
hallo semuanya..... teriak guru seni di dalam ruangan.
hari ini hari penantian Ano dan cita-citanya untuk masa depan. pelajaran berjalan sesuai dengan peraturan.
tak lama bersekolah Ano bertemu teman baru bernama bastian, olga dan maria. mereka club seni pentas.
walaupun aku tidak paham dengan seni pentas. tapi club seni pentas ada kan?.
club mereka di adakan seminggu sekali dan di malam hari di hari jumat. karena kebijakan guru seni.
siang hari, jumat 13:19.
mereka bertiga berkumpul di ruangan kesenian musik membahas lagu apa yang di bawakan.
singkat cerita perbedaan mereka memakan 2 jam sebelum pulang an ke asrama masing-masing.
di agendakan jam 19:00 latihan di lakukan di ruangan tadi.
entah angin mana yang berlalu.olga menyampaikan isi hati nya. dan di tolak mentah-mentah oleh nya.
walaupun begitu mereka masih tertawa bersama.
"dia masih sedih dengan kepergian ibunya" support bastian.
latihan terus berlalu. hingga di adakan seminar di luar jam pelajaran.
grup Ano masuk dalam babak pertama.
dan melanjutkan ke ibukota.
tidak usaha lama lama mereka memenangkan penghargaan Nobel laureate:).
selama seminggu di ibukota mereka mendapatkan pelajaran berharga tentang seni. bahwa seni lah yang menghidupkan negara. dengan seni negara berwarna dan terkenal. benar bukan?
sepulang dari ibukota, Ano berencana pulang ke rumah nenek nya di dekat ladang gandum yang tidak jauh dari asrama nya. alasannya sederhana ingin merasakan roti mentega madu neneknya.
Ano mengajak maria ke tempat neneknya. karena maria gadis yang aktif ia mengajak bastian dan olga.
mau tidak mau mereka berempat balik ke rumah mewah nenek Ano.
"iyo yo yo..... banyak sekali cucuk ku... " canda nenek Ano. hora.
mereka berempat bingung dengan lelucon neneknya.
mereka beristirahat di dalam satu ruang an. di mana Ano sering latihan berpedang.
"seperti berkemah" tawa olga...
malam bertemu malam..... hingga liburan mereka selesai. karena sudah waktunya mereka berempat berpamitan dan beriringan kembali ke sekolah mereka.
maria terkekeh mendengar nya. memasang wajah konyol nya is berkata.
" kasian bertemu dengan orang gila... hahah"
tawa maria bergema.
"aku tidak menyangka nenek mu memiliki orang yang kurang akal sehatnya" kata olga.
"karena nenek ku seorang dokter. "
"benar juga".
tak butuh lama. mereka sampai dan berpisah ke asrama masing-masing.
" Ano jangan lupa janji kita" kata olga.
Ano mengangguk. dan pergi ke dalam asrama putri.
dalam asrama mereka penuh dengan gadis yang berlian dan cantik.
sekolah terkenal tentu memiliki murid yang berkualitas.
dalam 3 tahun mereka lulus secara keseluruhan.
masing-masing menempuh pendidikan lebih tinggi di tempat yang mereka inginkan.
olga sendiri memilih menjadi petani di kota sebelah dan mereka berempat belum bertemu sejak berpisah terakhir.
Ngomong-ngomong kenapa detail karna sejujurnya sekolah mereka berempat terkenal dan mungkin lebih berkualitas.
aku hanya mengambil kegiatan sekecil mungkin untuk menambah chapter saja. kedepan aku akan mempelajari tentang swiss dan sejarah swiss.
setelah ini chapter berisi kan tentang adik Ano yang berada di London. setidaknya aku harus bertemu dengan julian.
entah kapan julian akan muncul.
manusia hanya fatamorgana.
dunia adalah tempat.
mohon dukungannya.
"aku tidak akan bertemu dengan Ano... " jawab laki-laki yang berumur 16 tahun di hadapan laki-laki paruh baya di hadapan nya.
" bagus LordJhare.... teruskan pendidikan mu di sini. jangan kembali ke swiss... kau tau apa konsekuensi nya"ancam bram
kepala menunduk menahan gejolak yang tidak ia ketahuilah.