MY BEAUTIFUL SOLDIER

MY BEAUTIFUL SOLDIER
SENDIRIAN


Rafael belum bisa tidur sambil menatap langit langit karena bagian belakang tubuhnya terluka akibat lemparan dua buah pisau. Meskipun pisau tersebut kecil, tapi menancap cukup dalam.


“Kamu sudah bangun, Raf?” tanya Yasa.


“Hmm,” jawab Rafael. Ia tak ingin Yasa tahu kalau dirinya belum terlelap sejak tadi. Pikirannya masih ke mana mana. Selain itu, ia tertidur atau tidak, semuanya tetap gelap baginya.


“Kamu ingin duduk?” tanya Yasa.


“Uncle Ethan akan segera mendapatkan donor mata untukmu, Raf. Aku yakin kamu akan segera bisa melihat lagi.”


“Hmm,” Rafael tak menjawab panjang. Ia semakin ...