PERJALANAN MENCARI TUJUAN

PERJALANAN MENCARI TUJUAN
Pasukan Mayat Hidup I


"Sraaakkkkk".


Beberapa puluh Pasukan Mayat Hidup itu ditebas oleh Adi menggunakan Golok Rimau nya.


"Elemen Api:Semburan Api".


Beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup terbakar karena jurus yang dikeluarkan Guru Braja.


"Guru..jika seperti ini terus kita akan kehabisan Tenaga,bagaimana cara kita untuk mengalahkan Pasukan Mayat Hidup ini dengan cepat dan mudah".Kata Adi bertanya kepada Guru Braja.


"Hem...bagaimana ya?".Kata Guru Braja berpikir sambil menyerang prajurit Pasukan Mayat Hidup.


Lalu tiba-tiba datang dari arah luar pintu gerbang beberapa puluh orang yang sedang menaiki kuda,suaranya terdengar sampai ke tempat Adi Guru Braja.


"Sepertinya ada yang datang dari arah pintu gerbang Desa Rembanta".Kata Guru Braja kepada Adi.


"Iya guru,terdengar suara kuda".Kata Adi kepada Guru Braja.


Datanglah beberapa puluh orang yang menaiki kuda,ada yang terbang menggunakan kekuatannya dan ada juga yang terbang dengan binatang tunggangannya.


"Srrrraakkk".Suara dari pedang petir milik Abhirawa.


"Tuan muda apakah Anda tidak apa-apa,maafkan kami yang sudah datang terlambat".Kata Bhairawa kepada Adi.


"Tidak apa-apa,baiklah karena kalian semua telah datang mari kita selesaikan ini terlebih dahulu".Kata Adi kepada para pendekar yang dikirim oleh Perguruan Rajabunga itu.


"Baik Tuan muda".Kata para pendekar Perguruan Rajabunga dengan serempaknya.


Kemudian dengan cepatnya,Abhirawa


menggunakan pedang Ghurlhedek untuk menghabisi beberapa prajurit Pasukan Mayat Hidup itu,Bhairawa juga menggunakan pedang Agniba untuk menghabisi prajurit Pasukan Mayat Hidup.


Dan yang lainnya juga ikut andil dalam menghabisi para prajurit Pasukan Mayat Hidup.


"Pedang Ghurlhedek:Tebasan Petir Menjulang".


"Pedang Agniba:Sabetan Api Membelah".


Dua kakak-beradik itu dengan mudahnya mengalahkan berpuluh-puluh prajurit Pasukan Mayat Hidup dengan mudahnya menggunakan pedang mereka.


"Elemen Angin:Angin Badai".


"Elemen Petir:Cakram Petir".


"Sabetan pedang".


Beberapa puluh murid dari Perguruan Rajabunga juga menghabisi para Pasukan Mayat Hidup itu.


Setelah menghabisi beberapa ratus Pasukan Mayat Hidup,tinggal tersisa enam prajurit Pasukan Mayat Hidup yang bersenjata lengkap.


"Sepertinya mereka komandannya".Kata Guru Braja berbicara dengan Bhairawa.


"Benar sekali".Kata Bhairawa menjawab Guru Braja.


"Braja kau serang ia dari kiri dan aku dari kanan".Kata Bhairawa kepada Guru Braja.


"Baiklah mari kita mulai".Kata Guru Braja mengiyakan saja.


Guru Braja menyemburkan api dari mulutnya,kemudian Bhairawa menebas salah satu komandan dari prajurit Pasukan Mayat Hidup itu,tapi ternyata tubuhnya kembali menyambung dengan sendirinya.


Lalu Guru Braja mengeluarkan jurus elemen api lagi dan menyemburkannya ke arah komandan prajurit Pasukan Mayat Hidup itu,lalu Bhairawa menebas komandan Pasukan Mayat Hidup itu,


tapi komandan prajurit Pasukan Mayat Hidup itu tubuhnya tersambung kembali.


"Sepertinya mayat hidup ini mempunyai kemampuan untuk mengembalikan dan menyambungkan kembali tubuhnya".


Kata Bhairawa kepada Guru Braja.


"Iya benar,jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?".Kata Guru Braja bertanya pada Bhairawa.


Lalu komandan prajurit Pasukan Mayat Hidup itu mulai menyerang Guru Braja dan Bhairawa,ia mengeluarkan jurus elemen kegelapan,kekuatan gelap itu keluar dari tanah,kegelapan menutupi area disekitar tempat Guru Braja dan Bhairawa.


"Mayat ini berbahaya,mari kita habisi ia dengan cepat".Kata Guru Braja kepada Bhairawa.


"Pedang Agniba:Sabetan Membelah Gunung".


"Swooossssshhhh".


"Srrrraakkk".


Lalu Guru Braja bersiap untuk mengeluarkan Jurus Tapak Naga Penghancur.


"Jurus Tapak Naga Penghancur".


"DUUUUAAARR".


Komandan prajurit Pasukan Mayat Hidup itu meledak setelah terkena Jurus Tapak Naga Penghancur dari Guru Braja dengan sebelumnya dibelah oleh pedang Agniba milik Bhairawa.


Kemudian satu komandan dibunuh oleh Abhirawa,tiga komandan diledakkan oleh para murid Perguruan Rajabunga dan satu komandan yang tersisa ditebas dan diledakkan oleh salah satu tetua dari Perguruan Rajabunga.


Lalu tetua dan para murid dari Perguruan Rajabunga berkumpul bersama dengan Guru Braja dan Adi.


Tapi ternyata datang lagi ratusan Pasukan Mayat Hidup kehadapan mereka yang sedang berkumpul.


"Semakin banyak saja yang datang".Timpal salah satu murid dari Perguruan Rajabunga.


"Dan juga persenjataan mereka lebih lengkap daripada pasukan yang sebelumnya kita hadapi".Kata salah satu murid dari Perguruan Rajabunga.


"Jadi tetua kita harus apa sekarang?".


Kata salah satu murid dari Perguruan Rajabunga bertanya kepada tetua yang memegang tongkat di tangannya.


"Pertama kita pikirkan rencananya nanti,mari kita bentuk formasi terlebih dahulu untuk menghadang mereka".


"Abhirawa kamu alihkan pandangan beberapa ratus prajurit Pasukan Mayat Hidup dan Bhairawa ikut juga,kami yang akan membasmi mereka".Kata tetua yang memegang tongkat di tangannya kepada Abhirawa dan Bhairawa.


"Baiklah tetua".Kata Abhirawa dan Bhairawa kepada tetua yang memegang tongkat di tangan kanannya.


Lalu Abhirawa dan Bhairawa mulai mengalihkan perhatian para prajurit Pasukan Mayat Hidup itu ke tempat lain agar tetua dan murid dari Perguruan Rajabunga bisa membuat formasi untuk mengalahkan Pasukan Mayat Hidup itu dengan sekaligus.


"Pedang Ghurlhedek:Tebasan Petir Menjulang".


"Pedang Agniba:Sabetan Api Membelah".


"Jurus Tapak Naga Penghancur".


"Jurus Tapak Harimau Ganas".


"BAAAMMM".


"DUUUUUARRRRR".


"JEDDDDDAARRRR".


Ledakan beruntun terjadi setelah Abhirawa dan Bhairawa mengeluarkan teknik jurus pedangnya,lalu Guru Braja dan Adi ikut untuk mengalihkan pandangan Pasukan Mayat Hidup.


Beberapa ratus prajurit Pasukan Mayat Hidup meledak setelah terkena jurus dari Abhirawa,Bhairawa,Braja serta Adi.


"Kalian berempat alihkan mereka kesini,formasinya sudah siap".Kata tetua dari Perguruan Rajabunga yang memegang pedang di tangan kanannya.


"Baiklah".Kata Abhirawa kepada tetua tersebut.


Lalu Abhirawa dan Bhairawa mulai mengalihkan perhatian prajurit Pasukan Mayat Hidup tersebut ke arah tempat formasi yang telah dibuat oleh para murid Perguruan Rajabunga.


Kemudian setelah Abhirawa dan Bhairawa telah mengalihkan ke arah tempat formasi berada,formasinya mulai diaktifkan oleh tiga tetua dari Perguruan Rajabunga.


"Formasi Langit Petir".Kata tiga tetua tersebut memulai mengaktifkan formasi.


Lalu formasi mulai aktif setelah Abhirawa,Bhairawa,Braja dan Adi menghindar dari jangkauan formasi dan menjauh.


Formasi Langit Petir pun mulai aktif,jangkauan dari formasi Langit Petir sangat luas dan besar.


Petir mulai berdentum-dentum dan menyambar ke arah ratusan prajurit Pasukan Mayat Hidup tersebut,Pasukan Mayat Hidup tersebut hangus terbakar dan langsung menjadi abu setelah terkena Formasi Langit Petir.


Setelah beberapa menit Formasi Langit Petir diaktifkan,akhirnya beberapa ratus prajurit Pasukan Mayat Hidup tersebut terbakar menjadi abu.


"Akhirnya selesai".Kata salah satu murid dari Perguruan Rajabunga.


"Huuuuhhh".Kata salah satu murid dari Perguruan Rajabunga menghela nafas panjang.


"Tetua Pasukan Mayat Hidup ini sepertinya akan datang lagi,jadi mari kita cari dalang dari semua ini".Kata Abhirawa kepada tetua yang memegang tongkat di tangannya.


"Baiklah tapi sebelum itu tangkap penghianatnya".Kata tetua yang memegang tongkat di tangannya kepada Abhirawa.


"Baik tetua".Kata Abhirawa mengiyakan.


Lalu Abhirawa datang ke arah Braja,dan langsung menangkapnya.


"Maafkan aku Braja".Kata Abhirawa kepada Braja.


"Ada apa ini?mengapa aku ditangkap?".Kaya Braja bertanya pada Abhirawa dan yang lainnya.


"Kamu sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyekapan tuan muda dan ikut andil dalam kasus penyelundupan senjata dan juga kasus


di Desa Rembanta ini".Kata Abhirawa menjawab pertanyaan Braja.


"Bukannya aku tidak salah".Kata Braja marah kepada Abhirawa dan yang lainnya.


"Senior,apa yang terjadi?mengapa Guru Braja ditangkap?".Kata Adi yang datang


ke tempat Abhirawa yang sedang bicara dengan Braja.


INFO


Bhairawa


Ras:Manusia(Suku Sialang)


Pekerjaan:Pendekar


Julukan:Sang Pendekar Pedang Api


Bhairawa adalah seorang pendekar pedang yang berasal dari keluarga yang miskin di Desa Gununggala,Suku Sialang,Negeri Lebak Pakam,suatu desa yang ada di wilayah kedua Suku Sialang.


Bhairawa seorang pendekar pedang yang handal,di usianya yang ke-16 tahun ia sudah menjadi pendekar pedang yang hebat di Negeri Lebak Pakam,Abhirawa memiliki sebuah pedang api yang bernama Agniba.Bhairawa diangkat menjadi murid salah satu tetua di Perguruan Rajabunga bersama kakaknya,karena itu mereka tinggal di Perguruan Rajabunga sebagai murid.Abhirawa adalah kakak kandungnya.