Penyesalan Mantan Suami

Penyesalan Mantan Suami
Will You Marry Me?


Dika melihat wanita yang ia cintai sedang sibuk mengaduk makanan nya sedari tadi. Suasana romantis tak membuat hati Bella yang sudah terlanjur gelisah karena bertemu dengan Reynal tadi.


Tatapan penyesalan mantan suaminya membuat Bella merasa sangat bersalah meski hatinya yang kini telah hambar dalam artian dia tak lagi mencintai Reynal.


Bagaimana pun juga pria itu pernah menjadi pria idaman Bella. Kenangan pahit dan manis selama ia menikah dengan Reynal masih terlintas begitu saja, terputar bak film sad ending.


“Bell, hai … are you okay? Atau makanannya tidak enak?” Dika bertanya lembut menyadarkan Bella dari lamunan nya. Wanita itu merasa tak enak pada Dika.


“I am okay, Kak. Makanan nya juga enak, kok!” Bella segera menyantap makanan nya membuat Dika tersenyum, sebenarnya pria tampan itu paham mengapa Bella melamun, sudah hal biasa Bella bersikap seperti itu setelah bertemu dengan Reynal.


Keduanya pun segera menghabiskan makan malam mereka. Bella merasa penasaran hal apa yang ingin Dika sampaikan.


“Apa yang ingin kakak sampaikan?” tanya Bella tanpa basa-basi membuat Dika tersenyum manis. Pria tampan itu segera bangkit berdiri lalu mengeluarkan kotak cincin dari saku jas nya.


Mata Bella membola lebar di kala melihat Dika menekuk satu kakinya di hadapan wanita itu. Darahnya berdesir hebat, jantungnya berdegup kencang melihat Dika yang tersenyum manis.


“Bella, aku cinta sama kamu sudah dari lama, tepatnya semenjak aku tahu kisah rumah tangga mu dengan mantan suami mu.”


“Aku kira kalau dulu itu hanya rasa iba dan kasihan, tapi makin ke sini aku sadar kalau rasa iba dan kasihan itu perlahan tumbuh menjadi rasa cinta.”


“Aku ingin melindungimu, aku ingin hidup bersamamu, aku juga ingin membahagiakan mu, Bell. semua itu hanya bisa aku lakukan dengan sempurna kalau aku menikahimu.”


“Karena setelah menikah aku dan kamu berubah menjadi kita … Bella, will you marry me?” tanya Dika lantang membuat hati Bella bergetar hebat.


Air mata wanita itu luruh membasahi pipi, dia merasa terharu karena baru pertama kali merasakan suasana yang romantis seperti ini. Dulu Reynal tak pernah melamarnya seperti ini karena mereka dijodohkan.


Dika yang melihat Bella menangis pun terkejut, pria tampan itu merasa bersalah. Ia segera bangkit berdiri lalu memeluk Bella guna menenangkan wanita yang ia cintai itu.


“Maafin aku, Bell. Kalau memang kamu masih belum bisa menerima ku tidak apa-apa … tidak masalah! Aku ikhlas … karena bahagia mu adalah bahagia ku, kalau kamu bahagia tanpa ku tidak masalah! Tapi, jangan menangis ya. Aku tidak suka lihat kamu nangis!”


Dika mengelus punggung Bella yang bergetar karena menangis. Pria tampan itu tak ingin membuat wanita yang ia cintai merasa sedih.


“HIks … aku nangis karena terharu, Kak … aku bahagia! Kamu sangat romantis makanya aku nangis, sebelumnya aku tidak pernah merasakan hal romantis seperti ini, Kak.”


“Aku juga cinta sama, Kakak. Tapi, aku sadar diri kalau aku janda nggak pantas bersatu dengan pria lajang. Kakak lebih pantas mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku!”


Bella berkata dengan suara serak dan terbata-bata, wanita itu merasa tak pantas bersama dengan Dika. Dia janda satu anak sedangkan Dika adalah pria lajang, tak pantas bersamanya.


Dika yang mendengarnya pun merasa sangat bahagia. Bayangkan saja, ketika orang yang diam-diam kita cintai juga mencintai kita dalam diam.


Ah … rasanya sangat menggetarkan jiwa. Dika segera melonggarkan pelukannya lalu menyentuh pipi Bella menatap wajah sembab wanita itu dengan mata yang berbinar bahagia.


“Apa yang kamu katakan itu benar, Bell? Kamu juga cinta sama aku?’ tanya Dika serius membuat Bella menganggukkan kepalanya.


“Heum … aku juga cinta sama, Kakak. Tapi,..”


“Tapi …”


“Hey, dengar! Aku cinta kamu apa adanya! Tidak peduli nantinya kamu gendut, kamu jelek, kamu sudah tidak perawan lagi. Aku punya uang, rupa dan jabatan. Fisik kamu bisa diubah dengan uang, bahkan kalau kamu risau tentang perawan, kamu bisa melakukan operasi pengembalian selaput dara."


Dika lebih dulu menyela perkataan Bella. pria tampan itu mencintai Bella tulus karena akhlak Bella yang baik. Wanita itu bertubuh mungil namun berhati besar. Sudah banyak masalah yang menimpa dirinya. Tetapi, tak membuat ia lemah dan murka terhadap takdir.


Bella begitu sabar menjalani hari-hari buruknya di masa lalu.


"Kenapa kamu sangat tulus, Kak?" Bella menatap dalam bola mata Dika berusaha mencari kebenaran di dalamnya.


"Kenapa kamu sangat baik dan tegar, Bell? Sampai-sampai aku bisa jatuh cinta padamu setulus ini." Bukannya menjawab, Dika lebih dulu bertanya pada Bella membuat wanita itu tersenyum manis dengan mata yang berkaca-kaca.


Auch.


Dika pura-pura meringis saat Bella mencubit dada bidangnya.


"Sakit, Sayang!" ujar Dika dengan raut wajah menahan sakit. Sontak saja pipi Bella merah merona mendengar panggilan manis Dika untuknya.


"Apaan sih, Kak? Kita belum nikah juga kenapa panggil aku sayang?" Bella malu-malu kucing membuat pria tampan itu semakin gencar menggoda Bella.


Dika segera memakaikan cincin di jaringan manis Bella membuat wanita itu mengedipkan matanya berkali-kali.


"Kak …"


"Mari menikah Minggu depan!" tegas Dika membuat Bella terkejut.


'aku tidak bisa berlama-lama lagi, Bell. Aku takut Reynal menikung ku.' batin Dika gelisah.


*


*


Assalamu'alaikum.


Masih ada orang di sini kah? Hehe maaf author nya lama.


Semoga kakak pembaca semuanya sehat dan dalam lindungan Allah SWT.


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏