
Satu jam kemudian, Haira terbangun dari pingsannya.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya Aiden.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Haira.
"Kau pingsan setelah Dean memberikan pengakuan," sahut Aiden.
Seketika itu juga Haira panik. "Resya! Apa kalian sudah menyelamatkannya?" tanyanya.
"Menyelamatkannya dari apa?" tanya Aiden.
"Dia dalam bahaya jika tetap berada didalam rumah itu. Ayo...ayo kita kesana," pinta Haira.
"Apa maksudmu?"
"Aku mohon ayo kita kesana," pinta Haira lagi.
Aiden pun menurutinya. Dia mempersiapkan banyak pengawal untuk menjaga mereka dan Dean juga ikut.
Sesampainya di rumah Harsya, Haira memanggil-manggil Resya.
"Resya!!! Ayah ibu, buka pintu nya!!!" Haira menggoda pintu dengan keras.
Tak berselang lama, pintu pun dibuka. Haira langsung masuk dan mencari keberadaan Resya yang ternyata tidak ada di kamarnya.
"Katakan ayah, dimana Resya?" tanya Haira dengan penuh emosi.
"Ada apa nak? Kenapa kau seperti ini?" tanya Harsya.
"Jangan berpura-pura. Aku sudah ingat semuanya. Selain mengincar nyawaku, kalian juga mengincar nyawa Resya kan?" Haira menunjuk wajah Harsya dengan tatapan kebencian.
"Ada apa nak? Kenapa kau menuduh kami seperti penjahat?" tanya Laras yang mulai menangis.
"Hentikan air mata buaya mu itu! Kau kira aku akan tertipu? Kalian...kalian orang jahat!! Kalian mengambil aku dan Resya dari orang tua kami lalu menjadikan kami alat balas dendam bukan?" Suara Haira semakin terdengar meninggi.
"Sayang, apa maksudnya ini?" tanya Aiden.
Flashback On
Sepuluh tahun yang lalu.
Haira sedang bermain boneka di kamarnya bersama Resya. Namun saat bermain dia teringat bahwa ada satu boneka yang tertinggal di kamar ibu dan ayahnya.
Namun saat sudah berada di depan kamar ibu dan ayahnya, dia mendengar percakapan mereka.
Harysa : "Lalu apa rencana kita untuk Haira?"
Laras : "Biarkan saja dia hidup, dia akan menjadi senjata kita selanjutnya. Sedangkan Resya akan menjadi racun diantara mereka."
Harsya : "Bagaimana kita membuat mereka berdua bermusuhan?"
Laras : "Itu gampang, kita akan memanjakan Haira dan membuat Resya iri dan benci padanya."
Harsya : "Tapi sampai kapan kita biarkan Haira hidup? Kenapa tidak kita bunuh saja seperti kedua orang tuanya dulu. Adikku yang bodoh itu gampang sekali tertipu dan menyerahkan Haira kepadaku."
Laras : "Sama seperti adikmu yang satunya, dengan gampangnya dia menyerahkan Resya pada kita. Kedua keponakan kita itu menjadi senjata yang bagus untuk menjalankan semua rencana kita. Dan ketika kita sudah mencapai tujuan, kita akan membunuh mereka berdua."
Harsya : "Hahaha, itu rencana yang bagus. Dengan begitu, kita akan melihat semua musuh kita hancur."
Haira segera berlari menuju kamarnya yang terletak di lantai bawah. Namun sayang, saat menuruni anak tangga, kaki Haira terpeleset dan jatuh membentur anak tangga berkali-kali hingga ke dasar tangga.
Saat di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa Haira mengalami hilang ingatan total dan mustahil bisa sembuh. Itu hal yang bagus karena dengan begitu Haira tidak akan mengingat Aiden dan tentu saja Aiden akan hancur jika Haira tidak lagi mengingat nya.
Flashback Off
Harsya dan Laras terkejut ternyata ingatan Haira telah kembali dan lebih parahnya, Haira membawa ingatan tentang rahasia besar yang mereka sendiri tidak tau jika Haira mendengarnya.
"Apa? Jadi kalian bukan orang tua kandung Resya dan Haira? Lalu apakah kalian orang yang sama yang melakukan pembunuhan kepada orang tuaku?" tanya Aiden dengan tatapan tajam.
"Aku tau kau yang menaruh penyadap di mobil yang kau berikan pada tuan Aiden dan nona Haira. Karena itu kau tau lokasi saat mereka akan makan sepulang bekerja. Kalian ingin membunuh bayi yang ada di dalam kandungan nona Haira bukan? Karena nona sedang mengandung keturunan Alexander. Kalian takut jika bayi itu lahir dan kalian tidak akan mendapatkan apa-apa? Asal kalian tau aku sudah mengetahui isi surat wasiat tuan William jika seandainya seluruh keluarganya habis atau meninggal, maka seluruh harta warisan akan jatuh ke tangan kalian." Dean memperjelas semuanya.