
Kota Golden City, pada waktu yang sama
James, Erisha dan Shio Lung. saat ini tengah berada di hadapan tuan Birawa, Dion, Ivory juga Dragon
Mereka sengaja di panggil datang, untuk melaporkan hasil kerjanya, dalam merancang juga membangun apa apa saja yang di perintahkan pada mereka
"Aku cuma meminta laporan dari kalian saja, siapa tahu bisa membuat pikiran yang lagi kusut ini menjadi terurai." Ucap Dion berterus terang
"Baik tuan besar!' Jawab salah seorang diantara mereka bertiga dengan patuhnya
"Mengenai pembangunan perguruan, sampai saat ini, terutama tempat kediaman tuan muda, sudah selesai di kerjakan, cuma sedang dalam proses finishing saja."
"Diperkirakan sampai besok siang, tempat itu sudah bisa di diami."
"Mengenai bangunan lain, seperti rumah ibadah, sekolah dan asrama pengawal, sampai saat ini juga sudah hampir selesai di kerjakan."
"Aula latihan, lapangan, asrama guru, dan asrama murid masih dalam tahap pengerjaan, dan sudah mendekati 80 persen."
"Jika besok tuan besar ke sana, maka saya jamin, rumah yang akan di tempati oleh tuan muda, sudah bisa di tempati selamanya."
"Demikian laporannya tuan!" Ucap James selaku ketua tim pembangunan itu dengan sangat jelasnya
"Bagus!. itu berita baik. Kedepannya aku juga menginginkan, bangunan bangunan yang di bangun bersamaan dengan perguruan itu. juga sudah mulai dan sedang di kerjakan!" Respon Dion senang
"Lalu bagaimana tentang gedung lantai 10, juga rumah para pengawal itu, apakah sampai sekarang belum juga di kerjakan?" Tanya Dion ingin tahu
"Mengenai pembangunan gedung markas besar pengawal, sampai saat ini, juga sedang dalam tahap pengerjaan tuan."
"Begitu juga dengan pembangunan 1.000 unit rumah, yang di peruntukkan bagi para pengawal yang sudah menikah. seluruhnya sedang dibangun secara berbarengan." Jawab James apa adanya
"Maka dari itu, cobalah kau turun sendiri, dan lihat kerja anak buah mu tersebut, agar kau tidak perlu bertanya lagi pada bawahan mu!" Protes tuan Birawa pada cucunya itu
"Baiklah kek, nanti setelah Dion selesai mengantarkan Draco ke perguruan itu, Dion akan meninjau seluruh bangunan yang akan dan sedang di bangun itu, Dion janji!" Jawabnya enteng
"Oh ya! Apakah selama dalam proses pembuatan, kalian ada menemukan kendala atau gangguan?" Tanya Dion seperti mengisyaratkan kekhawatiran tinggi
"Sampai saat ini belum ada di temui kendala itu tuan, cuma keterlambatan bahan bangunan saja yang sering mengganggu."
"Kalau begitu, apa tidak sebaiknya kau datangi tempat pembuatan bahan bangunan tersebut, dan minta mereka mengkhususkan semua bahan bahan itu untuk kita?" Respon Dion kurang senang
"Tidak bisa tuan besar!. karena pihak lain juga membutuhkan bahan bahan bangunan itu." Jawab James berterus terang
"Bisa kau katakan, siapa pemilik toko, gudang atau perusahaan bahan bangunan itu?" Tanya Dion kurang senang
"Pemiliknya adalah Djani, asal kota C, JB, yang bekerja sama dengan seorang Pengusaha asal kota P., SB." Jawab James berterus terang
"Apakah kau mempunyai kontaknya?" Tanya Dion semangat
"Ada tuan besar!" Jawab James cepat
"Coba kau berikan padaku, atau langsung saja kau hubungkan aku dengan orang itu. Aku ingin bicara!' Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab James patuh, kemudian mencari kontak orang tersebut dan langsung dial ke pemiliknya
"Shio Lung!. Bisakah kau anggarkan dana yang lebih besar, agar kedepannya stok bahan bangunan kita melimpah?'
"Kenapa tidak kau buat saja pabriknya cucu ku?" Tanya tuan birawa terkesan memberi usul
"Maksud kakek?" Tanya Dion penasaran
"Maaf tuan besar jika menyela, sambungan vidio sudah tersambung." Ucap James dengan perasaan tidak enak hati
"Baik kau sambungkan saja ke laptop mu, biar gambarnya besar!' Ucap Dion tegas
"Baik!" Jawab James patuh
"Halo James apa yang bisa saya bantu?" Tanya Djani Tanpa melihat lagi siapa orang yang sedang vidio call dengannya
"Maaf ini bukan James, tapi Dion Mahesa Birawa dari Birawa Group!" Jawab Dion dengan suara tegas
"Oh maaf kalau saya keliru, Apa yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Djani sopan
"Apakah anda berniat ingin menjual perusahaan mu pada pihak luar?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Maksud anda?" Respon Djani keheranan
"Perusahaan ku sedang giat giatnya membangun gedung gedung baru, juga perumahan buat karyawan. tapi kekurangan pasokan bahan baku."
"Seperti yang anak buah ku katakan, katanya stok di perusahaan anda selalu tidak mencukupi, padahal produksi nya dalam skala besar.'
"Sebenarnya ya tuan, kami memang mengalami kendala dalam pengiriman juga perizinan, padahal produksi kami melimpah."
"Tapi kami tidak bisa berbuat apa apa, karena kekuatan orang orang tersebut tidak mampu kami lawan."
"Kalaupun melawan pasti ujung ujungnya akan mereka tekan lagi, dengan berbagai kebijakan dan aturan yang mengikat." Jawab Djani apa adanya
"Apakah mereka meminta upeti?' Tanya Dion tegas
"Benar tuan. kelompok itu selalu meminta upeti dalam jumlah besar, sesaat setelah mengirimkan barang pesanan, katanya jaminan uang keamanan." Jawabnya berterus terang
"Bisa anda sebutkan siapa mereka?" Tanya Dion ingin tahu
"Maaf kan saya tuan!, untuk saat ini kami tidak bisa melakukannya, karena sambungan telepon kami selalu di sadap dan terus di awasi oleh mereka." Jawab Djani berterus terang dan takut takut
"Baik!. Dengan atau tanpa anda katakan, kami akan tetap mencari dalang pemerasan itu. dan anda jangan takut akibat yang akan di timbulkannya!' Ucap Dion memberi jaminan
"Baik tuan!" Jawab Djani patuh
'"Jika anda kurang nyaman dalam menjalankan bisnis pabrik semen itu, anda bisa hubungi saya melalui James ini."
"Aku jamin, iklim usaha anda akan kembali normal, dan bebas dari orang orang yang kerjanya cuma memanfaatkan kelemahan orang lain!" Ucap Dion dengan ekspresi geram
"Atau bagaimana kalau anda melepaskan saham perusahaan anda sebesar 70 persen pada Birawa Group?" Tanya Dion tiba tiba
"Itu memang rencana kami tuan, tapi kami selalu di ancam agar tidak melepaskan saham kami pada pihak luar."
"Jika kami nekat melakukannya, maka perusahaan kami akan dibakar. dan kami akan di habisi!" Jawabnya takut takut
"Aku jadi penasaran dengan orang yang berani mengganggu perusahaan mu tersebut, Sampai kalian menjadi ketakutan seperti itu."
"Apakah kalian tidak pernah melaporkannya pada pihak kepolisian. agar mereka bertindak dan melindungi hak kalian sebagai pengusaha?" Tanya Dion ingin tahu
"Sampai saat ini, sudah sering kami laporkan tuan, bahkan secara tertulis, dan sudah banyak dari pihak mereka yang di tangkap."
"Tapi seperti jamur di musim hujan, di petik satu tumbuh yang lain, seperti tidak ada habis habisnya." Respon Djani apa adanya
"Bagaimana kalau orang orang ku turun tangan, dan mengawal proses pengiriman bahan bahan itu, agar selamat dan tidak mendapat gangguan sampai ke tempat kami?" Tanya Dion sekaligus memberi usul
"Kami tidak berani tuan, takut pihak mereka tidak terima dan menekan perusahaan kami!' Jawab Djani ragu ragu
"Kalian tenang saja, dan serahkan itu pada kami!. Aku sudah sering berhadapan dengan broker jahat seperti itu!"
"Bukannya menolong dan memudahkan urusan, malah mereka memanfaatkannya untuk kepentingan sendiri!"
"Tindakan mereka malah membuat perusahaan jadi tidak leluasa dalam bergerak, karena selalu bergantung pada mereka!"
"Jika anda izinkan. kami akan mengirim 5.000 pengawal ku, untuk mengawal pengiriman semen semen itu, hingga sampai ke tujuan, karena kami sangat membutuhkan bahan bangunan tersebut!'
Kalau itu memang keputusan tuan!, kami serahkan hal tersebut pada kebijakan anda saja." Jawab Djani lemah
"Oh ya tuan!. Tentang pembelian saham perusahaan, akan kami bicarakan pada rekan kerja kami, karena dia yang paling banyak memegang sahamnya." Ucap Djani lagi memberi solusi
"Baiklah kalau begitu!. Nanti setelah urusan ku selesai, aku akan mengundang anda juga rekan bisnis anda, untuk datang ke kota ku, dan membicarakan bisnis jual beli perusahaan anda itu." Jawab Dion cukup lega
"Baik tuan!. Kami menunggu berita selanjutnya!" Jawab djani senang
***
Disebuah rumah mewah bergaya adat suku tertentu, di wilayah pulau S bagian barat
"Datuk!. Sepertinya ada pihak luar yang mencoba menggangu bisnis kita, dan menghalangi rejeki masuk ke kantong kita!". Ucap seseorang pada lelaki paruh baya, tapi masih kelihatan sehat dan bugar
"Cepat cari tahu siapa orang itu!. Aku tidak mau pundi pundi uang kita, diambil atau di pangkas oleh orang tersebut!"
"Jika perlu kirim orang orang kita untuk menghabisi orang yang tidak tahu diri itu!"
"Berani beraninya mau melawan Maringgih, orang terkuat dan berkuasa di kota ini!' Ucap Orang tersebut dengan ekspresi marah
"Baik datuk!. semua perintah akan saya laksanakan dengan baik!" Jawab orang tersebut patuh, kemudian berkata lagi
"Datuk jangan khawatir!. Orang seperti itu sudah sering muncul dan mencoba menghalangi kita!"
"Tapi dia tidak tahu, kalau kita mempunyai 1.000 orang orang kuat, yang tersebar di sepanjang jalan Lintas S. sampai ke pelabuhan penyeberangan"
"Jika ekspedisi pengiriman semen semen itu tidak mengantongi surat jalan dari kita, maka saat itu juga, tim kita akan turun tangan, dan menahan semua barang kiriman itu!' Jawab Risman penuh percaya diri