
"Sudah siap berpetualang denganku malam ini?" tanya Farid sambil menelusuri wajah Raina dengan jarinya.
"Berpetualang?" Raina tersenyum kecil mendengar pertanyaan itu.
"Iya, merasakan sesuatu yang belum pernah kita rasakan." Tangan Farid perlahan membuka kancing baju Raina satu persatu. Detak jantungnya semakin berdegup kencang saat dada itu mulai terlihat.
Raina hanya menatap Farid, tentu saja dia akan pasrah menerima apa yang dilakukan Farid padanya karena mulai hari itu, hati dan raganya hanyalah untuk Farid.
Perlahan tangan Farid menyentuh dada yang masih tertutup itu. Dia mengusapnya lemb...