
Paginya
Crip..Crip..Crip..
"Wahhhh.. Pagi ini badan ku benar-benar segar. Rasanya sangat ringan dan penuh energi."Ucap Zeen merenggangkan badannya.
Setelah menerima pelatihan dari Li Xuan serta herbal yang di siapkan Ling Fei, Zeen sudah mendetoks semua hal negatif keluar dari tubunya. Hal itu membuat tubunya menjadi lebih ringan dan penuh energi.
"Jika di pikir-pikir kenapa ya Zhiyu Long menjadi sangat pendiam sekarang. Dia juga tidak meminta untuk bertukar dengan ku. Apa dia baik-baik saja ya?"Pikir Zeen yang tiba-tiba mengkhawatirkan Zhiyu Long.
"Jangan mengkhawatirkan aku, kamu pikirkan saja pelatihan mu. Jika kamu sudah lebih kuat, aku akan menggunakan tubuh mu lagi."Sahut Zhiyu Long tiba-tiba.
"Wahh.. Siapa nih, sudah lama sekali aku tidak mendengar ocehan mu yang sedap itu."Lanjut Zeen memancing Zhiyu Long.
"Meskipun aku hanya arwah, tapi aku juga perlu meningkatkan kultifasi ku. Aku tidak memiliki waktu luang untuk bermain-main seperti dirimu yang lemah itu."Jelas Zhiyu Long dingin.
"Hahh.. Aku sangat menyesal tadi sempat mengkhawatirkan mu."Gumam Zeen ketus.
"Oh iya Zeen, berhati-hatialah untuk beberapa hari ini. Aku merasa akan ada sesuatu yang gawat akan terjadi di sekitar mu."Tegas Zhiyu Long memperingati.
"Wah.. Sejak kapan kamu mulai jadi peramal?"Jawab Zeen meledek.
"Iya terserah kamu saja!"Ucap Zhiyu Long tidak mau berdebat.
Setiap kali berbicara serius Zeen selalu menanggapi Zhiyu Long dengan candaan. Itu membuat Zhiyu Long enggan untuk menjawab Zeen jika tidak terlalu penting.
Zhiyu Long hanya bisa memperingati Zeen akan bahaya yang bisa saja muncul tanpa peringatan.
Meski kemampuan Zeen masih belum bisa di andalkan, tapi setidaknya dengan kekuatannya yang sekarang dia pasti bisa mengalahkan musuh yang kultifasinya sudah di tahap dasar bumi atau di tahap awal langit.
Dan jika Zeen masih tidak bisa mengalahkannya. Zhiyu Long sudah menempatkan Li Xuan dan Ling Fei yang akan selalu ada di sekitar Zeen dan melindunginya.
Sementara itu saat Zeen hendak menikmati angin dari balkon apartemennya. Sudah ada Li Xuan yang duduk santai di sana.
"Selamat pagi Tuan Zeen."Sapa Li Xuan yang sedang asik di balkon.
"Pagi, Li Xuan. Apa kamu sudah sarapan?"Jawab Zeen sembari bertanya.
"Sudah, Tuan Zeen!"Jawab Li Xuan mengangguk.
"Baguslah, masakan Ling Fei sangat enak. Jadi sayang jika tidak di habiskan."Lanjut Zeen.
"Iya Tuan Zeen!"Jawab Li Xuan.
"Kenapa kamu terus memanggilku Tuan, kamu tidak perlu mengikuti Ling Fei yang aneh itu saat memanggilku. Panggil saja Zeen aku lebih nyaman di panggil dengan nama ku."Jelas Zeen yang sudah sejak kemarin ingin mengkritik Li Xuan.
"Maaf Tuan Zeen, saya tidak bisa melakukan itu."Tegas Li Xuan serius.
"Hahhh.. Padahal kamu juga akan jauh lebih nyaman saat memanggil ku dengan nama saja, Xuan."Ucap Zeen membujuk.
"Tapi saya tidak bisa melakukannya. Karena saya memanggil dengan nama saja itu akan membuat seluruh bangsa ku memukul ku."Jelas Li Xuan.
"Ya.. Ya.. Meski aku tidak mengerti maksud perkataan mu, tapi ya terserah kamu sajalah."Jawab Zeen menyerah.
Siang harinya
#Perguruan Tong Fang#
"Zeen, kenapa kamu tidak datang semalam?"Tanya Han teman seperguruan Zeen.
"Semalam aku ada urusan, jadi tidak sempat datang."Jawab Zeen memberi alasan.
"Oh iya, You'Er tadi berpesan pada ku jika kamu datang kamu di minta untuk menemuinya di seberang danau hua."Jelas Han menyampaikan pesan Zhao You'Er.
"Iya aku akan ke sana menemuinya."Jawab Zeen segera ke tempat Zhao You'Er.
Karena itu pesan dari Zhao You'Er tanpa bertanya panjang lebar lagi, Zeen langsung bergegas menemui Zhao You'Er ke sebrang danau hua.
15 Menit Kemudian.
"Ermiao, kamu di mana?"Teriak Zeen mencari Zhao You'Er.
Sesampainya di sebrang Danau Hua, Zeen tidak menemukan Zhao You'Er dan terus mencarinya hingga di tepi Gunung Hua.
"Ermiao?"Teriak Zeen melihat sekeliling.
"Zeen!! Di sini!!"Sahut Zhao You'Er dari atas tebing.
"Hei Ermiao! Apa yang sedang kamu lakukan di sana?"Teriak Zeen bertanya.
"Aku sedang memetik buah persik, buahnya sangat manis apa kamu mau?"Jawab Zhao You'Er menawarkan.
"Iya boleh, ambilkan satu untuk ku. Tapi berhati-hatilah!"Tegas Zeen khawatir.
"Iya, tunggu saja sebentar!"Jawab Zhao You'Er.
5 Menit Kemudian
Krauk..Krauk..
"Emm...Buankan buwahya anis?(Bukankah buahnya manis?"Ucap Zhao You'Er dengan mulut yang penuh.
"Makanlah dulu, nanti tersedak!"Ucap Zeen tersenyum.
Melihat tingkah Zhao You'Er yang imut dan manis Zeen jadi lupa dengan tujuannya datang mencari Zhao You'Er.
"Jangan hanya melihat ku, cepat coba dan makanlah!"Tegas Zhao You'Er.
"Rasanya aku sudah bisa merasakan semuanya saat melihat mu memakannya."Gumam Zeen tersenyum.
"Hentikan omong kosong mu, itu membuat ku merinding."Jawab Zhao You'Er malu-malu.
"Hahaha maaf jika membuat mu geli."Ucap Zeen tertawa.
"Oh.. Iya, hampir saja aku lupa. Ini, kata Kang Chen Guru Myung menitipkan ini untuk mu."Jelas Zhao You'Er memberikan titipan Chen Wang semalam pada Zeen.
"Bukankah ini kantong sutra? Tumben sekali Guru Myung memberikan ini untuk ku."Tanya Zeen heran.
"Ya, aku juga kaget saat melihatnya semalam. Saat aku tanya Kak Chen, katanya dia juga tidak tahu."Jawab Zhao You'Er.
"Hahah.. Aku rasa ini hari keberuntungan ku, jarang-jarang kan Guru Myung memberikannya secara gratis."Ucap Zeen merasa beruntung.
Kantong Sutra yang di titipkan Chen Wang pada Zhao You'Er semalam akhirnya sudah sampai di tangan Zeen.
Zeen yang merasa hari itu adalah hari keberuntungannya, langsung menerima kantong sutra itu dari tangan Zhao You'Er.
"Iya, pergunakanlah dengan baik. Kantong sutra adalah pusaka penyimpanan yang cukup langka sekarang."Jelas Zhao You'Er.
"Iya, tentu saja! Mana mungkin aku menggunakannya untuk hal buruk."Tegas Zeen sangat senang.
"Aku tidak mau berpikir buruk lagi, toh semalam aku juga sudah mengeceknya dengan seksama. Tidak ada hal yang aneh dari kantong sutra itu."Pikir Zhao You'Er meyakinkan dirinya.
"Kenapa diam Ermiao? Apa kamu mau kantong ini?"Tanya Zeen.
"Jangan bercanda, aku juga sudah punya. Mana mungkin aku kalah dari mu."Jawab Zhao You'Er ketus.
"Hahah.. Iya deh, maaf."Lanjut Zeen.