, karena orang yang menghubunginya itu adalah Sangkuni, bos besarnya sendiri
"Salam bos besar!" Sapa Arnold takut takut
"Bagaimana cara kerja mu?. Belum apa apa sudah ketahuan!" Ucap Sangkuni marah marah
"Bukan begitu bos!. Dasar anak buah ku sendiri yang bodoh!" Jawab Arnold membela diri
"Kalian semua yang bodoh!. Tempat mewah seperti itu, masih juga ketahuan!. Lain ceritanya kalau pemukiman kumuh. mudah di lacak!" Protes Sangkuni tidak senang
"Maafkan saya bos!" Ucap Arnold memohon pengampunan
"Pergi dari situ dan jangan muncul lagi!"
"Untuk sementara, hentikan dulu aksi anak buah mu, dan jangan menampakkan diri sebelum ada perintah dari ku!" Ucap Sangkuni tegas
"Baik bos!" Jawab Arnold lega. Tapi sedetik kemudian, terdengar lagi suara dari Sangkuni
"Cepat kembali dan sembunyi di markas pengawal ku!"
"Jangan lupa hubungi seluruh anak buah mu, untuk bergabung dengan mu juga!"
"Malam tahun baru ini, tidak ada aksi apa apa!"
"Aku yakin setelah kejadian ini, pihak Birawa pasti telah melakukan persiapan."
"Jadi untuk sementara, setelah keadaan mereda, baru kalian boleh bertindak!"
"Paham?" Tanya Sangkuni, alias Kala tegas
"Siap bos, saya paham!" Jawab Arnold tegas, mirip seorang tentara memberi hormat pada komandannya