My Eternal Love

My Eternal Love
Human Gate


Ruangan di salah satu Istana Rubah dalam keadaan panik sekarang pasalnya Kyuhyun terus berteriak  memanggil tabib Istana yang tak kunjung datang, dia juga sibuk memarahi para pelayan yang tidak menemani Hagi saat ke padang bunga Liliy biru tadi, jika tidak hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.



Melihat bawahannya terus di marahi Nammi akhirnya maju kedepan lalu meminta para pelayan untuk pergi membuat Kyuhyun semakin marah.



"Apa yang kau lakukan aku sedang berbicara dengan mereka. Mana tabib istana aku menyuruhmu untuk memanggilnya kan?" Bentakan Kyuhyun cukup membuat Nammi terkejut tapi Nammi tetap tenang.



"Mereka tidak salah tuan, Tuan Putri sendiri yang ingin pergi tanpa di temani, tabib tidak bisa masuk jika Tuan masih marah-marah seperti tadi." Rasanya Kyuhyun ingin sekali mencekik Nammi tapi Kyuhyun menahannya.



"Suruh tabib sialan itu masuk." Geram Kyuhyun murka tapi Nammi masih tenang dan mengangguk pelan lalu keluar untuk memanggil Tabib yang menunggu di luar kamar, saat masuk tabib menatap Kyuhyun sambil menghelah nafas dan menggelengkan kepalanya pelan, membuat Kyuhyun mendengus sebal.



"Bukankah saya sudah bilang agar Tuan Putri tidak terbebani apapun? Jika Pangeran terus marah-marah seperti ini Tuan Putri bisa tertekan terus." Ucapan Tabib semakin membuat Kyuhyun marah sial bukan karena dia Hagi sekarang pingsan.



"Kau tidak tahu apa-apa Tuan Putri pingsan bukan karena aku jadi obati saja dia." Tabib berdeham kecil lalu mulai memeriksa denyut nadi Hagi lalu kembali menghelah nafas.



"Tuan Putri masih mengalami gejala yang sama jadi Tuan Putri bisa meminum obat yang saya resepkan kemarin." Setelah itu Tabib pamit pulang membiarkan Kyuhyun yang hanya bisa menatap Hagi frustasi.



"Kenapa kau kesana? Kenapa kau menemuinya?" Kyuhyun mengelus rambut Hagi sedih, tadi Kyuhyun memang mengikuti Hagi setelah melakukan percakapan singkat dengan Ok Min, dia ingin tahu alasan kenapa Hagi bisa berubah dalam semalam, jujur saja Kyuhyun marah karena ternyata Hagi bertemu dengan Donghae walaupun jelas terlihat Hagi tidak suka jika Donghae menariknya seperti tadi. Kyuhyun tidak mendengar percakapan mereka karena sepertinya Donghae sengaja memasang mantra agar tidak ada orang yang mendengar percakapan keduanya membuat Kyuhyun semakin marah tapi melihat Hagi ketakutan Kyuhyun tidak bisa diam saja dan akhirnya mendekat dan mengakhiri pertemuan rahasia keduanya, yang Kyuhyun tidak mengerti bagaimana caranya Hagi tahu jika dengan datang kedanau itu lagi bisa membuatnya bertemu dengan Donghae.



"Apa begitu sulit untuk percaya padaku?" Gumam Kyuhyun miris, tidak berapa lama Raja Rubah dan Ratu rubah datang lalu langsung mendekat kearah ranjang.



"Ada apa? Aku dengar kau memanggil tabib hampir dua kali dalam sehari ini, apa ada masalah dengan istrimu?" Pertanyaan ayahnya hanya di balas gelengan sedih dari Kyuhyun.



"Hagi masih berusaha untuk pulang, aku tidak tahu kenapa dia berubah, tiba-tiba saja dia jadi dingin padaku dan tadi aku sempat melihatnya pergi menemui Donghae." Kedua orang tuanya nampak terkejut lalu menatap Hagi yang masih pingsan.



"Apa mungkin Hyunmie muncul kembali?" Pertanyaan Sang Ratu membuat Kyuhyun cemas tapi Raja Rubah menggelengkan kepalanya.



"Tidak, tidak mungkin, Hagi masih mengenakan kalungnya dan lagi aku masih bisa merasakan mutiara biru masih dalam keadaan tenang sekarang." Kyuhyun mengelus dadanya dia memang merasakan jika mutiara biru tidak bergejolak sama sekali itu berarti Hagi memang masih ada di sini.



"Lalu kenapa? Hagi tidak mungkin berubah tanpa sebab." Pertanyaan Kyuhyun hanya di balas tarikan nafas oleh Raja Rubah.



"Kapan kau akan mengatakan hal yang sebenarnya pada Hagi? Ayah takut ada yang memanfaatkan ketidak tahuan Hagi dengan memberikan setengah kebenaran pada Hagi itu bisa menjadi bumerang untukmu nak." Kyuhyun terdiam cukup lama hal itu bisa saja terjadi dan Hagi pasti akan mengarang seluas mungkin dari fakta yang ia dengar hanya saja Kyuhyun belum yakin jikalau Hagi mendengar semuanya Hagi tetap ingin tinggal di istana Rubah, bisa saja Hagi justru ingin tetap pulang seperti sekarang? Setelah Hagi pulang Kyuhyun tidak akan bisa hidup lagi, tapi setidaknya jika anaknya lahir akan ada yang menggantikan posisinya sebagai Raja di masa depan di kerajaan Rubah.



"Aku sudah berjanji akan mengatakan semuanya setelah bayi kita lahir  setelah itu terserah Hagi jika dia masih ingin kembali kedunianya." Mendengar hal itu Ratu terlihat cemas.



"Kenapa kau tidak berbohong saja pada Hagi? Ibu tidak rela jika kau mati begitu saja kami sudah menunggumu sejak lama nak." Kyuhyun menatap Ibunya miris lalu memeluk Ratu erat.



"Pada dasarnya kehidupanku yang sekarang adalah milik Hagi bu, jadi jika dia menginginkannya dia bisa mengambilnya kapanpun dia mau." Ratu Rubah memejamkan matanya lalu memeluk Kyuhyun frustasi, walaupun benar apa yang di katakan Kyuhyun tetap saja sebagai seorang ibu dia tidak mau kehilangan putranya, apa lagi untuk selamanya.



Hagi yang sejak tadi ternyata tidak benar-benar pingsan berusaha menahan diri, sialan beraninya mereka semua berniat membohongi Hagi lagi pula berhohong atau tidak atau kisah masa lalu itu sudah semua atau tidak Hagi tetap akan memilih pulang dia tidak akan tinggal dengan orang yang tidak tulus mencintainya. Walaupun ada pertanyaan di hati Hagi yang kembali muncul tentang kata-kata Kyuhyun terakhir tadi yang membuat Hagi kembali resah dan bimbang, sial dia tidak boleh terpengaruh apapun lagi.



Ketika memutuskan untuk bangun dari tidur pura-puranya Hagi menatap semua orang dengan tatapan dingin yang tidak pernah Hagi tunjukan pada siapapun sebelumnya, hatinya sudah sangat terluka, kepercayaannya sudah hancur pada siapapun itu di tempat ini. Hagi akan menjauh setiap Kyuhyun berusaha menyentuhnya membuat Kyuhyun frustasi dan di lema. Dia tidak suka Hagi menjauhinya rasanya menyakitkan dan juga seiring berjalannya waktu Hagi yang mendingin dan menolak setiap kebersamaan keduanya Kyuhyun semakin sering bermimpi buruk tepatnya bukan mimpi buruk tapi kilas balik masa lalu yang membuatnya harus di hukum atau masa-masa menyakitkan saat di hukum datang silih berganti.



Jika kemarin Kyuhyun bisa tenang dengan memeluk Hagi kali ini Kyuhyun harus terbangun dari mimpi dengan kesepian yang membuat Kyuhyun semakin tertekan, Kyuhyun berharap semua rasa bersalah ini cepat hilang tapi sesuai perkataan Ok Min tadi, kutukan Hyunmie hanya bisa hilang jika gadis itu yang menghilangkannya dan memaafkan Kyuhyun.



Sambil tersenyum miris Kyuhyun menatap hamparan bunga lily di hadapannya, gadis itu tentu tidak akan mudah memaafkannya banyak hal yang hilang dari Hyunmie karena kesalahan fatal yang Kyuhyun lakukan bahkan sekarang Kyuhyun mengambil hal terpenting dalam hidup saudaranya, Kyuhyun tidak tahu apa yang akan Hyunmie lakukan jika gadis itu bangun dari tidurnya nanti, akan lebih baik mungkin Hyunmie langsung membunuhnya. Kyuhyun hanya berharap Hyunmie cukup berbelas kasih pada anaknya yang sebentar lagi akan lahir.



Kyuhyun juga belum bisa mencari tahu apa yang Hagi dan Donghae bicarakan saat itu, semakin ia mencari Hagi justru semakin menjauhinya membuat Kyuhyun akhirnya berhenti bertanya, Kyuhyun sangat takut jika Donghae mengetahui sesuatu dan mempengaruhi Hagi agar ikut bersama rivalnya itu.



***




Ketika rasa penasaran semakin menjadi Hagi berdiri dari duduknya lalu memanggil Nammi, dia butuh seseorang untuk menuntunnya ke Gerbang Fana agar nanti mudah untuk Hagi jika ingin pergi dari sini.



"Ada apa?" Hagi memutar bola matanya kesal, Nammi masih tidak sopan padanya walaupun begitu Hagi tidak peduli lagipula nanti dia tidak akan bertemu dengan Rubah sombong ini lagi.



"Antar aku jalan-jalan aku bosan." Nammi mendengus kesal dia sudah tidak ingin melayani Hagi sebenarnya hanya karena Pangeran yang memaksanya Nammi mau melayani Hagi.



"Bukannya kau bisa pergi sendiri? Kenapa sekarang ingin di temani apa lagi denganku? Kau yakin tidak akan merasa tertekan? Aku tidak mau membuat calon Pangeran atau putri di masa depan dalam masalah." Hagi mendecak tidak percaya kenapa Nammi berubah menjadi cerewet seperti ini? Lagi pula kenapa ia harus peduli pada bayinya bukankah Nammi tidak menyukainya? Sudahlah.



"Kau tidak perlu banyak bertanya, kau tidak lihat perutku sudah sangat membesar aku butuh seseorang untuk berjalan dan lagi kenapa kau mendadak jadi peduli dengan bayiku?" Nammi memutar bola matanya lalu perlahan membantu Hagi berjalan.



"Bagaimanapun bayi ini adalah bayi milik Pangeran kerajaan rubah kau pikir aku setega itu apa." Hagi hanya mendengus kesal dia tidak mau berdebat dengan Nammi, karena seperti yang di katakan Nammi dia bisa saja tertekan karena adu mulut dengan Nammi. Saat di taman istana Hagi berhenti lalu menatap Nammi serius membuat Nammi menatap Hagi heran.



"Ada apa?" Hagi menatap kiri dan kanan lalu sekali lagi menatap Nammi dalam.



"Antarkan aku menuju Gerbang Fana." Nammi nampak terkejut dia menatap kekiri dan kekanan lalu membulatkan matanya tidak percaya pada Hagi.



"Kau gila, untuk apa kau pergi kesana? Kau tidak bermaksud bunuh diri lagikan? Tidak kau masih hamil aku tidak akan mengizinkannya dan lagi bukannya kau akan pergi kepada tunanganmu Dewa tertinggi, aku bisa jadi salah satu yang di incar olehnya jika Dewa tertinggi tahu aku yang membimbingmu kesana." Hagi menggeram kesal kenapa Nammi banyak sekali bertanya sih, dia hanya perlu menunjukannya.



"Kau cerewet sekali, ada apa denganmu hari ini, aku tidak segila itu, aku hanya ingin tahu lagi pula memang kenapa dengan gerbang itu?" Nammi melipat tangannya lalu menatap Hagi tajam.



"Darimana kau tahu tentang gerbang Fana itu?" Hagi menghelah nafas ternyata lebih sulit dari dugaanya agar Nammi mau mengantarnya kegerbang itu.



"Aku mendengarnya dari para pelayan yang lain, katanya Kyuhyun selalu mengancam mereka dengan membuang mereka ke gerbang itu jika terus bergosip tentang masa lalunya." Nammi menghelah nafas lalu mendengus kesal. Walaupun tidak seratus persen benar sepertinya alasan Hagi terlihat nyata.



"Itu karena kau juga, aku tidak mengerti kenapa Pangeran melarang pelayan seperti itu toh kejadian itu sudah berlalu dan kenyataannya kau masih bisa menjadi istrinya sekarang. Gerbang Fana adalah gerbang hukuman yang Sang Pencipta buat bagi setiap mahluk yang berbuat jahat di dunia ini, biasanya yang melompat kesana akan di hukum sesuai aturan dan terlahir sebagai manusia." Hagi mengangguk pura-pura paham dia sebenarnya sudah tahu dari Donghae karena waktu itu Hagi juga sempat bertanya apa dan kenapa ia harus berdiri di gerbang Fana.



Gerbang Fana sangat sensitif dia bisa mencium jiwa dengan mudah, jika jiwa manusia yang ia cium, jiwa itu akan kembali ke tubuh aslinya di dunia manusia atau jika manusia itu sudah mati jiwa manusia itu akan kembali pada Sang pencipta, sementara jika mahluk dari dunia ini yang melompat jiwanya akan terlahir kembali sebagai manusia sementara tubuhnya akan hancur.



Apa yang di katakan Nammi dan Donghae hampir sama hanya saja Donghae menjelaskan lebih rinci, saat itu kalau saja Donghae tidak berubah kasar padanya mungkin Hagi masih bisa bertanya banyak hal pada Donghae. Di tambah Kyuhyun tiba-tiba datang begitu saja membuat Hagi terpaksa pura-pura pingsan ketika melihat Kyuhyun siap memarahinya dia sedang tidak ingin bertengkar dengan Kyuhyun saat itu.



"Jadi bagaimana, kau mau mengantarku atau tidak? Aku hanya ingin melihatnya dari jauh." Nammi menatap Hagi curiga tapi ahirnya mengangguk acuh.



"Baiklah, tapi hanya dari jauh saja." Hagi langsung mengangguk kecil, dalam hati dia senang sekali bisa melihat tempat di mana dia bisa pulang nanti.



Saat sudah dekat akhirnya Hagi tahu seperti apa gerbang itu, bentuknya seperti gerbang kuli yang sering ia lihat di Jepang, hanya saja jika semakin di teliti Hagi bisa melihat jika gerbang itu memiliki corak dalam tiga jenis di antaranya, manusia, hewan dan tumbuhan.



"Sudahkan, ayo aku tidak mau sampai Pangeran memarahiku karena keingintahuanmu tentang gerbang berbahaya ini." Walaupun masih ingin melihat Hagi tidak berdaya karena Nammi memaksanya untuk pergi dari sana.



"Apa ukiran di gerbang itu ada arti khusus?" Nammi mengerutkan keningnya tapi kemudian mengangguk kecil.



"Tentu saja, tidak ada yang di buat Sang Pencipta dengan sia-sia. Gerbang fana bukan hanya di gunakan untuk menghukum mahluk di dunia ini menjadi manusia, ada juga yang di hukum menjadi Hewan dan juga tumbuhan tergantung kesalahan mahluk tersebut." Hagi mengangguk paham, sepertinya Kyuhyun juga di hukum di sini. Tapi tunggu dulu bukanya Kyuhyun di kurung di tungku api abadikan? Jadi bagaimana sebenarnya proses hukuman Kyuhyun.



"Apa pangeran juga di hukum disini?" Nammi berhenti berjalan lalu menatap Hagi kesal.



"Tentu saja tidak, hukuman pangeran lebih berat kami sebenarnya heran pangeran bisa kembali lagi kemari tapi Raja Rubah bilang hal apapun bisa terjadi dan ini jadi rahasia kerajaan tentang alasan Pangeran yang bisa kembali kemari." Hagi memiringkan kepalanya penasaran, sialan dengan rasa lenasarannya yang berlebihan, Hagi menggelengkan kepalanya lalu kembali berjalan di bimbing oleh Nammi.



bersambung