My Ketos My Secret Husband

My Ketos My Secret Husband
part 24


Baru saja Geo ingin menjalankan mobilnya kembali, namun terhenti karena notif pesan dari Billy yang mengatakan kalau Mairah sudah bersama dengan dirinya dan akan mengantar Mairah balik.


" Alhamdulillah " kata Geo sambil menjalankan mobilnya untuk pulang.


Sementara di tempat Billy dan Mairah, mereka sudah sampai di rumah Mairah yang terlihat gelap dan sepi pertanda Geo belum sampai.


" Jadi ini rumah lo sama Geo ? " kata Billy yang langsung diangguki oleh Mairah.


" Kayaknya Geo belum pulang deh Mai, mau gue tungguin nggak sampai Geo pulang ? " kata Billy yang langsung di balas gelengan oleh Mairah.


" Nggak usah Bill, mending lo pulang terus istirahat lo pasti capek banget hari ini " kata Mairah.


" Yaudah kalau gitu, gue balik yaaa " kata Billy.


" Makasih yaa Bill " kata Mairah yang hanya dibalas anggukan oleh Billy.


" Hati-hati Billy " kata Mairah sambil melambaikan tangannya kearah Billy.


Saat masuk ke dalam rumah, Mairah mulai menyalakan semua lampu di rumah tersebut, kemudian berjalan menuju kamarnya.


" Hufffttt capek banget hari ini " kata Mairah sambil berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai dengan ritual mandinya kini Mairah mulai mengobati luka yang ada di lututnya bertepatan dengan datangnya Geo yang tiba-tiba masuk kamar, sehingga membuat Mairah hanya menatap laki-laki itu sekilas kemudian melanjutkan aktifitasnya kembali.


" Kabur kemana lo tadi ? " kata Geo datar, namun hal itu tidak di tanggapi apapun oleh Mairah.


" Kalau di tanya itu jawab " kata Geo.


" Peduli apa lo tentang gue ? " kata Mairah cuek, sehingga membuat Geo langsung melemparkan tas Mairah yang dari tadi di tengtengnya kearah sofa.


" Aduhhh Bapak Geofandy yang terhormat, mau kemana pun saya pergi itu bukan urusan anda Pak, mau saya kabur jadi TKW di Arab sekalipun, lo juga bakalan nggak peduli kan ? jadi buat apa lo nanya " kata Mairah dengan nada yang mengejek.


" Cara lo kabur-kaburan kayak tadi kekanak-kanakan tau nggak, nyusahin banyak orang " kata Geo datar.


" Emang gue nyuruh lo nyari gue ? nggak kan ? " kata Mairah sambil berjalan keluar dari kamar dengan keadaan yang sedikit pincang.


" Lo jangan terus-terusan menghindar dari gue Mai, kita harus nyelesain masalah ini " timpal Geo.


" Masalahnya nggak akan selesai kalau lo masih berhubungan sama pelakor itu " kata Mairah sambil menekankan kata pelakor.


" Jaga omongan lo Mai, Naila nggak tau apa-apa soal kita " kata Geo.


" Tapi setidaknya dia udah tau kalau lo udah di jodohin Ge " kata Mairah, sehingga membuat Geo menatap tajam kearah Mairah.


" Kenapa Ge ? kenapa ? lo nggak terima kalau gue katain pujaan hati lo pelakor ? mau pukul gue lagi ? nihhhh pukul " kata Mairah sambil menyodorkan pipinya kearah Geo, sehingga membuat Geo menghembuskan nafasnya kasar.


" Maafin gue Mai " kata Geo, sehingga membuat Mairah mengangguk.


" Oke gue maafin lo, lo itu cowok brengsek tapi bodohnya gue, gue malah jatuh cinta sama lo dan gue nggak bisa bohongin perasaan gue Ge " kata Mairah berkaca-kaca.


" Jadi tolong kasi gue kesempatan buat bikin lo jatuh cinta sama gue, gue udah terlanjur sayang sama lo Ge " kata Mairah sambil menunduk.


" Lo nggak bisa bohong sama perasaan lo begitupun dengan gue Mai, gue juga nggak bisa bohongin perasaan gue sama Naila. gue mohon tutup rapat-rapat perasaan lo ke gue karena walaupun gue suami lo, tapi perasaan gue hanya buat Naila " kata Geo sambil menatap Mairah dalam.


" Maafin gu....." kata Geo terpotong oleh ucapan Mairah.


" Tinggalin gue sendiri Ge, gue mohon gue butuh waktu untuk sendiri " kata Mairah, sehingga membuat Geo berjalan keluar dari kamar tersebut.


Setelah kepergian Geo, Mairah langsung terduduk lemas di lantai sambil memikirkan perkataan Geo.


" Apa salah kalau gue sayang sama suami gue sendiri ? apa salah kalau gue menegur Geo untuk menyudahi perasaanya ke Naila ? " gumam Mairah.


" Kenapa cinta bisa buat gue sebodoh ini sih ? nggak seharusnya gue suka sama laki-laki brengsek kayak Geo, gue luka aja dia nggak peduli sama sekali " gumam Mairah saat merasakan rasa nyeri pada lututnya.


" Papa.... Mama.... Mairah kangen, Mairah capek, Mairah mau pulang hiks..hiks " kata Mairah sesegukan ketika mengingat kedua orang tuanya.


Sementara Geo kini dia hanya mondar-mandir nggak jelas di depan TV sambil memikirkan perkataanya tadi pada Mairah.


" Apa salah kalau gue mencintai gadis pilihan gue sendiri ? tapi cinta kan nggak bisa di paksakan ? gue cuman mencegah supaya perasaan lo nggak terlalu dalam buat gue Mai " gumam Geo sambil duduk di sofa, kemudian memijit kepalanya pusing.