
Tragedi di hutan terlarang telah menciptakan api amarah di dalam diri Sophia. Dengan kehilangan yang begitu besar, gadis itu tidak bisa lagi mengendalikan emosinya. Matanya memerah, dan darah mengalir dari kedua matanya saat ia terus merapalkan mantra-mantra yang pernah ia pelajari.
Melihat itu Thrain tidak tinggal diam, ini bukan opsi yang benar. ia merasa panik melihat perubahan drastis ini. Dia tahu bahwa kekuatan yang terkandung dalam diri Sophia semakin berkembang, namun, saat ini, itu dapat membahayakan dirinya sendiri.
"Sophia, hentikan!" teriak Thrain dengan penuh kekhawatiran, berusah...