
"Kalian? Kok bisa bareng di sini?" tanya Disya dan Sky yang juga memasuki kedai yang sama. Pasangan paling fenomenal pada masanya tersebut menyorot penuh selidik.
"Eh, Pak, Sya. Di sini juga," tanya Bila kikuk.
"Hayo ... kok bisa bareng sih, Jangan-jangan reuni kemarin membekas di hati pemirsah ya?" seloroh Disya kepo.
"Bapak sama Disya ngapain?"
"Ya kencan lah, emangnya kalian aja yang muda-muda. Walaupun anak sudah besar, kita perlu waktu berdua kali," jawab Sky percaya diri.
"Eh, aku masih muda lho Pak, jangan nackal!" Disya berkedip genit pada suaminya.
"Astaga! Kalian muda terus kalau mainnya di sini," ujar Bila.
"Harus lah, mumpung anak-anak udah tidur, kita kabur aja berdua, bila perlu cek in ke hotel berdua ya 'kan Mas?" jawabnya percaya diri.
"Jangan ditiru lho ya khusus pasutri, ngomong-ngomong kok kalian bisa bareng di bumi yang sama? Eh ralat, tempat yang sama, hayo-hayo?"
"Bisa lah, niru gaya kalian kencan bersama."
"Kalian pacaran?" koor Sky dan Disya. Bisma dan Bila langsung bertukar pandang, detik berikutnya saling melempar senyum.
"Nggak!" jawabnya kompak.
"Nggak kok jalan berdua, nggak mungkin dong kalau nggak ada sesuatu di balik layar."
"Kaya main film aja di balik layar. Kita ngikutin alur kalian lah," jawab Bisma santai.
"Maksudnya?" tanya sendiri tetapi nggak mudeng sendiri.
"Ya kencan juga mumpung anak udah tidur."
"Kencan? Anak? Kalian ....!" tatapanya memindai Bisma dan Bila seakan meminta penjelasan.
"Iya, anak kita berdua ya sayang, kita udah married," jelas Bisma yang membuat Disya membulatkan kedua matanya lengkap dengan mulutnya melongo.
"Kok bisa?!" Sky juga nampak kepo dengan dua sahabat dari istrinya itu. Namun, tak seheboh istrinya tentunya.
"Ya bisa lah, namanya juga cinta, terus jodoh," jawab Bisma percaya diri.
"Eh, lo terus yang jawab, gue pingin denger nih pendapat Bila. Emang beneran lo nikah ma tuh orang, kok mau?" Bisma mendelik mendengar celotehan sahabatnya itu.
"Jangan jadi kompor meleduk deh," tegur Bisma cepat.
"Bukan gitu, setahu gue nih ya, lo caper setengah mati sama temen gue yang satu ini, jawabnya apa, gue nggak tertarik sama anak BEM, gitu," jelasnya mengenang masa-masa itu.
"Eh, kok jadi aku, nggak ada kamu kali yang nempel mulu."
"Ish ish ish ... duo B kalian bener-bener ya, gue masih belum percaya kalau kalian udah nikah, masalahnya kok tega nggak ngabarin sahabat sendiri? Ah gue mau ngambek, ini pelanggaran Mas, masa Bila nggak undang aku." Ibu dari dua anak kembar itu lekas mendrama.
"Sayang jadi ngopi, makan, nggak?"
"Pesen Mas, pesen yang banyak gue mau minta pajak jadian mereka berdua. Hehehe." Perempuan itu nyengir tanpa dosa. "Bayar ya Bim, awas aja kalau kere!" ujarnya antusias.
"Sayang, nggak boleh gitu malah seharusny kita yang kasih kado buat mereka," tegur Sky paling pengertian.
"Salah sendiri nggak undang, ya kadonya nggak nyampai."
"Nanti kita bakal ngadain syukuran kok, Insya Allah akhir bulan ini. Tenang, Bapak sama Disya diundang kok, malah jadi bridesmaidnya aku," ujar Bila mengerling.
"Ah ... bestie kangen ....!" Dua perempuan seumuran itu saling berpelukan. Mereka akhirnya double date.
Bila dan Disya asyik mengobrol berdua, sementara Bisma terlihat banyak mengobrol seputar olah raga dengan mantan dosennya.
"Bila, nikah sama sahabat itu rasanya gimana? Kaya ada manis-manisnya nggak?" Disya mulai kepo sampai akar-akarnya.
"Ada lah, manis, asin, pahit, nano-nano lah pokoknya. Namanya juga hidup berumah tangga, pasti banyak ujian dan rintangan, nggak semestinya mulus kaya jalan tol, bisa juga tergelincir 'kan. Namun, aku berharap ini adalah pernikahan terakhir aku," ucapnya penuh harap.
"Aamiin ... semoga langgeng ya, ah sweet banget, kalian kalau cinta kenapa nggak dari dulu aja sih nikahnya."
"Dulu itu masih samar, kalau sekarang udah benar-benar jelas Nabila Maharani."
"Cie ... Bisma, diam-diam menghanyutkan. Kalian pada ikut hiking anak eks mapala nggak? Duh ... gue pengen ikut ...."
"Nggak boleh!" Sky langsung menyela.
"Iya Mas tahu, aku 'kan lagi curhat." Perempuan itu mrengut.
"Suamiku tuh ya dasar bucin, nggak dibolehin ikut kegiatan anak-anak lagi, benar-benar seperti burung dalam sangkar emas."
"Yang sabar Bu, nurut aja, itu tandanya doi sayang dan perhatian."
"Nah ... contoh tuh Bila, sayang, dia aja nggak ngikut kalau bukan sama suaminya. Lagian minggu ini bukannya pada mau ke Bali, aku udah ngizinin kamu lho ya, nanti aku cabut surat izin ini kalau nggak nurut."
"Ya beda lah ... itu 'kan acara kondangan babe, kamu juga ikut. Ah ... ribed beud."
"Iya ya, kita diundang di nikahannya Faro. Hampir lupa aku sibuk ngurusin pernikahan kita."
"Wah ... bakalan heboh nih seantero alumni, lihat duo bestie kawin."