Pesona Si Raja Tampan

Pesona Si Raja Tampan
Ch.17 Orang Misterius


Di hadapan Chen Wang tiba-tiba muncul orang asing dengan topeng mirip kalilawar dengan simbol Yin.


Tanpa banyak bicara Orang asing tersebut memberi tawaran menarik pada Chen Wang.


Jika Chen Wang benar-benar berniat menghabisi Zeen, Orang asing tersebut akan dengan sukarela membantunya. Asal Chen Wang menuruti setiap perkataannya.


"Beri aku bukti jika kata-kata mu bisa aku percaya!"Ucap Chen Wang.


"Kamu bisa mempercayai kata-kata ku, karena jika kamu melakukan hal bodoh tanpa tahu siapa Zeen sebenarnya itu hanya akan membahayakan diri mu sendiri!"Jawab Orang asing merendahkan Chen Wang.


"Aku rasa kamu salah faham akan sesuatu, kamu terlalu menganggap tinggi kemampuan Zeen. Karena di mata ku Zeen hanya laki-laki yang tidak bisa apa-apa."Lanjut Chen Wang merasa terhina.


"Hahhaa.. Bisa-bisanya kamu berkata begitu, padahal kamu jelas-jelas sudah melihat kemampuannya malam itu."Ucap Orang asing mentertawakan Chen Wang.


"Kemampuannya bukanlah sebuah kebetulan! Jika monster sekuat Ibex saja bisa dia musnahkan dalam sekali ayunan tangan, lantas bagaimana dengan mu yang baru di tahap taoisme level dasar langit."Lanjutnya menginjak-injak harga diri Chen Wang.


"Hahaha.. Jangan menganggap remeh kemampuan ku, aku akan membuktikannya pada mu. Tanpa bantuan mu, aku akan menyingkirkan Zeen dengan tangan ku sendiri."Tegas Chen Wang dengan marah.


"Baik, lakukan sesuai perkataan mu. Dan jika kamu putus asa dan menyerah karena merasa tidak mampu. Aku akan datang untuk membantu mu yang lemah ini."Jawab Orang asing tersenyum licik.


Orang asing itu berhasil menyulut api di dalam diri Chen Wang.


Karena termakan omongan dari Orang asing tersebut, Chen Wang jadi tidak berpikir panjang dan akan membuktikan bahwa dirinya tidaklah lemah seperti yang di katakan oleh Orang asing tersebut.


"Beraninya Orang yang tidak tahu apa-apa datang dan menghina ku seperti itu." Teriak Chen Wang.


Setelah Orang asing itu pergi, karena kesal dengan semua perkataan yang merendahkan dirinya, Chen Wang jadi semakin marah dan kesal .


Chen Wang merasa bahwa kesialan yang di alaminya semu itu karena Zeen. Tidak ada satu hal pun yang berjalan sesuai keinginannya, dan itu semua karena Zeen selalu memberi kesialan dalam hidupnya.


#Rumah Zeen#


"Tuan, Anda harus makan siang dulu sebelum pergi latihan."Ucap Ling Fei dengan lembut.


"Aku tidak bisa makan dulu baru latihan, Fei. Aku selalu latihan dulu baru makan, jadi nanti tinggal istirahat dan tidur."Jawab Zeen sambil menyiapkan barang bawaannya.


"Ya sudah deh, nanti sore aku akan panaskan lagi setelah Tuan pulang. Karena hari ini aku tidak ikut bersama Tuan, jadi Tuan bisa pergi bersama Li Xuan."Jelas Ling Fei panjang.


"Hahaha, iya terimakasih Ling Fei."Jawab Zeen tertawa.


"Setelah wanita ini datang dan tinggal di sini, aku sudah tidak terlalu kesepian lagi. Di tambah, ada Li Xuan sekarang."Pikir Zeen merasa senang.


"Meski tidak tahu siapa Li Xuan sebenarnya, tapi Zhiyu Long bilang dia akan mengajari banyak hal pada ku. Aku tidak menyangka Roh sepertinya punya banyak teman yang punya kekuatan luar biasa seperti mereka berdua."Lanjut Zeen bergumam.


"Hahhh.. Susah sekali jika harus menjelaskannya padamu. Otak yang hanya tinggal setengah seperti mu mana bisa mengerti seperti apa hebatnya diri ku sampai punya banyak orang yang punya kemampuan luar biasa di sisi ku."Ucap Zhiyu Long nyeletuk.


"Ahh sudahlah.. Aku sedang tidak ingin bertengkar dengan mu. Kamu sebaiknya diam saja seperti beberapa hari terakhir ini."Tegas Zeen singkat.


"Iya, iya.. Nikmati saja hari mu, jangan mengeluh padaku jika nanti Li Xuan akan membuat mu tidak bisa bergerak untuk beberapa hari ke depan."Jawab Zhiyu Long dengan kesal.


"Mana mungkin, Li Xuan sangat baik pada ku. Meski wajahnya cukup menyeramkan, tapi dia jauh lebih baik dari mu yang hanya besar omongan saja."Jelas Zeen dengan sombong.


"Iya, pergilah."Ucap Zhiyu Long terdiam.


"Iya, Ling Fei! Jaga rumah dengan benar ya, jika ada apa-apa ingat hubungi aku."Jawab Zeen pamit pergi.


"Iya, Tuan."Ucap Ling Fei tersenyum.


"Semoga Anda segera memulihkan kekuatan Anda,"Gumam Ling Fei sedikit sedih.


3 Jam Kemudian


Ting.. Tong..


"Iya tunggu sebentar."Jawab Ling Fei


"Selamat siang?"Sapa Ling Fei dengan lembut.


"Dimana Zeen?"Tanya Chen Wang terlihat marah.


"Tuan sedang tidak di rumah."Jawab Ling Fei dengan kesal karena tingkah Chen Wang yang sombong.


"Kemana dia pergi, aku akan menyusulnya."Lanjut Chen Wang singkat.


"Tuan tidak bisa di ganggu, jadi lain kali saja."Jawab Ling Fei tidak ingin memberitahu Chen Wang.


"Dasar kurang ajar, jangan karena kamu wanita aku jadi tidak berani menghajar mu ya!"Teriak Chen Wang kesal.


"Kenapa Anda tidak sopan begini, datang dengan wajah marah. Dan sekarang ingin menghajar saya. Saya bisa saja menghilangkan ke dua tangan Anda dalam sekali serang."Jawab Ling Fei dengan tajam.


"Hahah.. Bahkan seorang wanita berani merendahkan ku, ya. Aku benar-benar semakin kesal sekarang."Lanjut Chen Wang marah.


"Hahhhhhhhh... Rasanya hari ini bukan hari keberuntungan Anda. Jadi sebelum saya membuktikan perkataan saya, lekaslah pergi dari sini."Tegas Ling Fei memperingati.


"Dasar kurang ajar."Teriak Chen Wang berusaha menyerang Ling Fei.


Prank.. Bruggggg..


"Jangan bertindak sesuka Anda selagi saya masih berbicara dengan baik. Jika Anda masih sayang nyawa, pergilah dengan tenang."Ucap Ling Fei menghentikan Chen Wang dengan tongkat sapu yang di pegangnya.


"Ku..Kurang ajar, mustahil aku tadi benar-benar mencoba menyerangnya dengan tenaga yang cukup kuat. Bagaimana bisa dia menghentikannya hanya dengan tongkat?"Pikir Chen Wang terdiam karena kaget.


"Pergilah, atau saya akan mengantar Anda ke neraka dengan lebih cepat!"Lanjut Ling Fei menatap tajam.


"Meski kemarin aku melihatnya melawan monster Ibex tapi aku benar-benar tidak berpikir kekuatannya akan se hebat ini. Auranya masih tetap aneh seperti kemarin."Pikir Chen Wang memperhatikan Ling Fei.


"U..Untuk kali ini aku akan mengalah, tapi jika besok kamu masih bersikap lancang. Aku akan menghajar mu denagn tenaga penuh."Ucap Chen Wang mempertahankan harga dirinya.


"Ya, lebih tepatnya mungkin akulah yang tidak akan mengampuni nyawamu untuk ke dua kalinya."Pikir Ling Fei menggertakan gigi.


"Manusia yang bersikap seakan paling kuat itu nyatanya dialah manusia yang paling lemah di dunia ini."Ucap Ling Fei.


"Untunglah Tuan ku tidak seperti manusia rendahan itu."Lanjut Ling Fei merasa lega.