
"Bagaimana kita akan kesana guru?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.
"Iya guru,bagaimana cara kita menuju ke Desa Rembanta?".Kata Saphira yang juga bertanya kepada Guru Braja.
"Sepertinya kita tidak bisa berjalan menuju kesana guru,kita harus terbang atau naik sesuatu".Kata Adi memberi ide.
"Iya Guru Braja,karena disini banyak sekali binatang liar dan juga apakah penjaga gunung di sekitar sini mengizinkan kita lewat".Timpal Rakyan kepada Guru Braja.
"Hem...jadi kita harus terbang ya?baiklah Irwan panggil nagamu keluar".Kata Guru Braja kepada Irwan.
"Baiklah guru".Kata Irwan mengiyakan saja.
Lalu Irwan memanggil Naga Bahuwirya.
"Jurus Pemanggil:Naga Bahuwirya".
"GRAAAOOO".
Naga Bahuwirya muncul di depan Adi dan yang lainnya.
"Baiklah semuanya,mari kita naik ke punggung naga ini".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.
"Baik guru".Kata mereka dengan serempaknya.
Setelah semuanya telah naik ke punggungnya,Naga Bahuwirya mulai bersiap-siap untuk terbang menuju ke Desa Rembanta.
"Wah,udara yang sangat menyejukkan".
Kata Ikmal kepada Rakyan dan Dhani.
"Memang".Timpal Dhani kepada Ikmal.
Naga Bahuwirya melewati Hutan Salemba dan beberapa gunung yang ada di Pulau Sabalik.
"Beberapa lama lagi kita akan sampai ke Desa Rembanta guru?".Kata Saphira bertanya kepada Guru Braja.
"Sepertinya sebentar lagi".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan dari Saphira.
Akhirnya mereka pun sampai di Desa Rembanta tanpa ada masalah yang dihadapi dan dihalangi oleh musuh.
"Kita akan mendarat dimana guru?".Kata Irwan bertanya kepada Guru Braja.
"Kita akan mendarat di gapura masuk desa ini".Kata Guru Braja menjawab pertanyaan Irwan.
"Baiklah guru".Kata Irwan kepada Guru Braja.
Lalu Irwan menyuruh Naga Bahuwirya turun di pintu gerbang Desa Rembanta.
Kemudian Adi dan yang lainnya turun dari punggung Naga Bahuwirya dan Naga Bahuwirya mulai menghilang.
Kemudian Guru Braja memanggil Harimau Putih Hitam untuk membawa anak dari Keluarga Purnawisma.
"Mengapa desa ini kelihatan sepi sekali,apakah mereka semua sudah terbunuh,dan juga apakah mereka telah dibakar".Kata Dhani bicara sendiri dengan mengada-ngada apa yang terjadi di Desa Rembanta.
"Apa yang kamu bicarakan ini Dhani?".Kata Ikmal kepada Dhani.
"Sudah berhenti bicara,mari kita masuk ke desa".Kata Guru Braja kepada Dhani dan Ikmal.
Baru saja ingin masuk ke dalam Desa Rembanta melalu pintu gerbangnya,
mereka dihadang oleh beberapa penjaga pintu gerbang Desa Rembanta yang membawa tombak.
"Berhenti,mau apa kalian disini?".Kata salah satu dari penjaga pintu gerbang.
"Permisi,kami hanya ingin masuk dan mengantarkan anak ini ke rumah keluarganya".Kata Guru Braja memberi tahu para penjaga pintu gerbang itu tujuannya.
"Serahkan anak ini,kami yang akan mengantarkannya".Kata penjaga pintu gerbang yang membawa tongkat yang seperti dililit ular.
"Maaf kami tidak bisa memberikan anak ini kepada kalian,kami yang akan mengantarkannya ke rumah keluarganya".Kata Guru Braja kepada penjaga pintu gerbang yang membawa tongkat yang seperti dililit ular.
"Jadi kalian tidak mau rupanya,teman-teman mari bunuh mereka".Kata penjaga pintu gerbang yang membawa tombak yang seperti dililit ular memberi perintah kepada penjaga pintu yang lainnya.
Langsung saja beberapa penjaga pintu gerbang menyerang Adi dan yang lainnya.
"Guru,serahkan mereka kepadaku".Kata Irwan kepada Guru Braja.
"Baiklah,lakukan apa yang ingin kamu lakukan".Kata Guru Braja kepada Irwan.
Dengan mudahnya Irwan dapat mengalahkan enam orang penjaga pintu gerbang itu.
"Haha,jadi sekarang apa kalian mau memperbolehkan kami masuk?".Kata Irwan kepada enam penjaga pintu gerbang yang sudah dikalahkannya.
"Walaupun aku mati pun aku tidak akan mempersilahkan kalian semua masuk ke dalam Desa Rembanta ini".Kata penjaga pintu gerbang yang membawa tombak yang seperti dililit ular.
"Rasakan tombak ku ini".Kata penjaga pintu gerbang yang membawa tombak yang seperti dililit ular langsung menyerang Irwan hingga mengenai perutnya.
"Aghhhh".Kata Irwan berteriak kesakitan karena terkena tombak dari pemimpin para penjaga pintu gerbang Desa Rembanta.
"Rasakan itu kau bocah".Kata penjaga pintu gerbang yang membawa tombak yang seperti dililit ular kepada Irwan.
"Kalian!".Kata Rakyan kepada pemimpin para penjaga pintu gerbang Desa Rembanta.
"Sabar Rakyan".Kata Guru Braja kepada Rakyan.
"Baik guru".Kata Saphira mengiyakan saja.
"Kalian semua menjauh dari ku".Kata Guru Braja memberi aba-aba kepada Adi dan yang lainnya.
Lalu Guru Braja membuat kelima penjaga pintu gerbang Desa Rembanta itu menjadi pingsan.
"Apa yang kau lakukan?".Kata pemimpin penjaga pintu gerbang Desa Rembanta kepada Guru Braja yang terlihat sedikit mencurigakan.
Guru Braja melemparkan bubuk yang berisi obat yang bisa menidurkan pendekar,tapi jika terkena orang biasa efeknya akan lebih kuat.
"Ayo kita masuk".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.
Lalu Adi dan yang lainnya mengikuti Guru Braja yang telah masuk ke dalam Desa Rembanta terlebih dahulu.
Guru Braja terus berjalan melewati hutan dan menjumpai sebuah rumah kosong untuk mereka berlindung dari musuh.
"Apa rencana kita selanjutnya guru?".Adi bertanya pada Guru Braja.
"Hem..Saphira sembuhkan dulu Irwan,baru kita akan mengantarkan anak ini ke rumah keluarganya".Kata Guru Braja kepada Adi dan yang lainnya.
"Baik guru".Kata Saphira yang langsung memulai penyembuhan terhadap Irwan yang sedang terluka.
"Aghhh,untung saja lukanya tidak parah".Kata Irwan berbicara dengan Saphira.
"Iya salah sendiri kenapa kamu lengah".Kata Saphira menjawab perkataan Irwan.
Setelah selesai penyembuhan Irwan,Guru Braja dan yang lainnya mulai bersiap untuk mencari arah rumah Keluarga Purnawisma.
Lalu Guru Braja dan yang lainnya keluar dari rumah kosong dan menuju ke permukiman warga.
Mereka mulai mencari tahu kepada orang-orang yang tinggal disitu dan menanyakan dimana rumah Keluarga Purnawisma berada.
"Permisi paman apakah paman mengenal anak ini?".Kata Adi bertanya kepada salah satu orang yang lewat di jalan.
"Maaf saya tidak kenal".Kata orang yang lewat itu langsung berlari dan menghindar dari Adi dan yang lainnya.
Lalu Ikmal dan Dhani juga mulai bertanya kepada orang yang lewat.
"Permisi apakah Anda mengenal anak ini?kalau boleh tahu dimana rumah keluarganya?".Kata Dhani bertanya kepada seorang wanita.
Tapi wanita itu tidak menjawab,ia langsung pergi meninggalkan Dhani dan Ikmal.
Lalu Rakyan pun mulai bertanya juga kepada seorang nenek tua yang ada di dalam rumah,tapi nenek tua itu saat melihat Rakyan langsung menutup pintu dan jendela.
Karena banyak orang yang tidak mau menjawab,Rakyan menyekap seseorang yang sedang lewat dan menanyakan siapa yang menyuruh mereka diam.
"Siapa yang menyuruh kalian diam?".
Kata Rakyan mengancam orang yang sedang disekapnya.
"Kammmiii....diiissuuuruhhh...ollleh........Rangsageni Tebeanja".Kata orang itu menjawab terbata-bata pertanyaan dari Rakyan.
"Tolong lepaskan saya tuan".Kata orang itu kepada Rakyan.
Lalu Rakyan melepaskan orang itu dan membiarkannya pergi.
Beberapa kali bertanya pada yang lewat Adi dan yang lainnya tidak mendapatkan hasil.
Lalu karena sudah kehabisan ide,Adi bertanya kepada seorang kakek tua yang sedang menghisap cerutu di bawah sebuah pohon dan duduk santai di sebuah tempat duduk.
"Permisi kek,mohon maaf apakah Anda tahu dimana letak rumah Keluarga Purnawisma berada?".Kata Adi bertanya pada kakek tua yang sedang menghisap cerutu.
"Ah ya,sa...yyaaa.....ttttttttaaahhhuuuu dddddiiiimaaaannaaa...ruuuuu..mmama...Kellluuuuuurrrrggga.....Purnawisma....itttuuu..bberaadda".Kata kakek yabg sedang menghisap cerutu itu menjawab pertanyaan Adi dengan nada bicara terbata-bata.
"Oh kalau boleh tahu dimana letaknya kek?".Kata Adi bertanya lagi kepada kakek yang sedang menghisap cerutu.
"Kkkkkaalllliiaaann..tttiiiinggggaaallll.....bbbbeeelloookkk....kkaaannnana...llllaaauuuu....lllluuuuuruuusss....ddddaaannn....bbbbeeeerpppuuuutttaar..kkkkeeekkkiiirrrii..llaaaalllu....sssssaaammpppaiiii".
Kata kakek tua yang sedang menghisap cerutu menjawab pertanyaan Adi.
"Baiklah kalau begitu terima kasih atas informasinya,kami pamit dulu".Kata Adi kepada kakek tua yang sedang menghisap cerutu.
"Ttttiiiiddddaaakkk..mmaaassssaaallllahhh...aaaannnnakkkk.....mmmuuuudddaaaa".Kata kakek tua yang sedang menghisap cerutu itu kepada Adi.
Lalu Adi dan yang lainnya mengikuti arahan dari kakek tua yang sedang menghisap cerutu tadi dan mulai mencari rumah Keluarga Purnawisma.
INFO
Ranggsageni Tebeanja
Ras:Manusia(Keluarga Tebeanja,Suku Sialang)
Pekerjaan:Kepala Desa Rembanta dan pendekar dari golongan hitam
Rangsageni Tebeanja atau yang berjulukan Setan Kober dari Desa Rembanta adalah seorang pendekar dari golongan hitam,ia adalah orang yang memimpin Desa Rembanta sekarang dan termasuk dalam orang yang dicari yang terdapat dalam buku pencarian buronan.
Setan Kober bertempat tinggal di Desa Rembanta,Pulau Sabalik,
Kepulauan Lubuk Bangau,Suku Sialang,
Negeri Lebak Pakam.Setan Kober telah dikenal di hampir seluruh wilayah Kerajaan Jayakarsa karena dikenal sebagai pendekar golongan hitam di Negeri Lebak Pakam dan pemimpin salah satu kelompok bawah.