
Setelah mereka pergi, Rebbeca segera berpakaian. Sesekali dia menengok ke arah pintu. Dia mengunci pintu dan meletakan sebuah kursi di gagang pintu. Dia yakin pintu itu tidak mudah di dobrak . Apalagi oleh Dr Greece.
Dr Greece seorang wanita jelas dia akan menggunakan otak bukan fisik untuk membunuhnya. Selama ini itulah yang terjadi semua yang terbunuh tidak membutuhkan kekuatan fisik yang besar, tetapi otak. Otak yang sangat cerdas.
Dan dia yakin Dr Greece orang yang sangat cerdas. Dia membayangkan bagaimana cara Dr Greece untuk membunuhnya. Mungkin membohongi nyadengan mengatakan Hudson atau Fraster telah mati. Jadi dia akan panik dan lengah lalu membuka pintunya.
Itu tidak akan terjadi pikirnya. "Aku tidak akan lengah. Aku tidak boleh lengah. " Berkali kali Rebbeca mengingatkan dirinya agar tidak membuka kan pintu apapun yang terjadi.
Tapi pikirannya rmterus melayang layang. Bagaimana jika dia membakar rumah ini untuk melenyapkan jejak nya. Dan bodohnya dia berdiam diri di sini.
Dia beranjak ke jendela kamar nya. Melihat ketinggian dari kamarnya ke bawah. Tidak begitu tinggi dia bisa kabur dari jendela ini apa bila rumah ini di bakar. Dia kembali lagi duduk.
Tiba tiba dia mendengar suara kaca jendela pecah. Seseorang memecahkan jendela di bawah. Dia mendengar langkah kaki pelan. Seseorang sedang menaiki tangga. Makin lama makin terdengar jelas langkah kaki itu di lorong. Dia mendengar Hudson berteriak
"Nona Cluster apa anda baik baik saja ? "
"Ya. Apa yang terjadi ? "
"Bisa ijinkan kami masuk. "
Rebbeca berkata
"Sebentar. "
Kursi di angkat. Kunci di putardan pintu pun terbuka. Rebbeca muncul di depan pintu dan bertanya
"Ada apa ?"
Hudson berkata
"Kami tidak bisa menemukan kan Dr Greece. "
Rebbeca menjerit
"Apa ? "
Hudson berkata
"Kami sudah mencari ke semua tempat. Tapi tidak ada ."
Rebbeca berteriak
"Tidak ada bagaimana. Dia pasti bersembunyi. Kita harus mencarinya."
Fraster berkata
"Tidak kami sudah mencari kemana mana . Tapi dia tidak ada."
Rebbeca berkata
"Jangan jangan dia ada di sini.,"
Fraster berkata
"Tadinya kami juga kira seperti itu. Tapi kami sudah mencari ke semua tempat. Tetap dia tidak ada. Lenyap seperti sihir. "
Rebbeca berkata
"Tidak bisa di percaya."
Hudson berkata
" Benar nona Cluster."
Dia berhenti kemudian melanjutkan dengan nada pelan.
"Kaca di ruang makan pecah dan boneka porcelain yang ada di lemari kaca hanya ada tiga ."
Pagi telah datang. Badai telah berlalu. Matahari sudah muncul dan memancarkan cahaya nya yang panas. Tiga orang sedang duduk di ruang makan dengan wajah lelah.
Hudson berkata
"Bagaimana jika kita mencoba membuat isyarat hari ini?"
Rebbeca berkata
"Bagaimana kalau menggunakan huruf morse sebagai isyaratnya?"
Hudson berkata dengan nada muram
"Badai memang telah behenti. Tapi keadaan laut masih tetap ti ggi , saya rasa tidak akan ada perahu sampai besok."
Rebbeca berteriak histeris
"Aku tidak ingin bermalam lagi di sini."
Hudson berkata sambil mengangkat bahunya.
"Mau tidak mau. Saya rasa jika hanya satu malam kita masih bisa bertahan. "
Fraster berkata
"Sebaiknya kita mulai membicarakan tentang Dr Greece. Apa yang terjadi padanya?"
Hudson berkata
"Bukankah kau semalam sudah melihat bahwa tersisa tiga buah boneka. Berati Dr Greece sudah mati."
Rebbeca berkata dengan nada lirih
"Di mana mayatnya ? "
Fraster berkata
"Itulah yang menjadi pertanyaanya. Dimana mayatnya?"
Hudson menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Aku bingung. Semua tempat sudah di cari tapi tidak ada satu pun tanda tanda nya."
"Jangan jangan sudah di buang ke laut."
Hudson berkata dengan nada geram
"Apa maksud anda ? Maksud anda saya atau anda? Anda sendiri yang berkata bahwa anda melihat Dr Greece keluar. Anda membangunkan saya dan kita pergi bersama sama mengeceknya. Lalu bagaimana saya unya waktu untuk membunuh nya apa lagi menyembunyikan mayatnya."
Fraster berkata
"Saya tidak tahu. Tapi satu hal yang sudah pasti. "
Hudson berkata dengan tajam.
"Apa itu ?"
Fraster berkata
"Pistol itu. Anda berkata bahwa pistol ada di tangan anda. Jadi tidak ada bukti kalau pistol anda hilang. Bisa saja anda Menyembunyikannya dan sekarang berkata bahwa pistol itu muncul sendiri."
"Tuan Fraster bukankah anda sendiri yang sudah menggeledah saya. "
"Benar tapi bisa saja anda sudah menyembunyikan pistol itu. Dan berkata hilang. Lalu anda mengambil kembali pistol itu."
Hudson berkata dengan marah.
"Saya benar benar bersumpah bahwa pisto ini muncul begitu saja di laci tempat tidur saya semalam."
Fraster tertawa
" Anda pikir kami akan percaya dengan cerita murahan aeperti itu. Coba anda pikir untuk apa pembunuhnya mengembalikan lagi pistol itu ke tempatnya."
Dave berkata dengan kesal.
"Saya juga tidak tahu."
Fraster mengangguk tanda setuju.
"Memang benar anda bisa saja mengarang sesuatu yang lebih bagus dari ada ini."
"Jadi apa yang saya katakan benar bukan."
"Entahlah ."
Huson berkata
"Maksudnya ? "
Fraster berkata
"Tuan Hudson kalau anda memang orang jujur seperti yang pura pura anda lakukan "
Dave mendecakkan lidah nya.
"Sejak kapan saya berkata saya adalah orang jujur"
Fraster melanjutkan kata katanya
"Kalau itu yang anda katakan baiklah. Tapi yang jelas selama anda memiliki pistol itu saya dan nona Cluster menyerah kepada anda. Dan lebih baik kalau anda me yimpan pistol tersebut di lemari tempat kita menyimpan obat. "
Dave mengambil gelas dan menuangnya. Dia berkata
"Jangan konyol . Pistol itu milik saya. Akan saya gunakan untuk menjaga diri saya sendiri."
Fraster berkata
" Berarti dapat di simpulkan kalau anda adalah si Smith ini."
Dave berkata dengan nada kesal
"Jangan ngaco , jika saya adalah si Smith itu kenapa saya semalam tidak menembakmu saja. Bukankah saya puya banyak kesempatan untuk menembak anda semalam?"
Fraster menggelengkan kepalanya. Dia berkata
"Saya tidak tahu. Tapi saya yakin anda punya alasannya."
Rebbeca merasa gerah dengan diskusi yang tidak jelas ini. Dia berkata
"Anda berdua seperti anak kecil yang saling menyalahkan."
Dave berkata
"Apa maksud anda ?"
Rebbeca berkata
" Saya yakin Dr Greece masih hidup. Dia berpura pura mengambil boneka porcelain miliknya. Sehingga dia bisa membuat kita bertengkar."
Dave duduk kembali di kursi dan berkata
"Ya mungkin saja yang anda katakan itu benar."
Fraster berkata
"Kalau memang seperti itu. Lalu di mana kah dia ? Kita sudah mencari kemana mana. Tapi tidak bisa menemukan dia."
Rebbeca berkata dengan nada gusar
"Lihatlah pistol itu. Kita sudah mencari kemana mana tapi pistol tidak di temukan. Dan sekarang pistol itu muncul. Jadi pasti di sembunyikan di suatu tempat."
Dave tertawa kecil. Dan berkata
"Rebecca ada perbedan antara manusia dan pistol. Pistol mudah untuk di sembunyikan ukuran nya kecil. Sedang manusia bagaimanakau menyembunyikan nya."
Rebbeca berkata dengan marah
"Saya tidak peduli. Tapi saya tahu saya benar."