
Dua wanita julid itu agak ketakutan melihat tatapan mata Richard yang seolah hendak memangsa mereka. Meskipun Richard tersenyum manis, di balik senyum itu tersimpan nada ancaman yang mengerikan seolah ‘jika kau tidak minta maaf, maka kau akan mati’ kalimat itulah yang keluar dari mulut Richard.
Kemala membantu membereskan barang-barang yang berserakan milik dua wanita yang membencinya dalam diam lalu menyerahkan barang tersebut pada pemiliknya. Kalau wanita lain, mana mau bersikap baik seperti yang dilakukan Kemala. Namun, prinsip hidup gadis itu adalah membalas kejahatan dengan kebaikan.
“Kenapa kau membantuku? Padahal kau tahu aku membencimu?” tanya wanita julid itu. Untuk sementara ia tak berani menatap Richard yang terus mengawasi sejak tadi.
“Aku tidak suka pertikaian atau semacamnya. Aku juga tidak memaksa semua orang menyukaiku karena aku lebih suka dibenci daripada disukai. Cukup suamiku saja yang menyukaiku karena dia segalanya bagiku. Yang lainnya, aku tidak peduli. Permisi.” Kemala tersenyum sopan dan mengajak suaminya pergi dari tempat ini.
“Tunggu!” seru wanita itu dari balik punggung Kemala yang menggandeng lengan suaminya.
Kemala dan Richard berhenti berjalan dan tiba-tiba saja dua wanita julid itu menundukkan kepala mereka dan meminta maaf pada Kemala. “Maafkan kami, kami salah menilai orang. Kau wanita baik, makanya mendapatkan suami yang terbaik. Sekali lagi maafkan kami,” ujar wanita itu dan Kemala maju selangkah lalu menggenggam tangan kedua wanita yang sudah berlapang dada mau meminta maaf atas kesalahan yang mereka buat.
“Terimakasih, semoga kalian tidak melakukan hal sama pada orang lain sekalipun orang itu tidak kalian sukai. Senang bisa bertemu dengan Anda berdua. Kami permisi.”
“Apa itu artinya, kau memaafkan sikap kami?” tanyanya.
“Tentu saja, saya tidak pernah dendam pada siapapun. Sampai jumpa lagi.” Kemala menatap senang suaminya yang ikut tersenyum simpul.
“Kalau begitu, datanglah ke rumah kami untuk makan malam. Anggap saja itu adalah bentuk pemintaan kami yang terdalam,” tawar wanita itu dengan penuh harap.
“E … maaf … kami ….”
“Tolong jangan menolak, kami akan sangat sedih bila kau menolak tawaran makan malam kami,” sela wanita itu sebelum Kemala menyelesaikan kalimatnya.
***
Richard meletakkan barang belanjaan Kemala di atas meja dapur setelah keduanya sampai di rumah mereka. Ia berjalan pelan dan mengambilkan air untuk istrinya.
“Minumlah,” ujarnya lembut dan duduk manis di depan istrinya. “Kenapa kau tidak menolak tawaran makan malam mereka?” tanya Richard.
“Kau diam saja sejak tadi, aku pikir kau setuju makan malam dengan mereka,” jawab Kemala. Ia jadi merasa tidak enak juga kalau harus menolak tawaran kebaikan seseorang.
“Aku diam karena aku tidak mau ikut campur urusan manusia. Semua keputusan ada ditanganmu dan apapun yang kau lakukan aku akan selalu mendukungmu.”
“Apa menurutmu, mereka benar-benar bisa berubah? Kok aku merasa ada yang aneh?”
Kemala masih bingung dengan ucapan teka-teki suaminya. “Kau benar, aku hanya manusia biasa sedangkan mereka adalah para sultan. Sama sepertimu,” ujarnya sedih.
“Kau salah Cagiya, kau jauh ada di atas mereka. Sudah cukup kita hidup sederhana selama ini. Mari kita tunjukkan kelas kita yang sebenarnya. Jangan lupa kalau kau adalah istri dari seorang pangeran vampir. Artinya kau adalah putri vampir.”
Kemala semakin mengerutkan alisnya karena masih bingung dengan ucapan suaminya. Namun, wajah bingung itu malah semakin membuat Richard gemas. Tanpa berkata apa-apa, vampir tampan itu langsung menggendong istrinya dan mengajaknya melakukan gempa tektonik di siang hari.
Beberapa warga desa sempat takut, tapi juga heran karena mereka mengira sedang terjadi gempa sungguhan. Para tetangga Richard dan Kemala bahkan keluar dari rumah mereka untuk menyelamatkan diri kalau-kalau benar-benar ada gempa maha dahsyat melanda kawasan ini. Padahal yang terjadi sebenarnya, bukanlah gempa bumi, melainkan gempa buatan dari Richard dan Kemala yang sedang menyalurkan hasrat cinta mereka.
“Richard! Kekuatanmu sudah pulih?” tanya Kemala begitu mereka berdua berada di puncak kenikmatan. Mereka berdua tidak peduli dengan teriakan hingar bingar diluar sana yang meminta agar semua orang keluar rumah.
“Sepertinya begitu,” ujar Richard senang dan semakin bergairah memasukkan batang cakranya ke dalam lubang goa milik Kemala. Tak berselang lama, keduanya sama-sama mengalami kepuasan dan gempa buatanpun berhenti seketika. Aneh memang, tapi itulah faktanya. Bukan katanya.
Para penduduk desa yang tadinya bingung jadi lega karena akhirnya, gempa yang mereka kira adalah bencana alam, sudah berhenti bergetar. Padahal aslinya, Richard dan Kemala sudah selesai menuntaskan hasrat cinta mereka berdua sebagai pasangan suami istri yang dimabuk asmara. Richard bahkan minta nambah tapi Kemala tidak mau karena semua orang sedang heboh di luar sana.
Agar tidak ada yang curiga, gadis itu menyeret suaminya yang sudah berpakaian lengkap untuk ikutan membaur. Bak selebritis papan atas yang baru tenar. Ketika Kemala dan Richard keluar, aura pengantin baru menyelimuti keduanya sampai semua rang melong dibuat pesona dan kemistri antara Richard dan Kemala. Satunya tampan dan satunya cantik. Mereka berdua pasangan yang sempurna dan selalu bikin iri siapa saja yang melihat. Wajar jika dalam sekejap banyak yang tidak suka dengan Kemala dengan 2 alasan.
Satu, wajah Kemala sangat cantik alami dan bikin siapa saja iri melihat kecantikan alami yang dimiliki Kemala ditambah ia memiliki hati yang baik dan bersih. Kedua, Kemala punya suami yang super duper tampan dimana setiap gerak-gerik Richard selalu menjadi pusat perhatian para kaum hawa yang melihatnya.
Itulah 2 alasan masuk akal yang membuat wanita tidak suka Kemala karena memiliki kehidupan dan pasangan yang sempurna. Kendati demikian, tak sedikit pula yang menyukai Kemala karena ia adalah orang yang baik dan bersahaja pada siapa saja.
“Kalian tidak apa-apa? Kenapa lama sekali keluarnya? Hampir saja aku mendobrak amsuk pintu rumah kalian,” tanya salah satu wanita paruh baya yang mencemaskan keadaan Kemala.
“Kami tidak apa-apa. Kami baru saja …”
“Kami ketiduran setelah lelah berbelanja,” potong Kemala sebelum suaminya berkata jujur bahwa gempa ini merekalah yang membuatnya. Lebih tepatnya kekuatan vampirnya Richard yang menyebabkan gempa itu terjadi.
Kemala mengedipkan kedua matanya sebagai kode agar Richard tak bicara apa-apa daripada ketahuan kalau merekalah penyebab terjadinya gempa. Richard menundukkan kepala sambil menyembunyikan senyumnya.
BERSAMBUNG
***