
" Araaaa " ucap Frans terkejut mendengar teriakkan Ara ....
" garis nya dua Daddy nanti alat nya meledak " takut Ara memeluk Frans....
spontan saja Frans dan orang tuanya menatap tespek di atas meja itu karna mereka memang belum sempat melihat nya mendengar teriakkan Ara....
" wahhhh ,,,, akhirnya aku akan punya cucu " senang Papa menatap alat itu ...
" sayangggg " Frans dengan perasaan haru mengecup kening Ara yang terdiam membisu itu ....
next ......
setelah banyak cerita bahagia hari ini orang tua mereka pulang di malam hari setelah makan malam .......
" Araaa " ucap Frans memegang pipi Ara yang duduk di tepi ranjang itu dengan kedua tangannya ...
" mmm,,,, iya Daddy " jawab Ara mendongak menatap Frans yang berdiri di depan nya ...
" ada apa ,,,mmmhhm " tanya Frans entah kenapa Frans merasa Ara jadi murung semenjak dia tau kalau hamil ....
bahkan sedari tadi Ara hanya melamun dan keceriaan dalam dirinya seperti hilang , lenyap begitu saja....
" Ara nggak papa kok Daddy " sanggah Ara menggeleng ...
" masih ingin membohongi Daddy " kata Frans dengan datar duduk di sebelah Ara....
" Ara beneran baik baik aja " kata Ara meyakinkan memegang kedua tangan Frans...
" ada tanya Daddy ?" ucap Frans menatap Ara yang penuh intimidasi....
" Ara ngantuk pengen tidur " jawab Ara menunduk takut tak berani menatap wajah Frans...
Frans berdiri mengangkat Ara keatas ranjang dan berbaring lalu menarik selimut bahkan mematikan lampu utama kamar ...
" yaudah tidur " kata Frans memeluk Ara tak lagi banyak bicara ....
Ara memeluk Frans dan membenamkan wajahnya" kata nya mau tidur " ucap Frans saat merasakan tangan nakal Ara memasuki baju nya ....
" Ara ,,, Araa ,,, pengen main " kata Ara dengan suara kecil menatap wajah Frans takut ....
Frans memeluk Ara dan membiarkan Ara melakukan hal sesukanya ....
suasana kamar sangatlah sepi dan hening jika Ara sibuk dengan kesenangan nya maka Frans menatap gemerlap malam dari kaca balkon kamar....
" Ara ,,,, sebenarnya kamu mau hamil apa enggak ?" tanya Frans spontan melonggar kan pelukannya agar bisa menatap Ara sepenuhnya....
membuat Ara yang bermain dengan senang itu terkejut dan kembali menunduk mendengar pertanyaan Frans
entah mengapa Frans merasa Ara sepertinya tidak suka dengan kehamilan nya buktinya Ara yang ceria itu berubah murung ....
" Ara sayangg ,,,, jawab Daddy jujur ,,,,tolong terbuka sama Daddy " mohon Frans bertanya dengan lembut ....
" Ara ,,,, Ara mau kok ,,,, hamil " kata Ara gelagapan yang membuat sorot mata hangat Frans menjadi tajam ...
Frans kehabisan cara untuk bertanya pada Ara ,,,, jika di kerasi pasti Ara akan merasa tertekan ..
Frans melepaskan pelukannya lalu tidur saja memunggungi Ara yang membuat Ara tak tenang ...
" Daddyhhh " kata Ara memeluk Frans yang memunggungi nya itu
" mmm... " jawab Frans cuek lalu memejamkan matanya ...
" Daddyh ,,, hadap ke Araaa" rengek Ara meraih tubuh Frans...
" nggak ,,,, Daddy mau kamu jawab pertanyaan Daddy dengan jujur " kata Frans menarik selimut menutup wajahnya memunggungi Ara yang sudah duduk di tengah ranjang itu
" Ara mau mengandung anak Daddy " jawab Ara setelah sekian lama ....
" terus kalau mau ,,, kenapa semenjak tau kalau kamu hamil kamu murung ?apa yang kamu fikirkan " tanya Frans ikut duduk menatap Ara...
" Ara ,,, Ara takut ,,,, kalau Daddy,,,,"
" Daddy apa ?" sambung Frans
" Daddy nggak suka Ara lagi karna jelek ,,, dan akan selingkuh lalu tinggalin Ara " kata Ara dengan bergetar .....
" astagaaaa " keluh Frans langsung memeluk istri kecilnya itu....
" mengapa berfikir begitu sihhh " tanya Frans lembut mengelus lengan Ara yang berada di pelukan nya itu ...
" kalau Ara bunting kan jelek kayak kudanil 😢" kata Ara dengan fikiran polos nya ....
yaa mungkin amnesia juga membuat tingkat kedewasaan dan pemikiran Ara rendah jadinya ...
" kan Daddy yang buntingin kamu 🤣🤣🤣 nggak mungkin juga Daddy berpaling kan " kekeh Frans geleng kepala ada ada saja yang di fikirkan gadis polos itu